Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Ngidam


__ADS_3

Setelah sarapan, Pak Samsul dan Bu Maya berpamitan untuk pulang ke Bogor. Dan pagi itu juga Bu Aini kembali ke Jogja. Sebelum pergi mereka memberi pesan kepada Rama untuk menjaga Nayra dan bayi dalam kandungannya dengan baik. Rama pun mengiyakannya.


Kemudian Rama mengajak Nayra ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Kebetulah mereka masih cuti.


Dokter kandungan pun melakukan USG pada janin Nayra. Rama setia mendampingi istrinya.


"Janin Ibu sehat. Usianya sudah menginjak 8 minggu" kata dokter.


"Alhamdulillah.."


"Berarti sudah dua bulan aku hamil Mas. Tapi kenapa aku nggak ngrasain apa-apa ya sebelumnya?" Nayra heran. Begitu juga dengan Rama.


"Itu wajar Bu. Karena pengalaman setiap orang hamil beda-beda, tergantung hormon. Ada yang mengalami morning sickness, yaitu mual dan muntah di pagi hari pada trimester pertama kehamilan. Ada juga yang tidak merasakan apa-apa seperti Ibu" kata dokter menjelaskan.


"Saya akan menuliskan resep untuk Ibu. Vitaminnya harus diminum secara teratur ya Bu! Periksa kehamilan satu bulan sekali!"


"Iya Dok"


"Selain itu Ibu juga harus banyak makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, jangan terlalu capek dan stress! Bapak tolong dijaga istrinya ya!"


"Baik Dokter"


Setelah dari rumah sakit, Rama dan Nayra langsung pulang ke rumah. Selama dalam perjalanan, Rama memikirkan kata-kata dokter tadi.


"Kamu kenapa Mas? Kenapa dari tadi diam saja?"


"Aku kepikiran sama kata-kata dokter tadi. Sayang, apa sebaiknya kamu berhenti kerja saja? Aku nggak mau kamu kecapekan dan stress" kata Rama sambil fokus mengemudi.


"Nggak usah Mas, aku masih bisa kerja kok. Lagian aku juga nggak mengalami morning sickness seperti ibu-ibu hamil pada umumnya"


"Tapi sayang, aku nggak mau ambil resiko. Aku nggak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa"


"Kalau aku berhenti kerja, lalu siapa yang akan jadi sekretarismu? Apa kamu mau cari sekretaris yang cantik dan sexy seperti Sofia lagi?"


Rama tersenyum.


"Kenapa? Kamu cemburu?"


Nayra hanya diam saja. Dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"Kamu tenang saja sayang. Kalau kamu berhenti kerja, aku akan mencari sekretaris laki-laki biar kamu nggak cemburu lagi"


Nayra menoleh ke arah Rama kemudian tersenyum.


"Gimana?" tanya Rama.


"Terserah kamu saja Mas"


Cup!


Nayra mendaratkan bibirnya di pipi Rama.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" bisik Nayra di telinga Rama.


"Aku juga mencintaimu sayang"


***


SORE ITU


Nayra membelalakkan mata saat melihat nama 'Aditya Kusuma Wardhana' terpampang di cover sebuah majalah arsitektur langganan Rama. Nayra pun membuka majalah tersebut kemudian membacanya. Setelah itu, Nayra bergegas menemui Rama yang sedang menyibukkan diri di ruang kerjanya.


"Mas, coba kamu lihat ini!"


Nayra menunjukkan majalah tersebut kepada Rama. Betapa terkejutnya Rama saat melihat cover majalah tersebut. Di cover itu tertulis 'Aditya Kusuma Wardhana, pemenang sayembara desain Masjid Agung yang diadakan oleh Gubernur Jawa Tengah'


Rama pun membuka majalah tersebut kemudian membacanya dengan seksama.


"Aku benar-benar nggak nyangka, Mas Adit bisa mendesain masjid yang seindah itu" gumam Nayra.


"Biasa aja"


"Biasa aja? Tapi desain itu betul-betul bagus Mas. Mas Adit juga berhasil menjadi juara satu lho"


"Sayang, berhenti memuji mantan pacar kamu itu! Aku bisa mendesain masjid yang lebih bagus dari ini"


"Kamu kenapa sih Mas? Apa kamu cemburu?"


"Iya aku cemburu. Makanya jangan memuji laki-laki lain di depanku! Aku nggak suka"


"Sama aja"


Dalam hati, sebenarnya Rama juga mengagumi desain Aditya. Selain bagus desain itu juga unik dan menarik. Pantas saja jika Aditya menjadi juara satu dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar seratus juta rupiah. Tapi Rama tidak mau mengakuinya di depan Nayra.


"Kenapa sampai segitunya kamu cemburu sama Mas Adit, Mas? Padahal aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi sama dia. Aku cuma kagum aja sama desainnya" ucap Nayra dengan sedikit kesal.


Sejak di bandara waktu itu, Rama melarang Nayra untuk berhubungan dengan Aditya lagi. Rama juga meminta agar Nayra menghapus nomor ponsel Aditya. Karena Rama tidak mau Nayra diam-diam mengirim pesan kepada Aditya lagi. Dan sejak saat itu, Nayra tidak pernah mendengar kabar tentang Aditya sampai hari ini.


***


MALAM ITU


Nayra berbaring membelakangi Rama di tempat tidur.


"Sayang.. kamu kenapa? Apa kamu masih marah sama aku?" tanya Rama.


Sejak kejadian tadi, Nayra tidak bicara sepatah kata pun sama Rama.


"Okey, aku minta maaf untuk kejadian tadi" imbuh Rama.


Nayra masih tak bergeming. Rama pun memeluk Nayra dari belakang kemudian mengusap lembut perutnya.


"Sayang udah dong marahnya! Kasihan bayi kita.."

__ADS_1


"Aku akui desain Aditya itu memang sangat bagus. Aku tau dari dulu kalau dia memang sangat berbakat. Kelak dia pasti akan jadi arsitek yang hebat dengan kemampuannya itu" lanjut Rama.


Nayra membalikkan badannya menghadap Rama.


"Baiklah. Aku akan memaafkanmu kalau kamu membelikanku gelato"


"Apa?? Gelato??" Rama terkejut mendengar permintaan Nayra.


"Iya. Entah kenapa saat ini aku pengen banget makan gelato yang di Italia itu. Apa mungkin aku lagi ngidam ya?"


Rama menepuk dahinya.


"Sayang, bisa nggak ngidamnya jangan yang aneh-aneh? Apa aku harus terbang ke Italia demi membelikanmu gelato?"


"Ya udah kalau nggak mau. Jangan salahin aku ya, kalau anak kita nanti ngiler"


Nayra memanyunkan bibirnya.


"Sayang, gimana kalau kita cari di restoran Italia saja? Mungkin jam segini masih ada yang buka"


Akhirnya Nayra pun menurut. Malam itu juga Rama membawa Nayra keluar untuk mencari gelato di restoran Italia. Padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Setelah keliling kota selama satu jam, akhirnya mereka menemukan satu restoran Italia yang buka 24 jam. Mereka pun langsung masuk dan memesan gelato yang diidam-idamkan Nayra.


Tak tanggung-tanggung, Nayra langsung memesan dua porsi gelato, rasa coklat dan rasa buah. Dia bilang satu untuknya, dan satu lagi buat bayinya. Sementara Rama memesan satu cangkir kopi Italia kesukaannya.


"Makasih banyak ya, Papa sayang" ucap Nayra seraya menikmati gelato-nya.


Rama hanya tersenyum memperhatikan istrinya yang makan gelato dengan lahap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG......................

__ADS_1


LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Makasii.. πŸ™πŸ™


__ADS_2