
Setelah makan malam di restoran, Pak Samsul mengajak Aditya untuk mampir ke rumah Rama. Mumpung di Jakarta, Pak Samsul ingin lebih mengenal Aditya lebih jauh lagi. Dia ingin mengetahui keseriusan Aditya terhadap Alina.
Mereka sekeluarga pun duduk di ruang tamu untuk berbincang-bincang.
"Alina, Nak Aditya.. kalau kalian benar-benar saling mencintai, Papa minta kalian segera meresmikan hubungan kalian. Papa tidak ingin kalian berpacaran terlalu lama. Kalau kalian sudah merasa saling cocok, Papa minta kalian segera menikah atau paling tidak kalian bertunangan dulu.."
Aditya dan Alina saling berpandangan sebelum menjawab pertanyaan Pak Samsul.
"Kalau Alin sih terserah Mas Adit saja Pa.." sahut Alina kemudian menatap Aditya.
Semua mata mematap Aditya seolah menunggu jawaban darinya. Kemudian Aditya pun membuka suara.
"Saya serius sama Alina Om. Saya juga ingin menikahinya suatu saat nanti. Tapi jujur Om.. untuk saat ini saya belum siap. Karena saya juga belum punya tempat tinggal yang tetap. Jadi saya merasa belum pantas untuk menikahi Alina"
"Soal rumah, nanti Om bisa bantu"
"Maaf Om bukannya saya menolak bantuan dari Om. Tapi sejak dulu saya punya impian untuk membangun sebuah rumah dengan jerih payah saya sendiri. Makanya sejak kecil saya ingin menjadi seorang arsitek. Saya ingin mendesain rumah saya sendiri Om"
Pak Samsul manggut-manggut sambil tersenyum.
"Om suka dengan sikap kamu Nak Aditya. Kamu sama persis seperti Rama. Dulu Rama juga seperti kamu. Dia ngotot pengen jadi arsitek. Tapi syukur alhamdulillah, akhirnya dia berhasil. Lihat saja rumah ini. Rumah ini didesain sendiri oleh Rama dengan hasil keringat dia sendiri. Om tidak membantu dia sepeser pun karena dia menolak bantuan dari Om"
Rama hanya tersenyum saat mendapat pujian dari papanya.
"Om doakan semoga kelak kamu juga bisa sukses seperti Rama"
"Makasih Om"
"Kalau begitu kalian tunangan saja dulu, bagaimana?"
"Sebaiknya biarkan mereka saling mengenal dulu Pa! Selama ini kan mereka cuma pacaran jarak jauh. Kalau mereka sudah nyaman dan saling cocok baru bertunangan" Rama menimpali.
"Iya Pa, kasih mereka waktu dulu. Paling tidak satu atau dua bulan" sahut Bu Maya.
"Baiklah. Alina, Nak Aditya, Papa kasih kalian waktu satu bulan ya! Bulan depan, begitu Rama dan Nayra pulang dari liburan kalian harus segera bertunangan. Bagaimana?"
"Baiklah Om. Saya setuju. Saya akan segera memberi tahu keluarga saya" sahut Aditya.
Alina senang sekali mendengarnya. Dia seolah tidak percaya kalau sebentar lagi dia akan segera bertunangan dengan Aditya.
"Oh ya Kak Rama, apa di kantor Kakak ada lowongan pekerjaan yang cocok buat aku? Aku ingin kerja di kantor Kakak. Tolong rekomendasiin aku ya Kak! Pliiiiissss!" tanya Alina sembari merapatkan kedua tangannya di depan dada.
"Bilang aja kamu mau deket terus sama Mas Adit? Iya kan Alina??" celetuk Nayra.
"Kakak ipar tau aja sih.."
Semua pun tertawa mendengarnya.
"Baiklah. Apa sih yang enggak buat adek kakak yang bawel ini. Mulai besok kamu sudah bisa bekerja" sahut Rama.
"Thank you Kak" sahut Alina sambil tersenyum.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Aditya pun meminta diri untuk pulang ke kontrakannya.
***
__ADS_1
Keesokan harinya...
Setelah sarapan, Rama dan Alina pun berangkat ke kantor sama-sama.
Sampai di kantor, Rama dan Alina langsung menemui Sofia di meja kerjanya.
"Selamat pagi Pak Rama, Nona Alina" sapa Sofia seraya menepiskan senyumnya.
"Pagi Kak Sofia" sahut Alina.
"Pagi Sofia, kamu ikut saya ke ruangan saya sekarang!" titah Rama.
"Baik Pak"
Sofia pun berjalan mengikuti Rama dan Alina memasuki ruang kerja Rama. Rama duduk di kursi kerjanya sementara Alina dan Sofia duduk berhadapan dengannya.
"Sofia, mulai besok saya akan cuti selama satu bulan"
"Apa??" Sofia terperanjat. Sontak ia membulatkan kedua matanya.
Rama merasa heran melihat reaksi Sofia.
"Kamu kenapa Sofia?" tanya Rama.
"Emh.. saya.. saya tidak apa-apa Pak. Saya cuma kaget saja. Memangnya Bapak mau kemana? Tidak biasanya Pak Rama cuti selama itu"
"Saya ingin pergi liburan ke luar negri bersama keluarga saya. Jadi selama saya cuti, kamu tolong handle pekerjaan saya di sini. Kalau ada apa-apa masalah, kamu bisa menghubungi saya"
"Eh.. iya.. baik Pak"
"Baik Pak"
"Alina, kalau ada apa-apa yang kamu tidak mengerti, kamu tanyakan saja pada Sofia ya!"
"Iya Kak"
"Okey itu saja. Kalian boleh pergi"
"Baik Pak. Mari Nona Alina!"
Sofia dan Alina pun pergi meninggalkan ruang kerja Rama.
Setelah menyelesaikan urusannya di kantor, Rama segera pulang ke rumah. Dia ingin mengurus persiapannya untuk liburan besok.
***
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang..
"Nona Alina, sudah jam makan siang. Ayo kita makan siang sama-sama!" ajak Sofia.
"Maaf Kak. Tapi saya mau makan bareng pacar saya"
"Pacar?? Memangnya siapa pacar Nona Alina??"
"Namanya Aditya Kak. Dia kerja di sini juga sebagai drafter"
__ADS_1
"Apa??" Sofia terkejut mendengar ucapan Alina.
"Jadi Nona Alina pacaran sama Aditya? Sejak kapan??" Sofia penasaran.
"Sudah beberapa bulan yang lalu sih Kak. Dan sebentar lagi insya Allah kami akan segera bertunangan"
'Apa?? Tunangan?? Jadi sudah sejauh itu hubungan mereka berdua dan aku sama sekali tidak tau apa-apa' gumam Sofia dalam hati.
"Kalau begitu saya duluan ya Kak" lanjut Alina lalu pergi meninggalkan Sofia.
"Eh iya"
Alina pun menghampiri meja kerja Aditya. Kebetulan saat itu Aditya sedang membereskan meja kerjanya.
"Mas Adit ayo kita makan siang sama-sama!" ajak Alina.
"Ayok!" sahut Aditya sambil tersenyum.
Mereka berdua pun berjalan sambil bergandengan tangan menuju kantin. Setelah mengambil makanan dan minuman, mereka pun duduk bersama kemudian menikmati makan siang mereka sambil bercanda tawa.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan dengan tatapan tidak senang. Siapa lagi kalau bukan Sofia. Sofia merasa kesal melihat kemesraan mereka berdua.
"Aditya, kenapa kamu lebih memilih Alina daripada aku? Jelas-jelas aku lebih cantik dari dia.." gumam Sofia dengan penuh amarah.
"Pak Rama besok juga mau liburan sama Nayra ke luar negri selama satu bulan.. sial!"
Sofia mengepalkan tangan kirinya lalu memukulkannya ke atas meja.
Tapi kemudian dia menyeringai.
"Baiklah.. aku akan bersabar selama satu bulan lagi. Kalian boleh bersenang-senang selama satu bulan lagi. Dan setelah itu aku akan menghancurkan kalian semua"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
Jangan lupa LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca..!!
__ADS_1
Makacii.. ๐