Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Perasaan Aditya


__ADS_3

Sampai di kontrakan, Aditya menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Badannya terasa lemas tak bertenaga. Karena sibuk mencari Alina, dia sampai lupa makan. Selera makannya pun jadi hilang.


Aditya menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba saja muncul bayangan wajah Alina yang sedang menangis. Aditya memegang dadanya. Entah kenapa dadanya terasa perih melihat bulir-bulir air mata yang keluar dari pelupuk mata gadis itu. Rasa bersalah menghantui pikirannya.


'Ya Tuhan.. apa yang sudah ku lakukan? Aku telah menyakiti hatinya. Padahal dia gadis yang sangat baik..'


Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang jatuh dari sudut matanya. Aditya terus memikirkan Alina sampai ia mendengar suara pintu yang diketok tiba-tiba.


Tok.. Tok.. Tok...


Aditya tersentak dari lamunannya. Dia segera menghapus air matanya lalu beranjak membukakan pintu.


Ceklek!


Aditya terkejut begitu melihat Nayra ada di depan matanya.


"Assalamu'alaikum Mas"


"Wa'alaikumsalam. Nayra, tumben kamu ke sini? Apa terjadi sesuatu pada Alina?" tanya Aditya dengan cemas.


"Bukan Mas. Alina baik-baik saja. Aku cuma mau bicara sama kamu"


"Soal apa? Mari silahkan masuk!"


"Emh.. nggak usah Mas. Kita duduk di luar saja"


Mereka pun duduk berhadapan di kursi yang ada di teras.


"Kamu mau bicara apa Nay?"


"Aku mau minta penjelasan dari kamu Mas. Kenapa kamu masih menyimpan fotoku sampai sekarang?"


Aditya tertunduk.


"Jawab aku Mas! Jangan bilang kalau kamu masih cinta sama aku!"


Aditya menatap Nayra dengan tajam.


"Memangnya kenapa kalau aku masih cinta sama kamu Nay?"


"Apa??" Nayra tersentak kaget.


"Aku memang masih cinta sama kamu Nay. Bahkan sampai detik ini. Rasa cintaku padamu tidak berkurang sedikit pun walau kamu sudah hidup bahagia bersama laki-laki lain"


Nayra seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Lalu kenapa kamu menjalin hubungan dengan Alina Mas? Bahkan kalian sudah resmi bertunangan. Kenapa kamu tega menyakiti hatinya Mas?"


Nayra menitikkan air matanya.


"Jangan menangis Nay! Aku mohon! Aku nggak tega melihatmu menangis. Aku juga nggak tega melihat Alina menangis"


"Tapi kamu sudah berhasil membuat kami berdua menangis Mas"


"Aku memang pria yang jahat Nay. Aku mendekati Alina dan menjalin hubungan dengannya karena aku ingin selalu ada di dekatmu.."


"Aku tau cinta tidak harus memiliki. Walau aku nggak bisa memilikimu, tapi aku ingin selalu ada di dekatmu. Aku ingin menyaksikan kebahagiaanmu. Melihatmu bahagia, aku juga ikut bahagia Nay. Walau untuk itu aku harus menikah dengan Alina tanpa rasa cinta"

__ADS_1


Nayra semakin menangis mendengar pengakuan Aditya. Nayra tidak menyangka kalau Aditya masih mencintainya sampai detik ini. Nayra kasihan pada Alina yang dengan tulus mencintai Aditya, tapi ternyata Aditya tidak mencintainya.


"Mas, aku mohon lupakanlah aku! Dan berusahalah untuk mencintai Alina! Kasihan dia. Aku nggak tega melihatnya terluka. Dia begitu tulus mencintaimu"


"Aku tau Nay. Tidak seharusnya aku mempermainkan perasaannya. Alina gadis yang sangat baik. Selama ini dia begitu tulus mencintaiku, menerimaku apa adanya. Tapi aku malah membuatnya menangis. Entah kenapa hatiku begitu perih saat melihat air matanya Nay. Aku sangat menyesal. Aku ingin minta maaf sama dia"


Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang jatuh dari pelupuk mata Aditya.


"Mungkin secara nggak sadar kamu juga mencintai Alina Mas.."


"Tanyakanlah pada hati kecilmu, apa tidak ada sedikit pun rasa cinta di hati kamu untuk Alina?"


Aditya terdiam. Dia mencoba mencerna semua kata-kata Nayra.


Kriiiinggg... Kriiiiinggg...


Tiba-tiba saja ponsel Nayra berdering. Nayra pun mengambil ponsel di dalam tasnya. Ternyata Rama yang menelponnya.


"Maaf Mas, aku angkat telfon dulu. Mas Rama yang menelfon. Tolong jangan bersuara!"


"Iya Nay!"


Nayra pun menggeser tombolnya kemudian mendekatkan ponsel itu ke daun telinganya.


Nayra : "Hallo Mas"


Rama : "Sayang, apa kamu sudah sampai di rumah?"


Nayra : "Emh.. sudah Mas. Ada apa?"


Nayra : "Alhamdulillah.."


Nayra tersenyum senang. Dia merasa lega karena Alina tidak menginap di rumah sakit.


"Ada apa Nay?" tanya Aditya setelah Nayra mematikan telfonnya.


"Mas, kata Mas Rama, Alina sudah boleh pulang"


"Alhamdulillah.." Aditya pun tersenyum lega.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya Mas"


"Kalau ada apa-apa tolong kabari aku Nay!"


"Insya Allah Mas. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


***


"Kak Rama, Alin mau mengundurkan diri dari kantor" kata Alina saat dalam perjalanan pulang.


"Kenapa Alina? Apa karena Aditya? Kamu nggak perlu mengundurkan diri, biar aku yang memecatnya!"


"Alin mau pulang ke Bogor aja Kak. Alin mau menenangkan diri. Lagi pula sebentar lagi Alin juga mau wisuda"


"Baiklah. Besok pagi Kakak akan mengantarmu"

__ADS_1


"Tapi Alin mau pulang sekarang juga Kak"


"Tapi ini sudah sore Alina, sebentar lagi gelap"


"Kalau Kak Rama nggak mau nganterin, biar Alin pulang sendiri naik taxi!"


"Jangan begitu Alina, kamu kan belum sehat sepenuhnya. Baiklah kalau itu maumu, Kakak akan mengantarmu malam ini juga"


"Makasih Kak"


***


Sampai di rumah, Nayra menyambut kepulangan mereka di teras rumah.


"Alina, syukurlah kamu sudah boleh pulang" ucap Nayra sambil menepiskan senyumnya.


Alina hanya tersenyum kecut. Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam rumah.


"Sayang, Alina mau pulang ke Bogor. Aku akan mengantarnya malam ini juga. Kamu nggak pa pa kan aku tinggal?"


"Kenapa mendadak sekali Mas? Apa nggak bisa besok pagi aja?"


"Alina maunya sekarang. Kalau aku nggak mengantarnya, dia nekat mau pulang sendiri naik taxi. Dan dia juga mau mengundurkan diri dari kantor"


"Astaghfirullahaladzim.. Kenapa semuanya jadi begini Mas?"


"Ini semua gara-gara Aditya.." Rama mengepalkan kedua tangannya.


"Aku nggak akan pernah memaafkannya. Dia sudah menyakiti adik perempuan yang paling aku sayangi. Aku akan memecatnya dari kantor!" ucap Rama dengan penuh emosi.


"Istighfar Mas.. jangan membuat keputusan saat kamu lagi emosi!"


Tapi Rama tidak menggubris kata-kata Nayra. Dia pun berlalu masuk ke dalam rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.......................


LIKE, komen dan VOTE yg banyak ya setelah membaca..!! Makasii.. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2