Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Menginap (Part 1)


__ADS_3

Rama meraih sendok dan mulai menyuapkan bubur ayam itu ke dalam mulutnya.


'Bubur buatanmu enak sekali Nay.. Akhirnya aku bisa makan masakanmu lagi' gumam Rama dalam hati.


Dia pun menghabiskan semangkok bubur ayam itu tanpa sisa sedikitpun, kemudian meminum wedang uwuh itu sampai habis. Setelah itu Rama bersendawa.


"Errrrrgggghhh...."


Perutnya terasa penuh. Rasa pusing di kepalanya pun berangsur hilang.


Rama melihat jam yang tergantung di dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 tengah hari. Rama meliarkan pandangannya menyusuri setiap sudut kamar Nayra. Rama melihat ada foto Nayra bersama Aisha yang berukuran 10R tergantung di dinding. Rama pun berdiri kemudian menatap foto itu sejenak.


'Nayra, Aisha.. Kalian berdua memang sangat mirip. Kalian juga sama-sama cantik. Aku merasa kalau aku adalah laki-laki paling beruntung di dunia ini. Karena aku memiliki perempuan secantik dan sebaik kalian berdua dalam hidupku' batin Rama.


Rama pun mengalihkan pandangannya ke foto Nayra yang ada di sebelahnya.


'Aisha adalah masa laluku. Dan kamu adalah masa depanku Nay. Aku akan berusaha mencintaimu dan membuatmu bahagia. Dan aku nggak akan membiarkanmu meneteskan air mata lagi. Aku janji Nay' ucap Rama dalam hati.


Tak lama kemudian, terdengar suara adzan yang menggema dari masjid yang ada di samping rumah. Rama pun beranjak keluar dari kamar. Rama ingin pergi ke masjid untuk menunaikan sholat dzuhur.


"Mas Rama, kamu mau kemana Mas?" tanya Nayra yang sedang duduk bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Aku mau ke masjid Nay"


"Apa Mas Rama sudah nggak pusing lagi?"


"Alhamdulillah aku udah agak baikan Nay. Oh ya Nay.. dimana Kyara?"


"Kiya tadi diajak jalan-jalan ke mall sama ibu, Mbak Santi dan Mang Dudung"


"Ke mall?"


"Iya Mas. Katanya ibu mau beliin Kyara baju sama mainan"


"Oohh... Kenapa kamu nggak ikut Nay?"


"Emh.. Mas Rama kan lagi sakit. Mana mungkin aku tinggalin Mas Rama sendirian di rumah"


'Ternyata kamu sebegitu perhatiannya sama aku Nay. Kenapa selama ini aku buta?' gumam Rama dalam hati.


"Emh.. Buburnya udah dimakan Mas?"


"Udah Nay. Bubur buatan kamu enak sekali. Aku sudah menghabiskannya"


"Makasih Mas" Nayra tersenyum senang karena Rama menyukai bubur buatannya.


"Kalau gitu kita ke masjid sama-sama ya Mas! Aku ambil mukena dulu"


"Iya Nay"


Nayra pun masuk ke kamarnya untuk mengambil mukena. Nayra tersenyum senang saat melihat mangkok dan cangkir yang sudah kosong.


'Ternyata Mas Rama betul-betul menghabiskannya'


Setelah Nayra mengambil mukena, mereka berdua pun pergi ke masjid sama-sama. Mereka berdua berjalan beriringan. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.

__ADS_1


***


Setelah selesai sholat, Rama dan Nayra pun kembali ke rumah. Kebetulan saat itu Bu Aini, Kyara, Mbak Santi dan Mang Dudung juga baru pulang dari mall. Mang Dudung dan Mbak Santi membawa masuk barang-barang belanjaan ke dalam rumah.


"Papaa... Mamaa..." seru Kyara begitu melihat Rama dan Nayra.


Kyara pun berlari menghampiri mereka. Dan Rama pun langsung menggendong putrinya itu.


"Sayang kamu habis jalan-jalan ke mall sama Oma ya?" tanya Rama.


"Iya Pa"


"Kamu tadi dibeliin apa sama Oma, sayang?" tanya Nayra.


"Baju sama boneka Ma"


"Udah bilang makasih belum sama Oma?"


"Udah Ma"


"Anak pinter" ucap Nayra sembari mengelus-elus rambut Kyara.


"Nak Rama, apa kamu sudah sembuh?" tanya Bu Aini.


"Alhamdulillah saya sudah agak baikan Bu"


"Alhamdulillah.. kalian berdua habis dari masjid ya?" tanya Bu Aini karena melihat Nayra sedang membawa mukena.


"Iya Bu" sahut Rama dan Nayra kompak.


Bu Aini senang melihat Rama dan Nayra sudah baikan.


"Tapi saya baru saja makan bubur buatan Nayra Bu" sahut Rama.


"Kan cuma bubur. Pasti Nak Rama belum kenyang kan?"


Rama merasa tidak enak kalau harus menolak tawaran ibu mertuanya.


"Baiklah Bu"


Nayra pun membawa Rama dan Kyara ke restoran.


***


Setelah selesai sholat, Bu Aini mengajak Mbak Santi dan Mang Dudung ke restoran untuk makan siang sama-sama.


Kini mereka semua pun duduk dalam satu meja kemudian makan siang bersama sambil berbincang-bincang.


"Nak Rama, hari ini Nak Rama nginap di sini atau mau langsung pulang ke Jakarta?" tanya Bu Aini.


"Emh.. sebenarnya besok saya harus ke kantor Bu. Saya ada meeting penting dengan klien"


"Jadi hari ini Nak Rama mau langsung pulang ke Jakarta?"


"Saya sih terserah Nayra saja Bu"

__ADS_1


"Hah? Kenapa jadi terserah aku Mas?" Nayra menatap Rama dengan tajam.


"Aku hanya akan pulang ke Jakarta kalau kamu ikut bersamaku Nay"


"Tapi aku masih ingin di sini Mas. Aku masih kangen sama ibu"


"Kalau begitu kalian pulang besok pagi saja! Malam ini kalian nginap di sini dulu! Pasti Nak Rama juga masih capek kan?" seru Bu Aini.


"Iya Mas. Aku nggak mau Mas Rama sakit lagi gara-gara nyetir malem-malem" sahut Nayra.


"Baiklah. Kita akan pulang besok pagi. Nanti aku hubungi sekretarisku untuk reschedule meetingnya"


"Ibu senang sekali kalian mau nginap di sini. Kyara nanti bobo sama Oma ya sayang ya!"


"Iya Oma"


'Hah Kiya mau tidur sama ibu? Trus aku harus tidur berdua sama Mas Rama malam ini? Oh nooo!!' gumam Nayra dalam hati.


"Emh.. Kiya nanti bobo sama Mama aja ya sayang ya? Kiya kangen kan sama Mama?"


"Biarin aja Kyara tidur sama ibu malam ini Nay! Ibu juga masih kangen sama cucu ibu. Besok kan kalian sudah kembali ke Jakarta"


"Biarin aja Kyara tidur sama omanya Nay!" sahut Rama.


'Mas Rama apa-apaan sih? Apa dia sengaja mau tidur berdua saja denganku malam ini?' batin Nayra.


Nayra tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia pun terpaksa mengalah.


Bu Aini sengaja berbuat demikian agar Rama dan Nayra bisa tidur berdua malam ini. Bu Aini ingin agar mereka bisa saling mencintai dan hidup layaknya sepasang suami istri.


Bu Aini kasihan sama Nayra karena ternyata selama ini Nayra tidak pernah mendapatkan cinta dari Rama. Bu Aini terkejut saat tau kalau Rama dan Nayra tidur terpisah selama ini. Bu Aini tau semua itu dari Mbak Santi. Mbak Santi sudah menceritakan semuanya pada Bu Aini sewaktu jalan-jalan di mall tadi. Bu Aini sampai menangis mendengar cerita Mbak Santi. Bu Aini tidak menyangka kalau Nayra hidup menderita selama ini.


Selama ini Bu Aini mengira kalau Rama sudah bisa melupakan Aisha dan mencintai Nayra. Tapi rupanya Rama dan Nayra selama ini hanya bersandiwara di depannya. Mereka berdua terlihat mesra jika di depan Bu Aini, Pak Syamsul, Bu Maya dan Alina.


Selama ini Nayra tidak pernah cerita apa-apa pada siapa pun soal kehidupan rumah tangganya. Dia tidak mau membuat keluarganya sedih. Dia lebih suka memendam semuanya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG..................


Jangan lupa Like, komentar, dan vote-nya yaa! Tengkyu.. ๐Ÿ™


__ADS_2