Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Kepulangan Alina


__ADS_3

Satu tahun kemudian..


Rama dan sekretarisnya bersiap-siap untuk mengikuti tender proyek di perusahaan Anggara Corporation. Seperti biasa, Rama selalu optimis dan penuh percaya diri setiap kali mengikuti tender. Dia selalu yakin kalau dia pasti akan menang. Apalagi ada sang istri yang selalu mendoakan keberhasilannya. Ditambah lagi dua anaknya, Kyara dan Daniel yang membuat Rama selalu semangat dalam bekerja.


Rama diikuti oleh sekretarisnya berjalan memasuki ruang meeting yang telah ditunjukkan oleh salah seorang staff. Begitu memasuki ruang meeting, Rama tersentak kaget saat melihat Aditya ada di dalam ruangan itu.


"Aditya, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Rama dengan heran.


"Mas Rama, lama kita tidak bertemu. Aku mau ikut tender mewakili Wirata Architects"


"Apa sekarang kamu bekerja di Wirata Architects?"


"Iya"


Rama semakin kaget. Dia tidak menyangka kalau Aditya sekarang bekerja di salah satu perusahaan arsitektur terbaik di Jakarta. Wirata Architects merupakan salah satu perusahaan kompetitornya. Dan sekarang dia akan bersaing melawan Aditya untuk memperebutkan tender proyek.


Rama dan sekrerarisnya pun menempati kursi mereka. Tak lama kemudian, Raffi Bastian Anggara, CEO Anggara Corporation dan asistennya memasuki ruang meeting. Raffi sendiri yang akan memimpin rapat tender kali ini.


Rama, Aditya dan beberapa peserta dari perusahaan lain pun bergantian mempresentasikan desain mereka di hadapan Raffi.


***


SORE ITU


Rama pulang dari kantor dengan wajah yang kusut dan lesu. Nayra menyambut kepulangan suaminya dengan heran.


"Kamu kenapa Mas? Kenapa muka kamu kelihatan kusut begitu? Apa kamu kalah tender?"


Rama tidak segera menjawab. Dia pun duduk kemudian menyandarkan punggungnya di sofa untuk melepas lelah. Nayra duduk di sampingnya.


"Sayang, kamu pasti nggak akan percaya siapa yang memenangkan tender tadi?"


"Memangnya siapa Mas?" tanya Nayra dengan penasaran.


"Aditya"


Nayra terkesiap.


"Hah Aditya? Maksud kamu Mas Adit?"


Rama mengangguk perlahan.


"Aku benar-benar nggak nyangka. Sekarang Aditya bekerja di Wirata Architects. Dan dia berhasil memenangkan tender itu. Padahal dari awal aku sudah yakin kalau aku yang akan menang. Tapi ternyata aku kalah. Aku telah kalah dari Aditya"


Rama menghela nafas panjang. Dia terlihat sangat kecewa. Nayra pun menggenggam tangan Rama untuk memberikannya semangat.


"Sudahlah Mas, nggak pa pa. Mungkin belum rezeki kita. Lain kali kamu pasti akan menang. Semangat ya!"


Cup!


Nayra mendaratkan bibirnya di pipi kiri suaminya.


Rama tersenyum setelah mendapatkan 'vitamin c' dari Nayra.


"Makasih sayang. Aku beruntung punya istri sepertimu"


Nayra pun tersenyum.


"Aku bikinin kamu hot chocolate ya Mas! Biar mood kamu jadi baik"


"Iya sayang. Oh ya Kyara sama Daniel mana? Kenapa mereka nggak kelihatan?"

__ADS_1


"Mereka lagi main sama Mbak Santi di kamar Kyara"


Rama pun berdiri menyusul anak-anaknya. Sementara Nayra pergi ke dapur untuk membuat coklat panas.


Rama tersenyum saat melihat kedua anaknya sedang bermain bersama. Rasa capeknya seolah hilang seketika begitu melihat kedua buah hatinya itu.


"Papa udah pulang?" seru Kyara setelah melihat kedatangan papanya.


"Udah sayang. Kalian lagi main apa?"


"Kiya lagi main lego sama adek Pah"


Melihat papanya datang, Daniel langsung berdiri dan berjalan menghampiri papanya.


"Pa.. pa.." kata Daniel sambil mengangkat kedua tangannya minta digendong.


Rama pun langsung menggendong Daniel.


"Sayang, kamu kangen ya sama Papa? Papa juga kangen sama kamu.. muah.." Rama mencium pipi Daniel yang tembam dengan gemasnya.


Daniel sekarang sudah berumur satu tahun. Dia sudah bisa berjalan dan bicara sedikit-sedikit. Sementara Kyara sekarang sudah berumur empat setengah tahun dan sudah bersekolah di TK.


"Ini Mas hot chocolate kamu" ucap Nayra sambil menghulurkan secangkir coklat panas kepada Rama.


"Makasih sayang" Rama pun meminum coklatnya.


"Oh ya sayang, tadi Alina menelponku. Katanya hari ini dia akan pulang ke Indonesia. Insya Allah besok dia akan mampir ke sini. Katanya dia pengen ketemu sama Daniel"


"Oya? Aku kangen banget sama Alina, Mas. Besok aku akan masak yang spesial buat menyambut dia"


***


Akhirnya setelah dua tahun kuliah di Amerika, Alina berhasil memperoleh gelar masternya. Kini dia bersiap-siap untuk pulang ke tanah air. Dia sudah menghubungi kedua orang tuanya untuk menjemputnya di bandara.


"Alina, Mama kangen sekali sama kamu sayang" kata Bu Maya sambil memeluk erat putrinya itu.


"Alin juga kangen banget sama Mama"


Setelah itu Alina pun memeluk Pak Samsul.


"Alina, selamat pulang sayang. Papa kangen sekali sama kamu"


"Alin juga Pa"


"Ma, Pa, Alin pengen banget ketemu sama Daniel dan Kyara. Pasti mereka sekarang sudah besar"


"Iya. Daniel sekarang sudah bisa berjalan. Nanti kita mampir sebentar ke rumah kakak kamu. Mereka pasti juga kangen banget sama kamu, Alina" sahut Bu Maya.


"Iya Ma. Alin juga bawain oleh-oleh buat Kyara dan Daniel"


Sebelum pulang ke Bogor, mereka bertiga pun mampir dulu ke rumah Rama.


Rama, Nayra, Kyara dan Daniel menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.


"Alina, kamu makin cantik aja sekarang. Aku kangen banget sama kamu" Nayra pun memeluk Alina.


"Aku juga kangen sama Kakak ipar"


"Kak Rama" Alina pun gantian memeluk kakaknya.


"Kakak benar-benar bangga sama kamu Alina. Akhirnya kamu berhasil menyelesaikan MBA kamu dengan baik di Amerika"

__ADS_1


"Makasih Kak"


Alina menatap Daniel yang sedang digendong oleh Mbak Santi.


"Ini pasti Daniel ya? Masya Allah.. gantengnya keponakan Tante" Alina pun mencium kedua pipi Daniel.


"Kyara, kamu juga udah besar dan makin cantik" Alina juga mencium kedua pipi Kyara.


"Oh ya, Tante punya oleh-oleh buat kalian berdua"


Alina pun memberikan mainan kepada kedua keponakannya. Kyara dan Daniel senang sekali.


"Makasih Tante" ucap Kyara.


"Sama-sama sayang"


Kyara dan Daniel pun membuka mainan baru mereka kemudian memainkannya bersama. Pak Samsul dan Bu Maya menemani kedua cucu mereka bermain.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetok pintu rumah Rama yang terbuka. Semua orang pun menoleh ke arah pintu. Ternyata seorang kurir yang mengantarkan majalah arsitektur langganan Rama. Nayra pun menghampiri kurir itu.


"Selamat siang Bu, saya mau mengantarkan majalah pesanan Bapak Rama" kata kurir itu seraya menyerahkan sebuah majalah.


"Oh iya Mas. Makasih ya!"


"Sama-sama Bu. Permisi"


Nayra pun melihat cover majalah itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat nama 'Aditya Kusuma Wardhana' terpampang di cover majalah untuk yang ke sekian kalinya.


"Ada apa sayang?" tanya Rama dengan heran saat melihat ekspresi wajah Nayra.


"Mas Adit masuk majalah lagi, Mas. Coba kamu lihat ini!"


Deg!


Tiba-tiba jantung Alina bedegup kencang saat mendengar nama Aditya.


Selama dua tahun ini Alina sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Aditya lagi. Dia hanya mendengar kabar tentang Aditya dari Nayra. Dulu Nayra sempat bercerita kalau Aditya pernah memenangkan sayembara desain Masjid Agung yang diadakan oleh Gubernur Jawa Tengah. Dan sejak saat itu, Aditya menjadi salah seorang desainer yang terkenal di Indonesia. Setiap bulan desainnya selalu muncul di majalah arsitektur langganannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.......................

__ADS_1


Minta dukungan LIKE, VOTE dan komentarnya ya! Makasii.. ๐Ÿ™


__ADS_2