
Tukang rias bergegas merapikan make-up Nayra yang luntur terkena air mata. Setelah selesai, prosesi akad nikah pun dimulai. Pertama-tama Pak penghulu memberikan ceramah dan membacakan doa panjang lebar untuk kedua mempelai. Namun Rama tidak sedikitpun menggubris ceramah yang disampaikan Pak penghulu. Rama terlihat melamun. Wajahnya begitu muram. Lagi-lagi dia teringat pada Aisha. Rama teringat saat dia menikah dengan Aisha dua tahun yang lalu. Rama membayangkan wajah Aisha yang terlihat begitu cantik memakai pakaian pengantin.
Rama tersentak dari lamunannya ketika Pak Surya tiba-tiba menjabat tangannya.
"Bismillahirohmannirrohim... Saudara Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra?" ucap Pak Surya.
Rama hanya diam saja. Dia masih syok karena baru sadar dari lamunannya. Semua yang ada di ruangan itu terlihat panik. Mereka pun saling berpandangan sambil berbisik-bisik. Kemudian Pak Surya mengulangi kalimatnya.
"Saudara Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra?"
"Sa... saya... Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra" sahut Rama agak sedikit ragu.
"Maaf Saudara Rama, Anda tidak boleh ragu-ragu dalam menjawab!" seru Pak Penghulu.
"Maafkan saya Pak. Boleh kita ulangi lagi?"
Pak Surya pun mengulangi kalimat yang sama untuk yang ketiga kalinya.
"Saudara Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra?"
"Saya Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra"
"Saudara Rama Putra Mahendra bin Syamsul Mahendra, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung perempuan saya yang bernama Nayra Syafira Azahra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas seberat 30 gram dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisha Naziya Almahyra..."
Deg!
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar Rama menyebutkan nama Aisha bukannya Nayra, begitu juga dengan Rama sendiri. Dia tidak sadar telah menyebutkan nama Aisha, karena yang ada di pikirannya saat itu cuma Aisha.
Nayra sontak menatap Rama dengan tajam. Tanpa Nayra sadari ada sebutir air bening yang menetes dari pelupuk matanya.
"Nayra, maafkan aku Nay. Aku benar-benar nggak sengaja..." Rama merasa bersalah pada Nayra.
"Nggak pa pa Mas. Nayra ngerti kok Mas"
'Mas Rama, Nayra tau kalau Mas Rama sangat mencintai Mbak Aisha. Pasti Mas Rama terpaksa menyetujui pernikahan ini kan Mas? Nayra bisa merasakan apa yang Mas Rama rasakan saat ini' gumam Nayra dalam hati.
Terdengar suara bisik-bisik dari para tamu yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Maaf semuanya. Maaf Pak Surya, bisa tolong diulangi sekali lagi?" tanya Rama.
Pak Surya pun mengulangi kalimatnya untuk yang keempat kalinya. Dan kali ini Rama menjawabnya dengan benar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nayra Syafira Azahra binti Surya Haryadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana saksi?" tanya Pak penghulu.
Kata "SAH" pun keluar dari mulut para saksi dan semua orang yang ada di ruangan itu. Kemudian semuanya mengucap syukur kepada Allah dan mendoakan kedua mempelai.
Akhirnya Rama dan Nayra telah sah menjadi sepasang suami istri. Rama pun memakaikan cincin di jari manis Nayra kemudian mencium kening Nayra dengan lembut. Lalu Nayra pun mencium tangan suaminya. Setelah itu, mereka berdua pun meminta doa restu kepada kedua orang tua mereka.
"Selamat ya Kak Rama. Selamat ya Nay, mulai sekarang aku akan memanggilmu kakak ipar" celetuk Alina.
"Enggak Alina, panggil aku Nayra saja!" seru Nayra.
"Nggak mau. Kau kan sudah jadi kakak iparku" sahut Alina kemudian menjulurkan lidahnya.
"Alinaaa!!" Nayra merasa geram melihat tingkah Alina.
"Biarkan saja Nay, terserah Alin mau memanggilmu apa" Rama menimpali.
Setelah prosesi akad nikah selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto. Rama dan Nayra terlihat begitu serasi saat berdampingan. Fotografer pun mengarahkan gaya mereka. Awalnya Nayra maupun Rama terlihat canggung saat fotografer mengarahkan gaya mereka berdua. Apalagi mereka diarahkan untuk tampil mesra layaknya sepasang pengantin yang sedang berbahagia. Nayra maupun Rama hanya bisa pasrah mengikuti arahan sang fotografer karena semua mata tertuju pada mereka. Mereka pun berusaha mengukir senyuman manis di hadapan semua orang.
'Ya Tuhan, kenapa aku jadi deg degan gini saat berada dekat dengan Mas Rama?' batin Nayra.
Saat itu fotografer mengarahkan Rama untuk memeluk pinggang Nayra dari belakang, kemudian menyuruh Nayra untuk meletakkan tangannya di atas tangan Rama. Dalam hitungan tiga, terdengar suara jepretan dari kamera fotografer itu. Kemudian fotografer itu pun mengarahkan gaya lainnya. Selesai foto pengantin kemudian dilanjutkan dengan foto keluarga. Semua tamu yang hadir berfoto bersama kedua mempelai.
"Nayra, sebelum pulang Ayah ingin pergi ke makam Aisha. Boleh kamu mengantar Ayah ke sana?" tanya Pak Surya setelah acara selesai.
"Iya Ayah"
"Rama, kamu antar istri dan mertuamu ke makam Aisha!" seru Pak Syamsul.
"Baik Pa"
***
Setelah ganti pakaian, Rama mengantar Nayra dan Bu Aini ke makam Aisha. Pak Surya, Pak Bayu dan Bu Yasmin mengikuti mobil mereka dari belakang.
__ADS_1
Setengah jam kemudian mereka pun sampai. Pak Surya terlihat begitu sedih saat melihat makam putri sulungnya. Mereka pun duduk di samping makam Aisha kemudian membacakan doa untuk arwah Aisha.
'Aisha... maafkan Ayah Nak, Ayah tidak ada di sampingmu di saat-saat terakhirmu. Ayah minta maaf karena selama ini Ayah tidak bisa menjadi Ayah yang baik untukmu dan juga Nayra. Ayah merasa gagal sebagai seorang Ayah. Ayah tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada kalian berdua. Maafkan Ayah, Aisha' ucap Pak Surya dalam hati.
Pak Surya menangis di hadapan makam Aisha. Pak Surya sangat menyesali perbuatannya di masa lalu. Karena perbuatannya itulah dia kehilangan istri dan juga anak-anaknya. Tapi nasi telah menjadi bubur, menyesal pun tiada gunanya lagi.
"Yang sabar Surya..." ucap Pak Bayu seraya menepuk-nepuk punggung adiknya itu.
Bu Aini tidak kuasa menahan air matanya lagi. Hatinya tersentuh saat melihat Pak Surya menangis di hadapan makam Aisha.
'Sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa memaafkan kesalahanmu Mas. Tapi walau bagaimanapun kamu adalah ayah kandung Aisha dan Nayra. Aku tau sejak dulu kau sangat menyayangi mereka. Kau pasti sangat sedih karena tidak bisa melihat Aisha di saat-saat terakhirnya' batin Bu Aini.
"Sabar ya Aini" seru Bu Yasmin sambil mengusap punggung Bu Aini.
'Mbak Aisha, aku sudah memenuhi permintaan terakhirmu Mbak. Hari ini aku sudah menikah dengan Mas Rama. Aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk Kyara. Semoga arwahmu tenang di sisi-Nya' gumam Nayra dalam hati sambil menatap pusara Aisha.
'Sayang... bagaimana kabarmu? Apa kau merindukanku seperti aku yang selalu merindukanmu? Aku sudah memenuhi permintaanmu untuk menikahi adikmu demi Kyara. Tapi asal kau tau, sampai kapanpun Nayra nggak akan bisa menggantikan pisisimu di hatiku Aisha...' ucap Rama dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..................
__ADS_1
Minta dukungan LIKE dan VOTE ya!!! Biar aku makin semangat update eps selanjutnya... Terima kasih... ๐