Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Rama Menyesal


__ADS_3

Pengorbanan yang paling besar adalah saat kita dengan ikhlas memberi kebahagiaan kepada orang lain tanpa memikirkan kebahagiaan kita sendiri....


Nayra_


-----------------------------------


Entah kenapa hati Rama terluka melihat air mata Nayra. Rama menyesal karena telah membuat Nayra menangis. Rama menatap meja makan yang penuh dengan makanan yang sudah dingin.


'Apa semua ini Nayra yang sudah memasaknya untukku?'


'Ya Tuhan.. Nayra pasti sudah lama menungguku sampai dia tertidur di sini'


Rama melangkahkan kakinya menuju kamar Nayra. Rama bisa mendengar suara isak tangis Nayra di balik pintu kamarnya. Rama pun memberikan diri untuk mengetuk pintu itu.


Tok.. Tok.. Tok...


Nayra menghentikan tangisnya begitu mendengar suara ketukan di daun pintu kamarnya.


"Nayra tolong buka pintunya Nay!" ucap Rama dari balik pintu.


Namun tiada sahutan dari Nayra. Nayra masih sakit hati. Dia enggan membukakan pintu untuk Rama.


Tok.. Tok.. Tok...


"Nayra.. tolong maafkan aku Nay! Aku bisa jelaskan kenapa aku terlambat pulang. Tapi buka dulu pintunya Nay! Aku mohon!"


Nayra tidak juga membukakan pintu.


"Nayra ayo kita makan Nay! Pasti kamu belum makan kan? Aku juga belum makan"


'Apa? Mas Rama belum makan?' batin Nayra.


Nayra pun menghapus air matanya kemudian membukakan pintu.


Ceklek!


Rama lega karena Nayra mau membukakan pintu. Nayra menatap Rama dengan tajam.


"Apa Mas Rama belum makan? Atau itu cuma alasan saja agar aku mau membukakan pintu?"


"Aku memang belum makan Nay. Pasti kamu juga belum makan kan? Ayo kita makan sama-sama"


Nayra pun melangkahkan kakinya menuju meja makan diikuti oleh Rama.


"Makanannya sudah dingin. Biar aku panasin dulu"


Nayra pun memanasi makanan itu sebentar kemudian menyajikannya kembali di meja makan. Setelah itu Nayra mengambil makanan kemudian duduk agak berjauhan dengan Rama.


'Kenapa Nayra duduk di sana? Apa dia masih marah padaku?' Rama menatap Nayra yang mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Mereka berdua pun makan tanpa bersuara. Hanya terdengar suara sendok dan piring yang beradu. Sesekali Rama melirik Nayra yang sejak tadi hanya diam saja.


Selesai makan Nayra pun berdiri hendak kembali ke kamarnya, namun Rama menghentikan langkah Nayra.


"Tunggu dulu Nay! Aku ingin bicara sebentar"


"Maaf Mas, aku sudah ngantuk. Aku tidur dulu"


Nayra pun beranjak menuju kamarnya. Rama kecewa karena Nayra tidak mau mendengarkan penjelasannya. Rama pun membereskan meja makan kemudian naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Setelah ganti baju, Rama menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Rama terdiam menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba bayangan wajah Nayra yang sedang menangis menghantui pikirannya.


'Nayra, maafkan aku. Aku sudah membuatmu menangis...'

__ADS_1


Rama terus memikirkan Nayra hingga ia terlelap dalam tidurnya.


***


Pagi-pagi sekali Nayra sudah mandi dan ganti pakaian. Dia pun memasukkan baju-bajunya ke dalam koper kecil miliknya. Nayra menatap Kyara yang masih tidur dengan pulas. Nayra pun mencium kedua pipi dan kening Kyara.


"Sayang, Mama pergi dulu ya.. Maafin Mama karena harus ninggalin kamu" ucap Nayra seraya menitikkan air matanya.


Nayra pun menyeka air matanya kemudian membawa koper itu keluar kamar.


"Bu Nayra, ibu mau kemana Bu?" tanya Mbak Santi.


"Aku mau pulang kampung Mbak. Aku kangen sama ibu"


"Pulang kampung? Apa Bu Nayra semalam habis bertengkar sama Pak Rama?"


Nayra menatap tajam Mbak Santi.


"Maaf Bu. Saya sudah lancang" ucap Mbak Santi sambil menundukkan wajahnya.


Tiba-tiba saja Nayra memeluk Mbak Santi. Mbak Santi sampai kaget karena tidak biasanya Nayra memeluknya seperti itu. Nayra menangis di pelukan Mbak Santi.


"Bu Nayra kenapa Bu?"


"Aku sudah nggak kuat lagi Mbak. Aku mau pergi saja dari sini"


"Yang sabar ya Bu" Mbak Santi ikut menitikkan air matanya.


Mbak Santi pun mengelus-elus punggung Nayra untuk menenangkannya. Dalam hati Mbak Santi merestui langkah yang diambil Nayra untuk pergi meninggalkan Rama. Karena selama ini Mbak Santi kasihan sama Nayra. Biar Rama menyesal nantinya setelah kehilangan Nayra.


"Aku titip Kyara ya Mbak" Nayra melepaskan pelukannya.


"Kenapa ibu nggak membawa non Kyara saja Bu. Pasti dia nanti nangis nyariin Bu Nayra"


"Sebenarnya aku juga ingin membawa Kyara Mbak. Tapi aku takut Mas Rama akan marah kalau aku membawa Kyara pergi"


"Baik Bu"


Nayra pun menghampiri Bi Surti yang sedang memasak di dapur. Bi Surti kaget melihat Nayra yang sudah berpakaian rapi pagi-pagi begini.


"Bi Surti, Nayra pamit ya Bi"


"Bu Nayra mau kemana pagi-pagi begini?"


"Nayra mau pulang kampung Bi. Nayra kangen sama ibu. Sudah lama Nayra nggak pulang kampung"


Mata Bi Surti berkaca-kaca melihat Nayra. Bi Surti pun memeluk Nayra dengan erat.


"Bu Nayra yang sabar ya Bu! Bibi titip salam buat Bu Aini"


"Iya Bi"


Nayra pun melepas pelukannya.


"Nayra titip ini ya Bi. Tolong berikan sama Mas Rama" ucap Nayra seraya menyerahkan sepucuk surat kepada Bi Surti.


"Iya Bu Nayra. Nanti akan Bibi sampaikan. Hati-hati ya Bu!"


"Iya Bi, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Nayra pun keluar kemudian berpamitan kepada Mang Dudung yang sedang membersihkan halaman rumah. Setelah itu Nayra masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobil itu perlahan meninggalkan rumah.

__ADS_1


***


Tok.. Tok.. Tok...


"Pak Rama, sarapan sudah siap Pak" seru Bi Surti.


Rama kaget saat mendengar teriakan Bi Surti. Karena biasanya Nayra lah yang memanggilnya untuk sarapan. Rama pun segera membukakan pintu.


Ceklek!


"Bi Surti? Nayra mana Bi?"


"Bu Nayra sudah pergi Pak"


"Pergi? Pergi kemana Bi?"


"Katanya mau pulang kampung Pak. Tadi Bu Nayra titip ini buat Pak Rama"


"Pulang kampung?"


Bi Surti menghulurkan sepucuk surat kepada Rama. Rama pun menyambutnya dan segera membukanya. Rama membaca isi surat itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mas Rama, Nayra pergi dulu Mas...


Maafkan Nayra kalau selama ini Nayra nggak bisa menjadi istri yang baik buat Mas Rama.


Nayra tau sampai kapan pun Nayra nggak akan pernah bisa menggantikan posisi Mbak Aisha di hati Mas Rama.


Jadi Nayra mohon lepaskan saja Nayra Mas, Nayra sudah nggak kuat lagi...


Karena sekuat apapun Nayra berusaha, Nayra tetap nggak bisa meluluhkan hati Mas Rama...


Tolong jaga Kyara baik-baik Mas!


Nayra.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Dada Rama terasa sesak membaca isi surat itu. Ada butiran kristal bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Rama pun jatuh terduduk sambil menangisi kepergian Nayra. Bi Surti ikut menangis menyaksikan pemandangan di depan matanya.


Rama menyesali perbuatannya selama ini yang telah menyia-nyiakan istri sebaik Nayra. Rama juga menyesal telah membuat Nayra meneteskan air mata. Dan Rama juga menyesal karena membuat Nayra pergi meninggalkannya dan juga Kyara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....................


Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaw!!!


__ADS_2