Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Ulang Tahun Kyara


__ADS_3

Semenjak Nayra hamil, Rama berubah menjadi suami yang sangat protektif. Sekarang dia tidak pernah lembur dan tidak pernah menerima proyek di luar kota maupun di luar negri. Karena Rama ingin selalu berada di samping Nayra, menjaga dan melindunginya sampai dia melahirkan nanti.


Usia kandungan Nayra sudah menginjak tiga bulan. Dan sudah satu bulan ini Nayra berhenti bekerja. Nayra menyibukkan diri dengan mengantar dan menemani Kyara di sekolah barunya. Tahun ini Nayra sudah mendaftarkan Kyara di sekolah PAUD. Kyara senang sekali karena sepanjang hari dia ditemani oleh mamanya, baik di sekolah maupun di rumah.


Sore itu Nayra dan Mbak Santi menemani Kyara bermain di kamarnya.


"Mamah.. kapan dek bayinya lahir?" tanya Kyara sambil mengelus-elus dan mencium perut mamanya.


"Masih lama sayang. Sabar ya!"


"Kalo sudah lahir, Kiya mau ajak dek bayi ke sekolah bareng Kiya"


Nayra dan Mbak Santi tertawa.


***


Malam itu Rama dan Nayra berbincang-bincang sebelum mereka tidur. Nayra duduk bersandar di tempat tidur. Sementara Rama berbaring dan meletakkan kepalanya di atas paha Nayra. Rama mengelus-elus dan menciumi perut istrinya.


"Sayang, ini papa.. kamu lagi ngapain di dalam sana? Papa udah nggak sabar pengen ketemu kamu"


Nayra hanya tersenyum sambil membelai lembut rambut suaminya.


"Mas, kamu pengen bayi perempuan apa bayi laki-laki?"


"Kita kan udah punya Kyara. Jadi aku maunya baby boy. Biar nanti kalau udah gede, dia bisa jadi arsitek yang hebat seperti papanya"


"Kalau seandainya nanti lahir bayi perempuan gimana?"


"Ya nggak pa pa, kita kan bisa bikin anak lagi sampai kita dapat baby boy?"


Nayra tertawa.


"Emangnya kamu mau punya anak berapa Mas?"


"Sebanyak-banyaknya"


"Apa?"


Nayra mencubit hidung suaminya.


"Aku cuma bercanda sayang. Kalau bisa sih tiga, cewek, cowok, terus cewek lagi"


"Semoga Allah mengabulkan ya Mas?"


"Aamiin"


"Oh ya Mas, minggu depan Kyara ulang tahun" ucap Nayra dengan agak ragu.


Tiba-tiba saja raut wajah Rama langsung berubah. Ingatannya berputar kembali saat Kyara dilahirkan ke dunia ini tiga tahun yang lalu. Kurang dari 24 jam setelah Kyara lahir, Aisha pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Mata Rama berkaca-kaca setiap kali mengingat peristiwa itu. Peristiwa paling menyedihkan dalam hidupnya.


"Maaf Mas, kamu pasti jadi ingat sama Mbak Aisha"

__ADS_1


Rama mengangguk perlahan.


Nayra juga merasakan apa yang dirasakan suaminya. Perasaan kehilangan seseorang yang amat dicintai.


"Tapi sudahlah sayang, semuanya sudah berlalu. Aisha sudah tenang di sisi-Nya. Yang penting sekarang aku punya kamu, Kyara dan calon bayi kita. Kalian adalah segalanya bagiku"


Nayra mengangguk.


"Apa tahun ini kita akan merayakan ulang tahun Kyara?"


"Terserah kamu saja sayang"


"Gimana kalau kita bikin pesta kecil-kecilan saja di rumah? Kita undang teman-teman sekolah Kyara. Pasti dia sangat senang"


"Baiklah. Kamu atur saja! Tapi ingat, jangan terlalu capek! Jaga bayi kita!"


"Iya Mas, kamu nggak usah khawatir! Kita kan bisa pakai jasa EO. Aku juga mau mengundang ibu, papa sama mama. Sekalian kita berziarah ke makam Mbak Aisha"


Rama mengangguk.


Dulu waktu Kyara berulang tahun yang pertama dan yang kedua, mereka tidak pernah merayakannya. Karena setiap kali Kyara berulang tahun, mereka selalu teringat pada peristiwa meninggalnya Aisha.


***


Tibalah hari ulang tahun Kyara. Mbak Santi sudah mendandani Kyara. Kyara terlihat sangat cantik memakai dress tutu berwarna ungu. Rambutnya yang hitam dan panjang dikuncir dua.


Pihak EO sudah mendesain ruang tamu menjadi ruang pesta yang sangat indah dengan balon yang berwarna-warni. Makanan dan minuman juga sudah tersedia. Kue ulang tahun berbentuk boneka Barbie juga sudah siap. Di sana juga ada panggung dan badut ulang tahun yang akan menghibur para tamu.


Mereka semua pun menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' untuk Kyara sambil tepuk tangan.


Selamat ulang tahun..


Selamat ulang tahun..


Selamat ulang tahun Kyara,


Semoga panjang umur....


Setelah itu, Kyara pun meniup lilin yang berbentuk angka 3 itu kemudian memotong kuenya.


"Potongan kue pertama buat siapa sayang?" tanya Nayra.


"Buat Mamah"


Nayra tersenyum bahagia. Dia pun menerima potongan kue pertama dari Kyara kemudian mencium kedua pipi putrinya itu.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga Allah memberkahimu dengan kesehatan dan umur yang panjang. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sholehah, pinter, berbakti pada orang tua dan berguna bagi agama, bangsa dan negara.."


"Aamiin" sahut semuanya.


Dan potongan kue kedua, diberikan kepada Rama.

__ADS_1


"Anak papa yang cantik, selamat ulang tahun ya sayang!" Rama pun mencium kedua pipi Kyara.


"Makasih Pah"


Para tamu yang hadir pun bergantian mengucapkan selamat kepada Kyara. Setelah itu, mereka dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan sambil melihat pertunjukan badut yang sangat lucu. Mereka semua tertawa bergembira.


Rama dan Nayra sangat bersyukur atas kebahagiaan yang mereka dapatkan setelah melewati berbagai macam ujian dalam rumah tangga mereka.


"Terima kasih sayang" ucap Rama kepada Nayra.


"Untuk apa Mas?"


"Untuk semuanya. Terima kasih karena kamu sudah hadir dalam hidupku. Terima kasih karena kamu sudah menjadi istriku, dan ibu dari anak-anak ku"


"Sama-sama Mas. Terima kasih kamu sudah menjadi suami dan ayah dari anak-anak ku"


Mereka berdua pun tersenyum bahagia.


***


Setelah acara selesai, Rama mengajak keluarganya dan para ART untuk berziarah ke makam Aisha. Nayra, Bu Aini dan Bu Maya membawakan karangan bunga untuk Aisha. Mereka semua pun menghadiahkan Al-Fatihah untuk almarhumah.


'Mbak Aisha, lihatlah putrimu Kyara! Hari ini dia sudah genap berusia tiga tahun. Dia sangat cantik kan seperti dirimu? Dia juga sudah sekolah PAUD. Kamu pasti sangat bangga memiliki putri yang secantik dan sepintar Kyara. Terima kasih Mbak, karena kamu telah menjadikan aku ibu sambungnya. Terima kasih juga karena kamu telah memberiku suami sebaik Mas Rama' ucap Nayra dalam hati.


'Aisha, aku datang mengunjungimu. Semoga kamu bahagia di sisi-Nya. Aku sangat berterima kasih padamu, karena kamu telah memberiku dua perempuan yang sangat hebat. Mereka adalah perempuan yang sangat berarti dalam hidupku saat ini, Nayra dan Kyara' gumam Rama dalam hati.


'Aisha.. Ibu datang mengunjungimu Nak. Semoga kamu tenang di sana. Nayra sudah menjaga anak dan suami kamu dengan sangat baik' gumam Bu Aini dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....................


Jangan lupa LIKE, komentar dan VOTE yang banyak yaa!! Makasii.. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2