
Gema suara adzan subuh membuat Nayra perlahan membuka matanya. Nayra merasa ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya hingga ia kesulitan bergerak. Betapa terkejutnya Nayra saat dia melihat ada tangan yang melingkar erat di pinggangnya. Nayra pun memutar kepalanya ke belakang. Nayra terkejut melihat Rama tepat berada di belakangnya.
'Astagaaa.. kenapa Mas Rama memeluk ku? Apa dia pikir aku ini Mbak Aisha?'
Nayra pun berusaha menyingkirkan tangan Rama dari pinggangnya. Tapi Rama malah semakin mengeratkan pelukannya. Nayra terkejut.
"Sebentar saja Nay! Izinkan aku memelukmu.. sebentar saja!" ucap Rama dengan mata yang masih terpejam.
'Nay?? Berarti Mas Rama nggak menganggap aku ini Mbak Aisha??'
"Mas Rama.. Kamu udah bangun?"
"Emm"
Nayra hanya bisa pasrah. Dia pun membiarkan Rama memeluknya. Entah kenapa Nayra merasa nyaman sekali dengan pelukan itu. Nayra merasa hangat.
Rama pun perlahan membuka matanya kemudian membenamkan wajahnya di belakang leher Nayra. Nayra bisa merasakan hembusan nafas Rama di lehernya. Jantung Nayra mulai berdebar-debar karena Rama mulai mencium lehernya kemudian menggigitnya hingga meninggalkan bekas kepemilikan yang berwarna kemerahan.
"Aaahh.. sakit Mas" Nayra sedikit menjerit.
Seluruh tubuh Nayra bergetar hebat. Tubuhnya seperti tersengat arus listrik tegangan tinggi.
'Ya Tuhan.. apa bisa aku menahan godaan ini?' batin Nayra.
Rama masih asyik menciumi dan menggigit lehernya sehingga meninggalkan bekas di beberapa tempat. Nayra hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit.
Suara adzan pun berhenti. Rama melepaskan pelukannya kemudian bangun dari tempat tidur.
"Maaf Nay, aku.. aku tadi gemas sekali waktu melihat lehermu"
"Emh.. nggak pa pa Mas" Nayra pun ikut bangun.
"Makasih Nay"
"Untuk apa?"
"Karena kau mengizinkan aku memelukmu walau cuma sebentar"
Nayra hanya diam saja. Sejenak mata mereka saling bertatapan.
'Apa kau tau Mas, kalau perlakuanmu tadi hampir saja membuat aku kehilangan kendali...' batin Nayra.
"Sudah adzan Nay, ayo kita segera ke masjid!"
"Iya Mas"
Nayra pun pergi mengambil mukenanya. Kemudian mereka melangkah keluar dari kamar. Yang lainnya kebetulan juga sudah bangun. Mereka semua pun pergi ke masjid bersama-sama.
***
Setelah mandi dan sarapan, pagi itu Rama, Nayra, Kyara, Mbak Santi dan Mang Dudung berpamitan kepada Mbak Wulan, Mbak Rina dan Andin di restoran. Pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta.
Setelah itu mereka kembali ke rumah Bu Aini untuk mengambil koper Nayra dan juga oleh-oleh. Bu Aini kemarin sudah membelikan mereka beraneka macam oleh-oleh khas Yogyakarta seperti bakpia Pathok, yangko, geplak, wingko babat, salak pondoh dan lain-lain.
"Nay, Nak Rama, ibu juga sudah bungkusin nasi gudeg buat kalian semua. Nanti bisa buat makan siang di mobil"
__ADS_1
"Makasih Bu" sahut Nayra.
"Makasih banyak Bu. Maaf kalau kami banyak merepotkan ibu selama kami di sini" sahut Rama.
"Nggak pa pa Nak Rama. Ibu malah seneng kok kalian datang ke sini. Ibu jadi bisa main sama cucu ibu"
"Kyara kapan-kapan ke sini lagi ya!" Bu Aini mencium kedua pipi cucunya.
"Iya Oma"
"Nayra pergi dulu Bu. Jaga diri ibu baik-baik ya! Nayra sayang ibu" Nayra memeluk dan mencium kedua pipi Bu Aini.
"Iya Nay. Ibu juga menyayangimu. Hati-hati ya!"
"Iya Bu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil. Nayra dan Kyara ikut mobil Rama. Sementara Mang Dudung dan Mbak Santi menaiki mobil Nayra.
"Daa.. daa.. Oma!" Nayra dan Kyara melambaikan tangannya kepada Bu Aini.
"Daa.. daa.. sayang!" Bu Aini pun membalasnya seraya menepiskan senyumnya.
Mobil mereka pun bergerak perlahan meninggalkan rumah Bu Aini. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menaiki motor dan mengikuti mobil mereka dari belakang. Orang itu menggunakan helm dan penutup wajah.
***
Tiiiiiiiinnnnn... Tiiiiiiinnnn...
Mendengar suara klakson, Bi Surti pun bergegas membukakan pintu.
Ceklek!
"Alhamdulillah ya Allah.. akhirnya Bu Nayra kembali juga ke rumah ini. Terima kasih Pak Rama, sudah menjemput Bu Nayra"
"Assalamu'alaikum Bi" ucap Rama dan Nayra.
"Wa'alaikumsalam"
Beberapa menit kemudian Mang Dudung dan Mbak Santi pun sampai di rumah. Mang Dudung, Mbak Santi dan Bi Surti pun mengeluarkan koper dan barang-barang dari bagasi mobil.
Rama membawa Kyara masuk ke dalam rumah. Nayra mengikutinya dari belakang. Sampai di depan anak tangga, Rama menghentikan langkahnya.
"Nay, malam ini kamu mau tidur dimana?"
"Emh.. aku.. aku tidur di kamarku saja Mas"
"Kenapa Nay? Apa kamu nggak mau tidur dengan suamimu?"
Nayra hanya diam saja. Ingatannya berputar pada kejadian tadi pagi. Nayra takut kalau dia sampai hilang kendali kalau tidur dengan Rama lagi.
Karena Nayra hanya diam saja, Rama pun membawa Kyara masuk ke kamar Nayra dan menidurkannya di sana. Nayra pun mengikutinya. Setelah itu Rama keluar dari kamar Nayra tanpa melihat Nayra sedikit pun.
'Maafin aku Mas... Kamu pasti kecewa banget sama aku. Tapi aku benar-benar belum siap Mas. Aku masih bingung dengan perasaanku...' batin Nayra.
__ADS_1
Nayra pun keluar dari kamarnya dan memperhatikan Rama yang sedang berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.
***
Nayra melihat jam di dinding kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi Nayra masih belum bisa tidur. Nayra pun memperhatikan wajah Kyara yang tidur dengan pulas di sampingnya. Lalu tiba-tiba saja bayangan wajah Rama dan Aditya datang silih berganti menghantui pikirannya. Nayra terbayang wajah Aditya yang sedang menatapnya sambil menangis. Setelah itu Nayra terbayang dengan wajah Rama yang menatapnya penuh dengan kekecewaan.
'Ya Tuhan.. ada apa denganku? Kenapa ada dua laki-laki sekaligus di dalam pikiranku?'
'Kenapa Kau mempertemukan aku dengan Mas Adit lagi di saat Mas Rama mulai membuka hatinya untuk ku?'
'Sekarang aku jadi bingung dengan perasaanku. Tuhan.. apa yang harus ku lakukan?'
Nayra pun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Nayra mau melaksanakan sholat sunnah istikharah dan meminta petunjuk kepada Allah SWT.
***
Di kamarnya, Rama juga tidak bisa tidur. Dia terus saja memikirkan Nayra.
'Nay, aku benar-benar tidak tau apa sebenarnya yang kamu inginkan...'
'Aku sudah bersungguh-sungguh untuk melupakan Aisha dan membuka hatiku untuk mu. Tapi kenapa sekarang kau malah menolak ku Nay?'
Rama menatap foto pernikahannya dengan Nayra yang tergantung di dinding kamarnya. Waktu itu Rama sudah membakar foto pernikahannya dengan Aisha dan menggantinya dengan foto pernikahannya dengan Nayra.
'Nay, sekarang aku jadi ragu padamu. Aku tidak tau apa kamu benar-benar mencintaiku atau tidak...'
Rama pun mencoba memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur. Besok Rama harus bangun pagi-pagi sekali karena dia ada meeting penting dengan kliennya dari Singapura. Dan kali ini Rama tidak boleh terlambat, karena kemarin dia sudah menunda meeting tersebut. Rama tidak mau kliennya kecewa dan membatalkan kontrak kerjanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....................
Notes :
Penulis ucapkan banyak terima kasih kpd para pembaca setiaku yg sudah memberikan dukungan vote nya...
Alhamdulillah Minggu kemarin novel ini dpt ranking #17 ๐
__ADS_1