
Pada saat jam makan siang, Sofia melihat Aditya sedang duduk sendirian menikmati makan siangnya di kantin. Setelah mengambil makanan dan minuman, dan membayarnya di kasir, Sofia pun berjalan menghampiri Aditya.
Sofia masih penasaran sama Aditya dan Nayra. Dia yakin kalau Nayra lah mantan pacar Aditya. Sofia pun mendekati Aditya dan ingin mengorek informasi darinya.
"Hai Aditya.. boleh aku duduk di sini?" tanya Sofia sembari menunjuk sebuah kursi yang ada di sebelah Aditya.
"Boleh saja. Silahkan Sofia!"
Sofia pun meletakkan makanan dan minumannya di atas meja kemudian duduk dan mulai menikmati makan siangnya. Sembari makan, Sofia mengajak Aditya berbincang-bincang.
"Aditya boleh aku tanya sesuatu sama kamu?"
"Apa?"
"Kenapa waktu di pesta malam itu kamu selalu menatap Nayra, istri Pak Rama?"
Aditya terkejut mendengar pertanyaan Sofia.
"Uhuukk.. uhuukk..." Aditya sampai tersedak saat mengunyah makanannya. Dia pun cepat-cepat meraih gelasnya dan meneguk minumannya sampai habis.
"Aditya kamu nggak pa pa? Maaf kalau pertanyaanku tadi mengejutkanmu"
"Sofia apa maksud pertanyaanmu itu?" Aditya mengerutkan keningnya.
"Aditya, aku merasa kalau Nayra, istri Pak Rama itu adalah mantan pacar kamu. Iya kan? Kamu nggak usah ngelak lagi Aditya"
Aditya mulai kesal mendengar celotehan Sofia.
"Itu bukan urusan kamu Sofia! Kenapa kamu suka sekali mencampuri urusan orang? Apa kamu kurang kerjaan?"
Sofia tertawa kecil melihat kekesalan Aditya.
__ADS_1
"Berarti benar kan dugaanku? Nayra adalah perempuan yang sudah meninggalkan kamu dan menikah dengan Pak Rama.."
"Dari mana kamu tau soal itu? Apa Pak Rama yang sudah memberitahumu? Tapi aku rasa dia nggak mungkin memberitahumu tentang masalah pribadinya"
"Aditya.. Aditya.. tanpa diberi tahu pun, aku bisa melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Aku perhatikan malam itu kamu terus saja menatap Nayra waktu kamu nyanyi di atas panggung. Nayra juga sampai baper lihat kamu nyanyi. Pasti lagu itu kamu tujukan untuknya kan?"
Aditya hanya membisu tanpa menanggapi ucapan Sofia. Kemudian Sofia pun melanjutkan kalimatnya.
"Juga pada saat kita dansa, mata kamu nggak pernah lepas dari Nayra. Padahal aku yang ada di depan mata kamu saat itu. Tapi kamu nggak melirik aku sedikit pun. Lalu aku sadar kalau kamu sebenarnya hanya memanfaatkan aku untuk membuat mantan pacar kamu itu cemburu. Iya kan?"
'Sofia, kamu ternyata perempuan yang sangat pintar. Aku nggak nyangka ternyata kamu memperhatikan gerak-gerikku dan bisa membaca pikiranku' gumam Aditya dalam hati.
"Kalau memang benar memangnya kenapa Sofia? Itu semua nggak ada urusannya sama kamu! Jadi stop mencampuri urusan orang lain! Okey!"
"Akhirnya kamu mengaku juga Aditya. By the way.. aku kasian sama kamu, karena cowok seganteng kamu dicampakkan oleh perempuan seperti Nayra" Sofia tertawa kecil.
"Tapi aku nggak butuh belas kasihanmu Sofia. Nayra punya alasan yang kuat kenapa dia sampai meninggalkan aku dan menikah sama Pak Rama. Dan sekarang aku bisa memahami keputusannya itu"
Lalu tiba-tiba saja Sofia menggenggam tangan Aditya. Aditya terkejut melihatnya.
"Aditya, izinkan aku untuk menggantikan posisi Nayra di hati kamu. Kamu mau kan?" ucap Sofia seraya melemparkan senyuman manisnya.
Aditya tidak menyangka kalau Sofia akan mengatakan hal itu padanya.
'Perempuan macam apa ini? Aku pikir dia perempuan baik-baik. Aku nggak nyangka ternyata begini sifat asli Sofia. Cantik sih cantik. Tapi kenapa dia terkesan murahan' gumam Aditya dalam hati.
Aditya pun menarik kasar tangannya hingga terlepas dari tangan Sofia. Sofia terkejut. Senyumnya mendadak sirna.
"Maaf Sofia, tapi aku nggak bisa. Perempuan seperti kamu bukan tipe ku"
"Apa kamu bilang?? Tapi aku jauh lebih cantik dan lebih sexy dari Nayra, gadis ingusan itu Aditya" ucap Sofia dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Tapi menurutku Nayra seribu kali lebih baik dari kamu Sofia. Maaf aku harus kembali bekerja"
Aditya pun berdiri lalu pergi meninggalkan Sofia sendirian di sana. Sofia kesal. Dia kecewa karena Aditya telah menolaknya mentah-mentah.
"Kurang ajar kamu Aditya. Berani-beraninya kamu menolak ku. Memangnya siapa dirimu? Lagian kamu cuma punya wajah yang tampan. Tapi sayangnya kamu itu kere. Mobil aja kamu nggak punya. Apalagi rumah yang mewah. Kamu yang bukan tipe ku tau nggak!" umpatnya dengan penuh kekesalan.
'Dan kamu Nayra.. apa hebatnya dirimu? Kamu dan kakakmu itu sama saja. Dulu kakakmu Aisha sudah merebut Pak Rama, orang yang aku sukai. Waktu Aisha mati, aku sangat senang karena aku merasa punya peluang untuk memiliki Pak Rama. Tapi tiba-tiba saja kamu menggantikan posisi kakakmu dan menikah sama Pak Rama. Dan sekarang gara-gara kamu juga, aku ditolak mentah-mentah sama Aditya. Lihat saja Nayra, suatu hari nanti aku pasti akan membalasmu' gumam Sofia dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
Jangan cuma baca doang ya! Tolong dukung penulis dengan klik jempol, isi kolom komentar dan bantu VOTE poin sebanyak-banyaknya..!! Agar aku makin semangat nulisnya.. ππ
__ADS_1