
WARNING!!!
Khusus 21+ ya.. yang belum cukup umur silahkan skip dulu... π
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Tiiiiiinnnn.. Tiiiiiinnnnn...
Hari sudah malam saat Rama dan yang lainnya tiba di rumah. Mendengar suara klakson, Bi Surti dan Mbak Santi keluar untuk menyambut kepulangan majikannya.
Mang Dudung turun dari mobil lalu mengeluarkan koper Rama dari bagasi mobil.
Rama turun lalu menggendong Kyara yang tertidur pulas di pangkuan Nayra selama dalam perjalanan tadi. Kemudian Nayra pun turun.
"Assalamu'alaikum" ucap Rama dan Nayra sambil tersenyum ke arah Bi Surti dan Mbak Santi.
"Wa'alaikumsalam. Selamat pulang ke rumah Pak Rama" ucap Bi Surti dan Mbak Santi dengan ramah.
Rama pun membawa masuk Kyara ke dalam rumah lalu menaiki anak tangga menuju kamar Kyara. Nayra mengikutinya dari belakang. Rama menidurkan Kyara di tempat tidurnya lalu mengecup lembut kening putrinya itu.
Setelah itu Rama meraih tangan Nayra lalu menariknya keluar dari kamar Kyara. Nayra sampai kaget.
"Ada apa Mas?"
Rama tidak mempedulikan pertanyaan Nayra dan terus berjalan sambil menarik tangan istrinya. Dan Nayra hanya bisa pasrah mengikuti suaminya.
Rama membawa Nayra masuk ke kamar mereka kemudian mengunci pintu. Kini Nayra mengerti apa yang diinginkan suaminya. Rama langsung mendekati Nayra kemudian melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Nayra.
"Aku kangen sama kamu" ucap Rama.
"Aku juga"
Rama pun mendekatkan bibirnya ke bibir Nayra dan langsung mencium bibir istrinya itu.
Rama sudah tidak tahan lagi. Selama dalam perjalanan tadi dia berusaha menahan diri. Tapi kini gairahnya sudah tidak terbendung lagi.
Mereka berdua pun saling berciuman. Mereka melepaskan rasa rindu yang selama ini menyiksa batin mereka.
Setelah berciuman cukup lama, Rama pun menarik bibirnya untuk memberi jeda agar mereka bisa bernafas dengan lega. Rama mendekatkan bibirnya ke telinga Nayra, lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
"Sayang, malam ini tolong puaskan aku! Aku ingin 'berolah raga' denganmu sampai pagi.."
"Hah?? Sampai pagi??"
__ADS_1
"Em" Rama mengangguk.
"Kamu mau kan??"
Nayra tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Dia tidak mungkin menolak keinginan suaminya. Rama pun tersenyum senang.
"Tapi aku ganti baju dulu ya Mas!"
"Iya. Pakai yang sexy ya!"
Nayra mengangguk lagi sambil tersenyum. Kemudian dia bergegas ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dengan lingerie berwarna merah yang sangat transparan dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sexy. Malam ini Nayra ingin melayani suaminya sampai puas karena sudah lama mereka tidak 'berolah raga' bersama.
Beberapa saat kemudian, Nayra keluar dari kamar mandi. Rama sudah menunggunya sambil duduk di tepi tempat tidur.
Melihat Nayra memakai lingerie dengan rambutnya yang tergerai panjang membuat Rama tidak bisa menahan dirinya lagi. Rama memandang setiap lekuk tubuh Nayra yang terlihat dari balik lingerienya yang sangat transparan. Rama menatap Nayra tanpa berkedip. Ditatap seperti itu Nayra merasa malu. Dia pun tersenyum sambil menundukkan wajahnya.
Rama berdiri lalu berjalan mendekati Nayra. Rama melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nayra lalu merapatkan tubuh mereka.
"Kamu cantik sekali malam ini sayang" ucap Rama setengah berbisik ke telinga Nayra.
Nayra hanya tersenyum mendengar pujian suaminya.
Setelah itu Rama mencium kedua pipi Nayra, kening Nayra, hidung Nayra lalu turun ke bibirnya. Rama mencium bibir Nayra dengan lembut. Nayra pun membalas ciuman suaminya. Semakin lama ciuman itu pun semakin dalam. Dan ciuman itu berlangsung sangat lama hingga mereka tidak bisa mengendalikan diri lagi.
Rama mencium bibir Nayra lagi. Sambil terus berciuman, Rama perlahan mendorong tubuh Nayra hingga ke tempat tidur. Dan adegan itu pun berlanjut di atas tempat tidur.
Rama menciumi dan mencumbu setiap jengkal tubuh Nayra dari atas hingga ke bawah dengan penuh gairah sambil melucuti pakaian Nayra satu per satu. Dan terakhir Rama melepas celananya dan bersiap untuk menerjang istrinya.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua setelah sekian lama. Nayra melayani suaminya berkali-kali sampai suaminya benar-benar puas dan kelelahan.
Dan malam itu mereka tertidur sambil berpelukan tanpa berpakaian. Hanya selimut yang membalut tubuh mereka.
***
Keesokan paginya begitu mendengar suara adzan subuh, Nayra merasa berat untuk membuka kelopak matanya. Nayra menggeliat. Dia merasa badannya sakit semua karena semalam mereka berolah raga sampai pukul satu dini hari.
"Bangun Mas sudah subuh!"
"Emm" sahut Rama dengan mata yang masih terpejam.
Nayra pun duduk lalu menarik tangan Rama agar Rama bangun.
"Ayo Mas bangun! Kita sholat dulu, habis itu nanti kamu boleh tidur lagi"
__ADS_1
Rama pun memaksa tubuhnya untuk duduk lalu perlahan membuka matanya. Tiba-tiba Rama tertawa begitu melihat sekujur tubuh Nayra yang penuh dengan tanda kepemilikan berwarna kemerahan.
"Kenapa kamu tertawa? Ini kan hasil perbuatanmu. Kamu puas kan melihatku seperti ini?"
"Aku belum puas" ucap Rama sembari menggelengkan kepalanya.
"Apa??"
Tanpa basa-basi lagi Rama pun mendorong tubuh Nayra hingga terbaring lagi kemudian menindihnya. Nayra bisa merasakan milik Rama yang sudah mengeras.
"Lagi??" tanya Nayra.
"Iya"
Rama pun menambah lagi tanda merah di sekujur tubuh istrinya. Dan mereka pun 'berolah raga' lagi. Nayra hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya.
Setelah puas bercinta, Rama pun bangun dari tempat tidur lalu membopong tubuh Nayra dan membawanya masuk ke kamar mandi. Mereka pun mandi bersama di bawah guyuran air shower yang hangat.
Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah sholat, Rama melanjutkan tidurnya lagi karena hari ini dia tidak ke kantor. Sementara Nayra keluar untuk mengecek Kyara di kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.......................
__ADS_1
Jangan cuma baca doang trus kabur ya.. Tolong tinggalkan jejak LIKE, komen dan VOTE poin sebanyak-banyaknya setiap habis membaca..!!! Terima kasih**.. π**