Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Kyara Sakit


__ADS_3

Sampai di rumah, Nayra berteriak mencari ibunya.


"Ibuuuuu... ibu dimana?"


"Ada apa Nay? Kenapa kamu teriak-teriak?" sahut Bu Aini dari ruang kerjanya.


Nayra bergegas menghampiri Bu Aini yang sedang duduk di kursi kerjanya. Bu Aini terlihat memakai kaca mata dan sedang mengerjakan akuntansi restorannya.


"Apa ibu lagi sibuk? Nayra ingin bicara sebentar sama ibu"


"Bicara soal apa Nay?"


Bu Aini pun menutup bukunya kemudian menanggalkan kaca matanya. Nayra duduk di kursi berhadapan dengan ibunya.


"Ibu, apa benar dulu pernah ada laki-laki yang datang ke sini nyariin Nayra?"


Bu Aini menatap Nayra dengan tajam sebelum menjawab pertanyaan putrinya itu.


"Iya Nay. Apa benar laki-laki itu pacar kamu?"


Nayra terkejut mendengar pertanyaan ibunya. Nayra tidak ada keberanian untuk menjawabnya. Nayra pun diam saja sambil menundukkan wajahnya.


"Namanya Aditya" imbuh Bu Aini.


Deg!


'Ternyata benar dugaanku, laki-laki itu adalah Mas Adit. Matilah aku! Ibu pasti marah besar sama aku'


"Jawab ibu Nay! Apa benar dia itu pacar kamu?" Bu Aini meninggikan suaranya karena Nayra tidak juga menjawab pertanyaannya.


"I.. iya Bu. Nayra minta maaf Bu"


"Kenapa kamu melanggar perintah ibu Nay? Ibu benar-benar kecewa sama kamu. Setahun kamu pacaran sama dia tanpa sepengetahuan ibu?"


"Maafin Nayra Bu"


"Ibu sudah bicara sama Aditya. Ibu bilang sama dia kalau kamu sudah menikah dan ikut suamimu. Ibu juga minta sama dia untuk nglupain kamu dan berhenti nyariin kamu"


Nayra pun mengangkat wajahnya dan menatap ibunya.


"Lalu Mas Adit bilang apa Bu?" Nayra ingin tau reaksi Aditya.


"Awalnya dia sempat kaget setelah tau kalau kamu sudah menikah. Tapi setelah itu dia mengiyakan permintaan ibu. Lalu dia pergi dan nggak pernah kembali ke sini lagi"


Mata Nayra mulai berkaca-kaca. Nayra merasa bersalah sama Aditya.


'Pasti Mas Adit kecewa banget sama aku karena aku sudah menghianatinya. Maafin aku Mas, aku nggak bermaksud menyakiti hatimu...' gumam Nayra dalam hati.


Bu Aini heran melihat mata Nayra yang berkaca-kaca dan hampir saja menjatuhkan air matanya.


"Nay, tolong jawab ibu dengan jujur! Apa sampai sekarang kamu masih mencintai Aditya?"


Nayra bingung harus menjawab apa. Dia pun berusaha untuk menyusun kalimat.


"Selama ini Nayra sudah berusaha untuk nglupain Mas Adit dan membuka hati Nayra untuk Mas Rama Bu. Tapi..."


Tiba-tiba terdengar suara adzan yang yang menggema. Nayra tidak jadi melanjutkan kalimatnya.


"Sudah adzan Bu. Sebaiknya kita siap-siap pergi ke masjid"


Nayra pun beranjak mengambil mukena disusul oleh ibunya. Kemudian mereka berdua pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat isya.

__ADS_1


***


Malam itu Rama duduk sendirian di meja makan. Bi Surti sudah menyiapkan makan malam untuknya. Tapi Rama sama sekali tidak menyentuh makanan itu. Entah kenapa selera makan Rama tiba-tiba hilang. Rama teringat pada Nayra.


'Nay.. biasanya kamu yang menyiapkan sarapan, membuatkan bekal makan siang dan menyiapkan makan malam untuk ku. Tapi hari ini semuanya Bi Surti yang menyiapkannya. Kenapa tiba-tiba aku kangen sama masakanmu Nay?'


Rama tidak jadi makan. Dia pun berdiri meninggalkan meja makan lalu melangkah menuju kamar Nayra.


Malam ini Rama menemani Kyara tidur di kamar Nayra. Rama pun membaringkan tubuhnya di samping Kyara yang sudah terlelap. Lalu Rama mencoba memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.


Menit demi menit pun berlalu. Tapi Rama tidak bisa terlelap. Entah kenapa bayangan wajah Nayra tidak mau pergi dari ingatannya. Rama pun kembali membuka matanya.


'Nay.. kenapa aku terus saja memikirkanmu? Dulu saat kau ada di dekatku, aku tidak pernah sekalipun memikirkanmu. Kenapa begitu kau pergi, aku merasa sangat kehilanganmu?' gumam Rama dalam hati.


"Mamaaa... Mamaaa..."


Tiba-tiba Kyara mengigau memanggil-manggil mamanya. Wajar saja karena selama dua tahun ini Kyara selalu tidur bersama dengan Nayra. Tiap kali terbangun dari tidurnya, orang pertama yang Kyara cari adalah Nayra.


"Sayang.. kamu kenapa? Apa kamu haus? Papa bikinin susu ya?"


Kyara mulai menangis. Rama jadi panik. Dia bergegas mengambil botol susu dan membuatkan susu untuk Kyara. Setelah jadi, Rama mencoba meminumkan susu itu kepada Kyara namun Kyara tidak mau meminumnya.


"Kamu kenapa sayang? Kenapa kamu nggak mau minum susunya?"


"Nggak mauuu... Mama mana Paa..??"


Rama pun menyentuh kening Kyara.


"Masya Allah.. badan kamu panas sekali sayang"


Rama makin panik. Dia pun segera keluar untuk memanggil Mbak Santi.


Rama mengetok pintu kamar Mbak Santi dengan keras.


Ceklek!


Mbak Santi pun segera membukakan pintu.


"Pak Rama? Ada apa Pak?"


"Mbak Santi, badan Kyara panas sekali Mbak. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit"


"Masya Allah.. Baik Pak. Saya ganti baju dulu ya Pak"


"Iya Mbak"


Rama pun menemui Mang Dudung dan menyuruhnya untuk segera menyiapkan mobil. Setelah itu, Rama menggendong Kyara dan membawanya masuk ke dalam mobil. Mbak Santi ikut ke rumah sakit, sementara Bi Surti menunggu di rumah.


Sepanjang perjalanan, Kyara tidak berhenti menangis sambil memanggil-manggil mamanya.


"Mamaaa.. Mama manaa..??"


Rama bingung harus menjawab apa. Mbak Santi merasa iba melihat kondisi Kyara yang sangat memprihatinkan.


"Pak Rama, sepertinya Non Kyara kangen sama Bu Nayra Pak"


"Iya Mbak Santi. Saya juga berpikir demikian"


"Gimana kalau besok pagi Pak Rama jemput Bu Nayra Pak? Kasihan Non Kyara"


"Tidak perlu menunggu sampai besok pagi Mbak Santi"

__ADS_1


"Maksud Pak Rama?"


"Mang Dudung, habis dari rumah sakit, kita langsung berangkat ke Jogja untuk menjemput Nayra"


"Baik Pak Rama"


Mbak Santi senang sekali karena Rama memutuskan untuk segera menjemput Nayra di kampungnya.


'Alhamdulillah ya Allah..' ucap Mbak Santi dalam hati.


"Sayang kamu tenang saja ya! Sebentar lagi kita akan ketemu sama mama" Rama berusaha menghibur Kyara.


"Iya Pa"


Kyara pun berhenti menangis.


'Kyara.. bukan hanya kamu yang kangen sama mama kamu sayang.. tapi papa juga. Mudah-mudahan mama mau maafin papa dan kembali bersama kita...' gumam Rama dalam hati.


Setengah jam kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Rama segera menggendong Kyara dan membawanya ke ruang IGD diikuti oleh Mbak Santi. Sementara Mang Dudung menunggu di parkiran.


Dokter pun segera memeriksa kondisi Kyara.


"Dokter, bagaimana kondisi anak saya?"


"Demam anak Bapak tinggi sekali. Saya akan memberikan obat penurun panas dan juga antibiotik. Tunggu sebentar ya Pak, saya buatkan resepnya dulu"


"Terima kasih Dokter"


Setelah mendapatkan resep dari dokter, Rama pergi mengurus administrasi kemudian mengambil obat. Sementara Mbak Santi menggendong Kyara dan mdmbawanya kembali ke mobil.


Setelah semuanya beres, mereka pun langsung tancap gas menuju kota gudeg untuk menjemput Nayra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.....................


Notes :


Hallo para pembaca setiaku, aku mau nanya nih.. kalian lebih suka aku update 1 hari 1 eps, 2 hari sekali 2 eps, atau 1 minggu sekali 3-6 eps??


Tulis jawaban kalian di kolom komentar yaa!!


Jangan lupa LIKE dan VOTE-nya!! Tengkyu.. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2