Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Tespack


__ADS_3

Waktu cepat sekali berlalu, tak terasa sudah satu bulan Rama, Nayra dan Kyara menghabiskan waktunya untuk liburan keliling Eropa. Mereka mengunjungi beberapa negara di Eropa diantaranya Italia, Perancis, Belanda, dan Swiss.


Dari Swiss, mereka pun terbang kembali ke tanah air. Mang Dudung menjemput mereka di bandara Internasional Soekarno-Hatta.


Sampai di rumah, mereka disambut dengan meriah oleh Pak Samsul, Bu Maya, Alina, Aditya dan Bi Surti di depan rumah. Mbak Santi kebetulan baru pulang kampung.


"Assalamu'alaikum" sapa Rama, Nayra dan Kyara dengan wajah yang berseri-seri setelah mereka turun dari mobil.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka semua.


Bu Maya langsung menggendong dan menciumi Kyara saking kangennya.


Mang Dudung dan Bi Surti membawakan koper Rama dan Nayra masuk ke dalam rumah.


Mereka semua pun duduk dan berkumpul di ruang keluarga sambil bercerita. Rama dan Nayra membagikan oleh-oleh kepada semua anggota keluarganya termasuk Aditya, Mang Dudung dan Bi Surti. Mereka sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Rama dan Nayra.


"Rama, Nayra, apa kalian bawa oleh-oleh yang Mama pesan?" tanya Bu Maya tiba-tiba.


Rama dan Nayra saling berpandangan sebelum menjawab. Mereka mengerti apa yang dimaksud Bu Maya.


"Mama tenang saja Ma, Nayra bulan ini sudah telat kok Ma" jawab Rama.


Mendengar jawaban Rama, semuanya terlihat senang.


"Tapi belum tentu aku hamil Mas. Kan belum dites" sahut Nayra.


"Kalau begitu besok pagi begitu bangun tidur kamu langsung tes pakai tespack!"


"Rama kamu belikan tespack yang paling bagus buat Nayra!" seru Bu Maya.


"Siap Ma! Nanti Rama belikan"


Setelah itu mereka pun membahas soal pertunangan Alina dan Aditya yang akan diselenggarakan sebentar lagi.


***


Keesokan harinya...


Nayra perlahan membuka matanya begitu mendengar suara adzan subuh. Perlahan dia bangun lalu mengambil beberapa tespack yang dibelikan oleh Rama semalam. Kemudian dia bergegas menuju kamar mandi.


Nayra pun melakukan tes urin. Jantungnya berdebar-debar saat menunggu hasilnya.


'Ya Allah.. mudah-mudahan aku hamil' gumnya dalam hati.


Perlahan-lahan muncul satu garis merah.


'Ya Allah.. ternyata negatif' Nayra kecewa.

__ADS_1


Dia pun mencoba lagi sampai tiga kali, tapi hasilnya tetap sama. Nayra pun putus asa.


"Sayang apa kamu sudah tes urin? Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Rama begitu Nayra keluar dari kamar mandi.


Nayra pun menunjukkan semua tespack yang ia pegang kepada Rama.


"Semuanya negatif Mas. Aku nggak hamil" ucap Nayra dengan mata yang berkaca-kaca.


Rama pun memeluk Nayra.


"Nggak pa pa sayang. Mungkin belum saatnya kamu hamil. Nanti kita coba lagi ya! Jangan sedih!" ucap Rama sembari mengusap lembut punggung Nayra.


"Tapi aku kasihan sama mama Mas. Dia begitu menginginkan cucu dariku"


"Nggak pa pa. Nanti biar aku yang bicara sama mama"


Setelah mandi dan ganti pakaian, mereka pun turun ke bawah untuk sarapan.


Pagi itu Alina yang memasak dibantu sama Bi Surti. Sekarang Alina sudah pandai memasak beraneka macam makanan.


"Selamat pagi semuanya" sapa Rama dan Nayra dengan memasang senyuman.


Mereka berdua pun duduk di kursi masing-masing.


"Selamat pagi" sahut semuanya.


Nayra sudah menduga kalau ibu mertuanya pasti akan menanyakan hal itu kepadanya. Nayra tidak sampai hati mengatakan kalau hasilnya negatif. Dia pun hanya diam sambil menundukkan wajahnya.


"Emh.. Ma, mungkin Allah belum menghendaki Nayra hamil. Mama yang sabar ya!" Rama menimpali.


"Jadi maksudnya Nayra nggak hamil?"


"Iya Ma. Hasilnya negatif" sahut Nayra.


"Apa kamu sudah tes ulang Nayra? Kamu coba tes lagi siapa tau hasilnya positif!"


"Nayra sudah tes sampai tiga kali Ma. Dan semua hasilnya sama. Maafin Nayra Ma!" sahut Nayra kemudian tertunduk lesu.


"Sabar ya Kak!" Alina mengusap pundak Nayra.


"Mungkin belum waktunya Ma. Kita berdoa saja, mudah-mudahan Nayra segera hamil" Pak Samsul berusaha mnghibur istrinya.


Semuanya merasa kecewa, terutama Bu Maya. Nayra jadi merasa bersalah pada ibu mertuanya karena belum bisa memberikan cucu seperti yang diimpikannya selama ini.


***


Di kantor..

__ADS_1


Ini adalah hari pertama Rama masuk ke kantor setelah cuti selama satu bulan. Rama terlihat begitu bersemangat. Wajahnya pun berseri-seri. Dia tersenyum dan menyapa semua staff yang berpapasan dengannya.


Begitu masuk ke ruang kerjanya, dia pun langsung duduk dan membuka laptopnya.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba - tiba saja ada yang mengetok pintu ruang kerjanya.


"Masuk!" seru Rama masih menatap screen laptopnya sambil mengetik.


Sofia pun masuk dan berjalan menghampiri Rama sambil membawa sesuatu di tangannya. Rama mengalihkan pandangannya ke arah Sofia.


"Ada apa Sofia?"


"Saya mau menyerahkan ini Pak" Sofia meletakkan sebuah amplop putih di atas meja kerja Rama.


"Apa ini?" Rama pun membuka amplop itu kemudian membaca isinya.


Rama sontak membulatkan kedua matanya setelah membaca surat itu.


"Sofia, kamu HAMIL??"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG..................


Maaf ya baru sempat update πŸ™πŸ™


Jangan lupa tekan LIKE, komen dan VOTE yg banyak setelah membaca!!

__ADS_1


Makasii..


__ADS_2