Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Status Baru


__ADS_3

Suara adzan subuh menyapa telinga Nayra. Namun Nayra masih enggan membuka matanya. Entah kenapa Nayra merasakan kehangatan yang membuatnya merasa nyaman dan ingin terus melanjutkan tidurnya. Nayra membayangkan kalau dia sedang memeluk gulingnya yang empuk dan nyaman. Padahal tanpa dia sadari, yang dipeluknya itu bukan guling melainkan tubuh Rama. Rama juga tidak sadar kalau dia sedang memeluk Nayra. Rama pikir yang tidur di sampingnya adalah Aisha. Karena selama ini Rama terbiasa tidur sambil memeluk Aisha.


"Oeeekkk... Oeeekkk..." Tiba-tiba Kyara terbangun dari tidurnya.


Mendengar suara tangisan Kyara, Nayra langsung membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat menyadari kalau yang dipeluknya ternyata bukan sebuah guling melainkan tubuh Rama.


'Hah.. Kenapa gulingku berubah jadi Mas Rama??'


Saat itu posisi kepala Nayra tepat berada di atas dada bidang Rama. Nayra bisa mendengar suara detak jantung Rama. Nayra pun mengangkat kepalanya. Dia melihat Rama masih terlelap dalam tidurnya. Nayra pun berusaha untuk melepaskan diri. Tapi Rama malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas Rama, lepaskan aku!" seru Nayra.


"Jangan pergi Aisha! Tetaplah di sisiku!" ucap Rama dengan mata yang masih terpejam.


'Aisha?? Ternyata Mas Rama berfikir kalau aku ini Mbak Aisha...'


Entah kenapa hati Nayra begitu sakit saat mendengar Rama menyebut nama Aisha. Padahal jelas-jelas yang dia peluk saat ini adalah Nayra, bukan Aisha. Nayra menatap Rama dengan mata yang berkaca-kaca.


"Oeeekkk... Oeeekkkk..."


Suara tangis Kyara terdengar semakin kencang. Rama pun membuka matanya. Rama terkejut saat melihat Nayra ada dalam pelukannya.


"Nayra??"


Rama segera melepaskan pelukannya kemudian menjauhkan tubuhnya dari Nayra.


"Maafkan aku Nay, aku benar-benar nggak sengaja melakukannya"


"Sudahlah Mas, lupain aja!"


Nayra segera bangun dan bergegas menghampiri Kyara di box bayinya.


"Cup cup cup sayang..." Nayra pun menggendong Kyara dan berusaha untuk menenangkannya.


Seperti biasa, Nayra meletakkan jari telunjuknya di ujung bibir mungil Kyara untuk mengetes apa Kyara sedang haus atau tidak. Kyara pun berusaha menghisap jari telunjuk Nayra.


"Kamu haus ya?"


"Biar aku aja yang bikin susu untuk Kyara" seru Rama.


Rama bergegas mengambil botol susu kemudian membuatkan susu formula untuk Kyara. Setelah jadi, Rama langsung memberikannya kepada Nayra.


"Makasih Mas"


Nayra pun meminumkan susu itu kepada Kyara.


"Buat apa? Kyara kan tanggung jawabku juga"


Nayra sontak menatap Rama dengan tajam.


'Huh dasar nggak kreatif. Itu kan kata-kataku semalam. Apa dia sengaja ingin membalasku?'


Rama sama sekali tidak mempedulikan tatapan tajam Nayra. Dia pun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu, dia mengambil sajadah kemudian melaksanakan sholat subuh.


Nayra duduk di tempat tidur dan menyandarkan badannya ke tembok sambil memangku Kyara yang sedang minum susu. Sejenak Nayra memperhatikan Rama yang sedang sholat dengan khusyuk.

__ADS_1


'Mas Rama.. selain tampan ternyata kamu juga laki-laki yang sholeh. Pantesan Mbak Aisha jatuh cinta padamu'


'Ahh.. kenapa aku jadi mikirin Mas Rama sih?'


Nayra pun mengalihkan pandangannya ke Kyara. Setelah menghabiskan susunya, Kyara kembali terlelap. Nayra pun meletakkannya kembali ke dalam box bayi. Setelah itu Nayra pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai sholat, Rama melangkah menghampiri Kyara. Rama menatap wajah bayi kecilnya yang sudah terlelap. Rama pun menyentuh pipi tembam Kyara dengan jari telunjuknya. Tiba-tiba ada senyuman terukir di bibir mungil Kyara, padahal bayi itu masih memejamkan matanya. Rama senang sekali melihatnya. Dia pun ikut tersenyum.


Begitu keluar dari kamar mandi, Nayra terkejut saat melihat Rama sedang tersenyum.


'Apa aku nggak salah lihat? Mas Rama sedang tersenyum??'


Nayra tertegun memperhatikan pemandangan langka yang ada di depan matanya. Baru kali ini Nayra melihat Rama tersenyum setelah kepergian Aisha. Entah kenapa hanya dengan melihat senyuman Rama, hati Nayra begitu bahagia.


'Alhamdulillah... terima kasih Kyara. Kamu telah mengembalikan senyuman papamu yang telah lama hilang'


Rama merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Dia pun menoleh ke samping. Nayra jadi salah tingkah saat ketahuan memperhatikan Rama sejak tadi. Nayra pun beranjak mengambil mukena dan sajadah lalu melaksanakan sholat subuh.


***


Setelah mandi dan ganti pakaian, Nayra turun ke bawah kemudian menyerahkan Kyara kepada Mbak Santi (baby sitter Kyara) untuk dimandikan.


Setelah itu, Nayra pergi ke dapur. Di dapur sudah ada Bu Aini yang membantu Bi Surti menyiapkan menu untuk sarapan.


"Pagi Bu, pagi Bi Surti"


"Pagi Nay" sahut Bu Aini.


"Selamat pagi Bu Nayra" sahut Bi Surti.


"Tapi kan Bu Nayra sudah jadi istrinya Pak Rama. Otomatis Bibi harus memanggil Bu Nayra mulai sekarang"


"Hemh.. terserah Bibi aja deh"


Nayra pun membantu Bi Surti menyiapkan menu sarapan. Awalnya Bi Surti menolak dibantu sama Bu Aini dan Nayra. Tapi karena Bu Aini dan Nayra memaksa, Bi Surti pun mengizinkan mereka berdua membantunya.


Mereka bertiga pun memasak bersama. Setelah masakannya matang, mereka menyiapkannya di meja makan.


"Nay, kamu panggil suamimu untuk sarapan gih!" seru Bu Aini.


"Iya Bu"


Nayra pun naik ke atas untuk memanggil Rama.


Tok.. Tok.. Tok...


Nayra mengetok pintu kamar Rama.


"Mas Rama, sarapan sudah siap Mas" seru Nayra setengah berteriak.


"Iya.. sebentar lagi aku turun" sahut Rama dari dalam.


Nayra pun kembali turun ke meja makan. Bu Aini, Pak Syamsul, Bu Maya dan Alina sudah duduk di sana.


"Pagi kakak iparku yang cantik" seru Alina seraya menepiskan senyumnya kepada Nayra.

__ADS_1


"Pagi" sahut Nayra.


'Tadi Bi Surti memanggilku Bu Nayra, dan sekarang Alina memanggilku kakak ipar. Hemm.. sekarang aku benar-benar menyandang status baru di rumah ini'


"Waaah.. kakak ipar, pagi-pagi udah mandi basah" tutur Alina sambil tersenyum, dia sengaja ingin menggoda Nayra.


Pak Syamsul dan Bu Maya tiba-tiba memperhatikan rambut Nayra yang masih basah. Kemudian mereka berdua tersenyum.


'Astagaa.. kenapa aku tadi pakai acara keramas segala sih? Pasti mereka berfikir kalau aku dan Mas Rama semalam sudaah... Oh nooo'


Tiba-tiba Rama muncul. Kebetulan Rama juga habis mandi keramas. Semua mata tertuju pada rambut Rama yang basah. Mereka pun saling berpandangan sambil tersenyum. Rama tidak menyadari kalau semua orang sedang memperhatikannya. Dia hanya makan sambil menundukkan pandangannya.


'Oh my God, kenapa Mas Rama ikut-ikutan mandi keramas sih? Pasti mereka semua berfikir kalau semalam kami habis malam pertama...'


'Ahh bodo amat, terserah mereka mau mikir apa. Lebih baik makan aja. Cacing di perutku udah pada demo...'


Nayra pun segera mengambil makanan kemudian memakannnya dengan lahap.


Selesai sarapan, Pak Syamsul, Bu Maya dan Alina langsung kembali ke Bogor. Kebetulan Pak Syamsul ada proyek yang harus segera ditangani. Alina pun harus kembali kuliah. Rama dan Nayra mengantar mereka sampai ke depan rumah.


"Rama, Nayra.. kami pulang dulu ya! Kalian berdua harus menjaga Kyara dengan baik!" seru Bu Maya.


"Iya Ma"


"Bye Kak Rama, Kakak ipar. Assalamu'alaikum" seru Alina.


"Wa'alaikumsalam"


Pak Syamsul, Bu Maya dan Alina pun naik ke dalam mobil. Mobil itu pun bergerak perlahan meninggalkan Rama dan Nayra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....................


Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa...!!!


Terima kasih ๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2