Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Kejujuran Yang Menyakitkan


__ADS_3

Malam itu Rama tidak bisa tidur. Pikirannya kacau. Dia berusaha mengingat kejadian malam itu tapi tetap saja dia tidak bisa mengingat apa-apa.


'Ya Tuhan aku hampir gila! Kepalaku rasanya mau pecah! Kenapa aku sama sekali nggak bisa mengingat kejadian malam itu?' gumamnya dalam hati.


Rama melirik jam di dinding kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas tengah malam. Kemudian Rama melihat Nayra yang sudah terlelap di dadanya.


'Kalau aku benar-benar sudah menghamili Sofia, aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti.. Nayra pasti nggak bisa menerima kenyataan itu. Dan dia akan pergi ninggalin aku. Ya Tuhan.. jangan sampai itu terjadi. Aku nggak akan sanggup kehilangan Nayra'


Rama pun mendekap erat tubuh Nayra.


'Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Aku nggak sanggup mengatakan semuanya pada Nayra. Aku nggak sanggup melihat dia terluka. Dia baru saja merasakan kebahagiaan.. Aku nggak mau membuatnya menangis lagi'


Rama perlahan menggeser tubuh Nayra kemudian bangun dari tempat tidur. Dia pun mengayunkan langkahnya memasuki kamar mandi kemudian mengambil air wudhu. Setelah itu dia melakukan sholat sunnah untuk meminta petunjuk dari Allah SWT.


Selesai sholat, Rama keluar dari kamarnya dengan hati-hati lalu berjalan menuju ruang kerjanya.


Rama memasuki ruang kerjanya lalu menekan suis lampu. Dia pun duduk di kursi kerjanya kemudian membuka laptopnya. Rama ingin mencari informasi mengenai 'tes DNA' di internet.


***


Suara adzan subuh berkumandang. Perlahan Nayra membuka kedua matanya. Nayra terkejut saat menyadari kalau Rama tidak ada di sisinya. Nayra meliarkan pandangannnya ke semua penjuru kamar namun tidak menemukan sosok Rama.


'Kemana Mas Rama? Tumben pagi-pagi sudah bangun'


Nayra pun bangun dari tempat tidur lalu melangkah menuju kamar mandi. Nayra membuka pintu kamar mandi kemudian mencari Rama di sana.


"Di sini juga nggak ada"


Nayra pun keluar kamar. Dilihatnya pintu ruang kerja Rama terbuka lebar. Nayra pun bergegas ke sana. Betapa terkejutnya Nayra saat melihat Rama tertidur pulas sambil duduk di kursi kerjanya.


'Ya Tuhan.. Kenapa Mas Rama tidur di sini?' Nayra menghampiri Rama dan berniat untuk membangunkannya.


Tapi tiba-tiba saja pandangan Nayra tertuju pada screen laptop Rama yang masih menyala. Nayra berniat mematikan laptop tersebut, tapi tanpa sengaja dia membaca judul artikel yang terpampang di screen laptop tersebut.


'Tes DNA Pada Saat Hamil Muda?? Kenapa Mas Rama membaca artikel tentang tes DNA?' tanya Nayra dalam hati.


"Mas.. bangun Mas!" seru Nayra seraya menggoyang-goyangkan pundak Rama.


Rama pun membuka matanya.


"Sayang?"


"Kenapa Mas Rama tidur di sini?"


"Emh.. semalam aku nggak bisa tidur, jadi aku ke sini untuk mengerjakan sesuatu. Tapi aku malah ketiduran di sini"


"Kenapa Mas Rama browsing tentang tes DNA?" Nayra melihat ke arah screen laptop.


Rama terkesiap. Dia baru sadar kalau dia lupa mematikan laptopnya.


"Oh ini.. aku cuma iseng kok" Rama pun segera mematikan dan menutup laptopnya.

__ADS_1


"Ayo kita sholat subuh dulu!" Rama pun berdiri kemudian menarik tangan Nayra menuju kamar mereka.


Nayra merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sejak pulang dari kantor kemarin Rama berubah jadi pendiam dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Setiap kali Nayra bertanya, Rama hanya bilang kalau kepalanya pusing.


Selesai sholat subuh, setelah mencium punggung tangan Rama, Nayra memberanikan diri untuk bertanya lagi.


"Mas, kenapa aku merasa kalau ada sesuatu yang Mas sembunyikan dari aku?"


Rama terkejut. Jantungnya berdebar kencang setelah mendengar pertanyaan Nayra.


Nayra menatap Rama dengan tajam.


"Tolong jujur sama aku Mas!"


Rama berusaha tetap tenang di hadapan Nayra. Dia mencoba untuk tersenyum.


"Nggak ada sayang. Aku nggak ada masalah apa-apa kok"


Rama mengalihkan pandangannya dari tatapan Nayra.


"Jangan bohong Mas! Aku tau Mas Rama menyembunyikan sesuatu dari aku.."


"Mas, bukankah Mas Rama pernah bilang sama aku, dua hal yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah kejujuran dan kepercayaan. Tanpa keduanya hubungan tidak akan bertahan lama, cepat atau lambat pasti akan hancur berkeping-keping"


Rama masih diam sambil tertunduk. Dia tidak sanggup untuk mengatakan semuanya pada Nayra.


"Bilang sama aku Mas! Bukankah aku ini istrimu? Aku berhak tau semuanya"


Nayra makin penasaran.


"Sebenarnya ada apa Mas? Katakan padaku! Jangan membuatku penasaran!"


"Maaf sayang, tapi aku nggak bisa" Rama menggelengkan kepalanya. Bola matanya sudah mulai berair.


"Tolong Mas! Aku berhak tau. Aku nggak akan tenang sebelum tau yang sebenarnya" Nayra terus saja mendesak Rama.


Rama pun menggenggam kedua tangan Nayra.


"Berjanjilah padaku, kalau kamu nggak akan ninggalin aku setelah mendengar semuanya! Berjanjilah Nay!" ucap Rama dengan muka yang memelas.


"Iya aku janji. Sekarang katakan padaku!"


Rama pun mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menceritakan semuanya kepada Nayra. Rama menghela nafas panjang kemudian mulai bercerita.


"Kemarin waktu di kantor Sofia datang menemuiku.."


Deg!


Mendengar Rama menyebut nama Sofia, jantung Nayra berdebar kencang.


"Dia memberiku surat keterangan dokter yang menyatakan kalau dia positif hamil"

__ADS_1


Nayra membelalakkan kedua matanya. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ucapan Rama bagaikan sembilu yang menyayat hatinya. Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang jatuh dari pelupuk mata Nayra.


"Sayang maafkan aku.. aku mohon jangan menangis! Aku nggak bermaksud untuk membuatmu menangis" Rama berniat menghapus air mata Nayra, namun Nayra dengan cepat menepis tangan Rama.


Rama terkesiap.


"Kamu tega Mas.. Kamu tega menghianatiku dengan perempuan itu. Aku benar-benar nggak nyangka kalau kamu serendah itu Mas.."


"Ternyata yang aku takutkan benar-benar terjadi. Kamu tergoda kan sama Sofia selama di Singapur?"


Rama menggelengkan kepalanya.


"Bukan begitu sayang, dengarkan dulu penjelasanku!" Rama memegang kedua pundak Nayra dengan kuat.


"Malam itu aku dan semua staff diundang ke acara anniversarry klien kami. Dan waktu itu semua orang mendesakku untuk minum"


"Apa?? Jadi kamu minum minuman keras Mas?"


"Aku benar-benar khilaf sayang. Aku minta maaf. Nggak seharusnya aku minum minuman haram itu. Gara-gara minuman itu aku mabuk dan.." Rama tidak dapat melanjutkan kalimatnya.


"Dan kamu tidur dengan Sofia?"


"Aku.. aku nggak tau sayang. Aku nggak ingat apa-apa. Begitu bangun, tau-tau aku sudah ada di apartemen. Aku sama sekali nggak ingat kejadian malam itu. Aku juga nggak ingat siapa yang sudah mengantarku kembali ke apartemen"


"Aku benar-benar kecewa sama kamu Mas!"


Nayra pun berdiri lalu melepas mukenanya dan berlari masuk ke kamar mandi. Nayra mengunci pintu kamar mandi kemudian menangis sepuasnya di sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.....................


Jangan lupa tekan LIKE dan VOTE yg banyak setelah membaca..!!

__ADS_1


Mohon maaf jika alur ceritanya tidak sesuai dgn harapan kalian. Yang tidak suka sama konflik pelakor boleh stop baca dan klik unfav, tapi tolong jangan meninggalkan komen yg menjatuhkan semangat penulis yaa.. terima kasih πŸ™πŸ™


__ADS_2