
Dua bulan kemudian..
Nayra, Rama, Kyara dan Bu Aini telah mendarat dengan selamat di tanah air setelah melakukan ibadah umroh selama 10 hari di tanah suci. Mang Dudung menjemput mereka di bandara. Sampai di rumah, Bi Surti dan Mbak Santi menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.
Keesokan harinya Rama, Nayra dan Bu Aini menggelar acara pengajian syukuran kepulangan mereka dari umroh. Mereka mengundang kerabat, tetangga, dan juga anak-anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan. Tidak lupa mereka juga mengundang Pak Samsul dan Bu Maya.
Acara pengajian pun berjalan dengan lancar. Rama, Nayra, dan Bu Aini membagikan souvenir dan beraneka macam oleh-oleh umroh kepada semua yang hadir. Mereka juga membagikan sejumlah uang untuk anak-anak yatim piatu.
"Alhamdulillah Mas.. semuanya berjalan dengan lancar" ucap Nayra.
"Iya sayang. Alhamdulillah"
"Nak Rama, terima kasih banyak ya sudah membiayai Ibu umroh" ucap Bu Aini.
"Tidak usah berterima kasih Bu. Ibu sudah seperti orang tua saya sendiri"
Sebelumnya Rama juga mengajak kedua orang tuanya untuk ikut serta. Tapi karena Pak Samsul ada pekerjaan penting, maka mereka tidak bisa ikut.
***
Malam ini Pak Samsul dan Bu Maya menginap di rumah Rama untuk satu malam. Mereka berbincang-bincang bersama Bu Aini di ruang keluarga sambil menikmati teh hangat dan oleh-oleh dari Mekkah.
"Oh ya Pak Samsul, Bu Maya, bagaimana kabar Nak Alina? Kata Nayra, sekarang Nak Alina sedang kuliah di Amerika" tanya Bu Aini membuka perbincangan.
"Iya Bu Aini, Alina alhamdulillah baik. Tadi pagi dia telfon saya" sahut Bu Maya.
"Pak, Bu, saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa Nak Alina. Saya minta maaf, gara-gara Nayra pertunangan Nak Alina dan Aditya jadi putus"
"Itu bukan salah Nayra, Bu. Mungkin mereka berdua memang nggak berjodoh. Alhamdulillah Alina sudah bisa move on. Sekarang dia hanya fokus mengejar S2-nya di Amerika"
"Oh ya Pak, Bu, waktu di Ka'bah saya juga sempat mendoakan Nak Alina agar kelak dia mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Aditya"
"Terima kasih Bu Aini"
"Saya juga berdoa kepada Allah supaya Nayra segera hamil"
"Aamiin.. Semoga Allah mengabulkan doa Ibu. Saya juga pengen banget gendong cucu lagi. Iya kan Pa?"
"Iya Ma. Kita doakan saja yang terbaik untuk anak-anak kita" sahut Pak Samsul.
***
Karena terlalu capek, malam itu Rama dan Nayra beristirahat di kamar. Mereka tidak ikut orang tuanya mengobrol. Kebetulan Kyara juga sudah tidur dengan nyenyak di kamarnya.
Nayra duduk bersandar di tempat tidur. Sementara Rama meletakkan kepalanya di paha Nayra. Rama membelai lembut rambut suaminya.
"Mas, aku mau mengatakan sesuatu sama kamu"
"Katakan saja sayang!"
"Emh.. sebenarnya aku sudah telat sejak bulan lalu"
"Apa??" Rama tiba-tiba bangun lalu duduk. Dia menatap Nayra dengan wajah yang berbinar.
"Jangan-jangan kamu hamil sayang"
"Entahlah, aku nggak yakin Mas"
"Besok pagi kamu coba tes! Kamu masih ada tespack nggak?"
"Masih. Kebetulan waktu itu aku beli banyak buat persediaan. Tapi aku takut kecewa lagi Mas. Aku trauma, tiap kali tespack hasilnya selalu saja negatif"
"Kamu jangan pesimis sayang! Besok pagi kamu coba tes lagi ya!"
__ADS_1
Nayra mengangguk perlahan.
***
Keesokan harinya..
Nayra membuka mata saat suara adzan subuh menyapa gendang telinganya. Rama juga turut membuka mata.
"Selamat pagi sayang.." ucap Rama.
"Pagi"
"Semalam aku mimpi gendong bayi laki-laki. Ganteeeng banget kayak aku"
Nayra tertawa.
"Emangnya kamu ganteng?"
"Jelas dong. Kalau nggak ganteng, kamu nggak bakalan jatuh cinta sama aku. Iya kan?"
"GR banget sih kamu"
"Sayang, buruan kamu tes! Aku udah nggak sabar mau tau hasilnya"
Nayra pun bangun lalu mengambil beberapa tespack di lemari dan membawanya masuk ke kamar mandi.
Nayra pun melakukan tes urin. Jantungnya dag dig dug tidak karuan saat mencelupkan tespack itu ke dalam sample urinnya.
Beberapa detik kemudian muncul satu garis merah. Nayra masih menunggu. Jantungnya makin berdebar-debar.
'Ya Allah.. Semoga aku hamil..' doanya dalam hati.
Setelah satu menit, Nayra mengangkat tespack itu. Nayra memperhatikan tespack itu dengan seksama.
"Aku coba lagi deh pakai tespack yang lain" gumamnya.
Nayra pun mencobanya sekali lagi dengan tespack yang berbeda jenisnya.
Kali ini Nayra terperanjat kaget. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia menatap lekat-lekat tespack yang menunjukkan tanda (+) itu.
"Alhamdulillah ya Allah.. aku hamil"
Nayra cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan menemui Rama yang sejak tadi menunggunya dengan cemas.
"Gimana sayang hasilnya?"
"Lihat ini Mas!"
Nayra menunjukkan tespack tersebut kepada Rama. Rama tersenyum lebar saat melihat tanda (+) di tespack tersebut.
"Sayang kamu hamil?"
Nayra mengangguk.
"Alhamdulillah.."
Rama langsung menarik Nayra ke dalam pelukannya. Dan seketika itu juga, tangis mereka berdua pun pecah saking bahagianya.
"Terima kasih sayang, aku benar-benar bahagia" Rama mengecup kening Nayra.
"Aku juga Mas. Akhirnya Allah mengabulkan doa kita"
"Mama sama papa pasti seneng banget"
__ADS_1
"Nanti kita kasih surprise buat mereka"
Setelah mandi dan sholat subuh, mereka pun keluar kamar. Mereka berjalan bergandengan tangan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Kebetulan semuanya sudah berkumpul di meja makan.
"Selamat pagi semuanya" sapa Rama dan Nayra dengan wajah yang berseri-seri.
"Pagi" sahut semuanya.
"Rama, Nayra, kalian kelihatan ceria sekali pagi ini" tutur Bu Maya.
Rama dan Nayra saling berpandangan kemudian tersenyum.
"Ma, Pa, Ibu, kami berdua punya berita gembira buat kalian semua" tutur Nayra.
"Berita gembira? Berita apa itu?" tanya Bu Maya dengan penasaran.
"Ma, Pa, Ibu.. sebentar lagi kalian akan punya cucu lagi" imbuh Rama.
"Apa??" Bu Maya, Pak Samsul dan Bu Aini terkejut mendengar ucapan Rama. Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Kamu hamil Nay?" tanya Bu Aini ingin memastikan.
"Iya Bu"
"Alhamdulillah.." ucap semua orang sambil tersenyum bahagia.
Bu Aini pun langsung berdiri kemudian memeluk Nayra dengan erat.
"Akhirnya Allah sudah mengabulkan doa Ibu. Selamat ya sayang.."
"Makasih Bu"
Semuanya pun bergantian memberikan ucapan selamat kepada Rama dan Nayra. Tak terkecuali Bi Surti dan Mbak Santi.
"Non Kyara, sebentar lagi Non Kyara akan punya dedek bayi" ucap Mbak Santi kepada Kyara.
"Dedek bayi? Yeaaaayy... asyiiiikkk" seru Kyara dengan girangnya.
"Nanti Kiya mau ajak dedek bayi main boneka Barbie"
Semuanya tertawa mendengar ucapan Kyara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG............................
__ADS_1
LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Makacii.. ๐