
Kriiiiinggg... Kriiiiiingggg.....
Ponsel Nayra berdering. Waktu itu Nayra sedang di kamar mandi.
"HP kamu bunyi Nay" seru Bu Aini.
"Iya Bu"
Nayra cepat-cepat melilitkan handuk ke tubuhnya kemudian bergegas keluar dari kamar mandi. Nayra pun meraih ponselnya yang ada di atas meja. Dilihatnya layar ponsel itu. Nayra terkejut saat tau kalau Aditya yang sedang menelponnya.
'Hah Mas Adit, matilah aku!' batin Nayra.
Dia pun bergegas masuk kembali ke kamar mandi. Bu Aini memperhatikan tingkah Nayra dengan heran.
Di kamar mandi, jantung Nayra berdebar-debar. Dia masih menatap layar ponselnya yang berdering tanpa ada keberanian untuk menjawabnya.
'Ya Tuhan... aku nggak berani menjawabnya. Apa yang harus ku katakan pada Mas Adit?'
Ponsel yang dia pegang pun berhenti berdering.
Cling!
Nayra mendapatkan satu pesan whatsapp dari Aditya. Nayra penasaran ingin membukanya namun dia tidak berani. Aditya sudah berkali-kali menghubunginya dan mengirim pesan padanya, namun Nayra tidak pernah menjawab maupun membaca pesan itu. Nayra takut. Nayra tidak memiliki keberanian untuk mengatakan pada Aditya kalau besok dia akan menikah dengan Rama. Yang Aditya tau, Nayra ke Jakarta karena kakaknya mau melahirkan. Jadi, Aditya belum tau kalau Aisha sudah meninggal. Dan sekarang Nayra harus menggantikan posisi Aisha untuk menjadi istrinya Rama.
'Maafkan Nayra Mas... mungkin sampai di sini saja hubungan kita. Maafkan Nayra, karena besok Nayra harus menikah dengan orang lain. Maafkan Nayra, karena Nayra nggak bisa menepati janji kita Mas' gumam Nayra dalam hati.
Nayra pun mematikan ponselnya. Dia berniat untuk mengganti nomor ponselnya dengan nomor yang baru agar Aditya tidak bisa menghubunginya lagi. Nayra berniat ingin melupakan Aditya. Nayra pun keluar dari kamar mandi.
"Siapa yang menelponmu Nay?" tanya Bu Aini dengan penasaran.
"Emh... itu... teman kampus Nayra Bu"
"Laki-laki atau perempuan? Siapa namanya?"
"Emh... perempuan kok Bu. Namanya Ana"
'Maafkan Nayra Bu. Nayra terpaksa membohongi ibu. Nayra takut ibu akan marah kalau ibu sampai tau kalau selama ini Nayra punya pacar. Padahal ibu sudah melarang keras Nayra untuk pacaran' batin Nayra.
"Ya sudah, kamu cepat pakai baju sana.
Ibu mau mandi dulu"
"Iya Bu"
Nayra menghela nafas panjang.
'Fuuhh... untung aja ibu nggak curiga' ucap Nayra dalam hati.
__ADS_1
***
Malam itu, Nayra tidak bisa tidur. Sementara Bu Aini sudah tidur pulas. Nayra menatap wajah mungil Kyara yang sudah terlelap di sampingnya. Besok Nayra akan berubah status menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu.
'Mbak Aisha... Nayra janji, Nayra akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Kyara demi kamu Mbak'
Ada butiran air bening yang mengalir dari sudut mata Nayra. Tiba-tiba wajah Aditya melintas di pikirannya. Ingatan Nayra berputar mengenang pertemuan pertamanya dengan Aditya.
Flashback
Waktu itu Nayra baru sampai di kampus. Baru saja memarkirkan motornya, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Dan Nayra lupa tidak bawa payung.
"Aduuhh... hujan lagi, mana aku lupa bawa payung hmm" gerutu Nayra.
Lalu tiba-tiba saja ada seseorang yang menyodorkan sebuah payung tepat di depan matanya. Nayra terkejut lalu memutar kepalanya ke belakang untuk melihat siapa yang menyodorinya payung.
"Pakai aja payung ini!" seru seorang laki-laki tampan yang berdiri tepat di belakang Nayra.
Nayra pun membalikkan badannya. Nayra sejenak menatap laki-laki bertubuh tinggi tegap yang kini berada di depannya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Laki-laki itu melemparkan senyuman manisnya kepada Nayra.
'Ya Allah... indahnya ciptaan-Mu' gumam Nayra dalam hati.
Nayra sampai melongo. Senyuman laki-laki itu bikin hati Nayra meleleh. Nayra menyentuh dadanya. Nayra bisa merasakan jantungnya berdebar kencang tidak karuan.
"Helloow..." seru laki-laki itu karena melihat Nayra sejak tadi hanya bengong.
"Eh iya. Kenapa Mas?" sahut Nayra salah tingkah.
"Tapi, Mas sendiri gimana?"
"Gampang. Aku bisa pakai jaket kulitku"
"Eh nggak usah Mas. Mas nanti basah. Mas pakai aja payungnya. Aku bisa lari kok"
"Kalau gitu kita pakai payungnya berdua aja gimana? Kalau lari kamu nanti basah lo. Hujannya deras gini. Ayo!"
Nayra akhirnya setuju. Mereka berdua pun berjalan beriringan di bawah payung yang sama.
'Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam? Pagi-pagi udah ditolongin sama pangeran ganteng' batin Nayra.
Mereka pun sampai di sebuah gedung. Laki-laki itu melipat payungnya yang basah.
"Makasih Mas atas tumpangannya" ucap Nayra.
"Sama-sama. Oh ya kamu mahasiswa baru ya? Kok aku nggak pernah lihat kamu sebelumnya"
"E iya Mas. Aku baru satu bulan kuliah di sini"
__ADS_1
"Ooh.. Kenalin aku Aditya" ucap Aditya sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Nayra" sahut Nayra kemudian menyambut tangan Aditya.
Itulah pertemuan pertama Nayra dengan Aditya. Pertemuan pertama yang sangat berkesan di hati Nayra maupun Aditya. Karena sejak saat itu, mereka sering bertemu di kampus. Mereka pun saling bertukar nomor ponsel. Dan pada suatu hari Aditya menyatakan cintanya pada Nayra di hadapan teman-teman kampusnya.
"Nayra... I love you Nay. Maukah kamu jadi pacarku?" tanya Aditya yang sedang berdiri sambil memegang kedua tangan Nayra.
Dengan melebarkan senyumnya, Nayra pun menjawab,
"Iya Mas, aku mau"
"Yesss...!!" seru Aditya seraya mengepalkan kedua tangannya ke udara. Aditya pun langsung mendekap Nayra ke dalam pelukannya.
Plok.. Plok.. Plok.. Plok...
Terdengar suara tepukan tangan yang meriah dari teman-teman Nayra maupun Aditya yang menjadi saksi pernyataan cinta mereka. Saat itu Nayra begitu bahagia. Aditya adalah cinta pertamanya.
Hubungan mereka sudah berjalan satu tahun. Mereka sering keluar bareng, makan bareng, jalan-jalan ke mall, nonton film. Bahkan mereka sempat mengucap janji kalau suatu hari nanti mereka akan menikah dan hidup bersama.
Selama ini Nayra sengaja merahasiakan hubungannya dengan Aditya dari ibu dan kakaknya, karena Bu Aini tidak pernah mengizinkan anak-anaknya untuk pacaran. Dulu Bu Aini pernah berpesan pada Aisha dan Nayra,
"Aisha, Nayra... ibu tidak mengijinkan kalian pacaran karena ada sebabnya. Kalian ini perempuan. Ibu hanya berusaha menjaga kalian. Suatu saat nanti jika ada seorang laki-laki yang menyukai kalian, ibu ingin dia datang menemui ibu dan melamar kalian. Seorang laki-laki yang serius, akan datang untuk melamar kalian bukan memacari kalian"
Aisha selalu menuruti kata-kata ibunya. Dia tidak pernah pacaran. Setelah lulus kuliah, Aisha bekerja sebagai staff di sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta. Saat itulah dia bertemu dengan Rama yang tidak lain adalah atasannya. Mereka pun saling menyukai dan akhirnya Rama melamar Aisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.......................
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
Tengkyu ๐