
Setelah mencapai klimaks, Rama terkulai di samping Nayra. Sekujur tubuhnya telah basah oleh keringat meskipun ruangan itu ber-AC. Setelah berolah raga dengan Nayra tenaganya seolah terkuras habis. Tenggorokannya juga kering. Dia pun berdiri lalu mengambil segelas air yang ada di atas meja dan langsung meneguknya sampai habis. Nayra masih berbaring di atas tempat tidur.
"Sayang, apa kamu mau minum?"
"Boleh Mas"
Rama pun menuangkan segelas air dan memberikannya kepada Nayra. Nayra pun langsung meminumnya. Setelah itu, dia pun bangun sambil menahan perih di area selangkangannya.
Kemudian mereka berdua pun berpakaian. Setelah itu, Nayra menarik sprei yang terkena bercak darah keperawanannya dan membawanya ke kamar mandi untuk dicuci.
"Aku mau nyuci ini dulu ya Mas"
"Cuci besok pagi saja sayang"
"Ini harus dicuci sekarang Mas, kalau besok takut kering dan susah hilangnya"
"Terserah kamu sajalah.."
Rama pun mengganti spreinya dengan yang baru. Kemudian Rama membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menunggu Nayra.
Beberapa saat kemudian Nayra pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Rama di tempat tidur.
"Sudah sayang?"
"Sudah Mas"
Nayra pun berbaring di samping Rama. Kemudian Rama pun menarik Nayra ke dalam pelukannya. Nayra mendekap erat tubuh Rama dan menyandarkan kepalanya di atas dada bidang milik suaminya itu. Nayra merasa nyaman. Seolah dia sedang memeluk guling kesayangannya.
Sebelum tidur mereka berdua pun berbincang-bincang.
"Sayang.."
"Iya Mas"
"Terima kasih ya!"
"Untuk apa?"
"Untuk semuanya. Untuk pengorbananmu selama ini, untuk kesetiaanmu, perhatianmu, cintamu padaku dan juga Kyara. Dan untuk kesempatan kedua yang kau berikan padaku untuk memperbaiki hubungan kita"
"Iya Mas. Aku juga berterima kasih padamu atas semua usahamu untuk memperbaiki hubungan kita. Aku sangat bahagia. Akhirnya sekarang aku merasa menjadi seorang istri yang sesungguhnya.."
__ADS_1
"Iya sayang. Dan aku menjadi seorang suami yang sesungguhnya"
"Mas, sejak kapan kamu memasang foto pernikahan kita di situ?" Nayra menunjuk foto pernikahannya dengan Rama yang tergantung di dinding.
"Sejak kamu pergi dari rumah meninggalkan aku dan Kyara waktu itu. Kamu tau sayang, waktu itu aku benar-benar merasa kehilanganmu. Aku selalu memikirkanmu dari pagi sampai malam. Sampai aku kehilangan nafsu makan. Lalu aku memutuskan untuk melupakan Aisha dan belajar mencintaimu. Aku pun membakar semua foto pernikahanku bersama Aisha.."
"Apa? Dibakar?"
"Iya sayang, aku sudah membakar semuanya tanpa sisa. Karena aku tidak mau kehilanganmu. Waktu itu aku baru sadar kalau aku ternyata sangat membutuhkanmu, dan aku sangat mencintaimu.."
Nayra senang sekali mendengarnya.
"Aku juga sangat mencintaimu, Mas"
Cup!
Nayra pun mencium pipi kanan suaminya. Rama tersenyum senang. Dia pun mengecup kening Nayra dan mengeratkan pelukannya.
"Sudah larut malam sayang, ayo kita tidur! Besok aku harus ke kantor pagi-pagi untuk mengikuti employee gathering"
"Iya Mas"
"Oh ya Mas, besok pestanya jam berapa?"
"Aku minta maaf sayang karena selama ini aku belum pernah mengajakmu ke kantor dan mengenalkanmu pada semua staff ku"
"Nggak pa pa Mas"
"Ya sudah, sekarang tidurlah!"
Mereka berdua pun mulai memejamkan mata.
***
Seperti biasanya, Nayra terbangun begitu mendengar suara adzan subuh. Rama pun demikian.
"Selamat pagi sayang..." ucap Rama seraya menepiskan senyumnya.
"Pagi Mas"
Lalu tiba-tiba saja Rama menindih tubuh Nayra dan mencengkeram kedua tangannya hingga Nayra tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Mas mau ngapain Mas?"
Tanpa menghiraukan pertanyaan Nayra, Rama pun langsung ******* bibir tipis Nayra. Nayra tidak menyangka kalau Rama akan menyerangnya lagi. Nayra pun tidak bisa berkutik. Nayra hanya pasrah menerima perlakuan suaminya...
Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi saat mereka berdua selesai berolah raga. Rama pun langsung membopong tubuh Nayra dan membawanya masuk ke kamar mandi. Rama menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya dan tubuh Nayra. Mereka berdua pun mandi bersama.
Padahal sudah dua tahun mereka menikah. Tapi mereka merasa seperti sepasang pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.
Setelah mandi dan ganti pakaian, mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah salam, Nayra pun mencium punggung tangan suaminya. Kemudian mereka memanjatkan doa kepada sang pencipta.
"Alhamdulillah ya Allah.. sekarang aku tidak sholat sendirian lagi. Terima kasih karena Engkau sudah memberikan seorang imam kepadaku. Aku sudah memutuskan untuk memulai semuanya dari awal bersama Mas Rama dan juga Kyara. Aku mohon berkahilah keluarga kami ya Allah.. Aamiin' doa Nayra dalam hati.
"Ya Allah.. ampunilah aku atas semua dosa-dosaku selama ini. Sudah dua tahun aku menikahi Nayra tapi baru sekarang aku memberinya nafkah batin. Ampuni aku karena aku tidak memperlakukan dia layaknya seorang istri sebelumnya karena aku belum bisa melupakan Aisha.."
"Tapi kini aku sangat mencintai Nayra. Aku ingin memulai semuanya dari awal bersama Nayra. Ya Allah tolong berkahilah pernikahan kami.. dan satukanlah kami untuk selama-lamanya.. Aamiin' doa Rama dalam hati.
Selesai sholat dan berbenah diri, mereka pun keluar dari kamar. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuruni anak tangga menuju ke meja makan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....................
Notes :
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, komen dan VOTE yg banyak ya! Makasii.. ๐