Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Hijrah


__ADS_3

Selama ini Rama selalu memberikan nafkah lahir kepada Nayra. Rama memberi Nayra kartu kredit tanpa batas sehingga semua kebutuhan hidup Nayra dan Kyara tercukupi. Rama juga membiayai kuliah Nayra. Rama juga memberi Nayra mobil dan tempat tinggal yang mewah. Tapi satu yang tidak Nayra dapatkan dari Rama, yaitu cinta Rama.


---------------------------------


Sudah satu jam Nayra keliling mall untuk berbelanja bersama Kyara dan Mbak Santi. Mbak Santi mendorong Kyara yang duduk di stroller.


"Mama.. Kiya mau es krim Ma.." rengek Kyara sambil menunjuk gambar es krim yang ada di depannya.


"Kiya mau es krim ya? Ya udah sekarang kita beli es krim ya sayang ya"


Nayra pun membawa Kyara dan Mbak Santi untuk makan es krim. Nayra memberi Kyara dua scoop es krim coklat kesukaannya.


"Gimana sayang enak nggak es krimnya?"


"Enak banget Ma. Makasih ya Ma.." sahut Kyara sambil menikmati es krim coklatnya.


Nayra dan Mbak Santi tersenyum memperhatikan Kyara yang memakan es krimnya dengan lahap. Sejak berumur satu setengah tahun, Kyara sudah pandai makan sendiri.


"Maaf Bu, apa Bu Nayra mau hijrah pakai jilbab? Saya perhatikan tadi Bu Nayra banyak sekali membeli jilbab" tanya Mbak Santi yang sejak tadi penasaran.


"Insya Allah Mbak"


"Waaahhh... pasti Bu Nayra kelihatan makin cantik kalau memakai jilbab"


Nayra hanya tersenyum menanggapi ucapan Mbak Santi.


"Oh ya Mbak, Mbak Santi kan tiap hari pakai jilbab. Nanti boleh nggak tolong ajari aku bagaimana caranya pakai jilbab? Soalnya aku nggak terlalu pandai pakai jilbab Mbak"


"Boleh Bu. Dengan senang hati"


"Makasih ya Mbak"


Setelah selesai makan es krim, mereka pun keluar menuju parkiran. Mang Dudung (sopir Nayra) membantu Nayra memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam bagasi mobil. Mereka semua pun masuk ke dalam mobil. Kemudian Mang Dudung mengemudikan mobil itu perlahan menyusuri jalan kota.


Dalam perjalanan pulang, Kyara tertidur di dalam mobil. Sampai di rumah, Mbak Santi pun menggendong Kyara dan menidurkannya di kamar Nayra. Sementara Mang Dudung membantu Nayra membawa masuk barang-barang belanjaannya.


Di kamar, Nayra membuka barang-barang belanjaannya kemudian mencobanya. Mbak Santi duduk di sofa sambil memperhatikan Nayra.


"Gimana Mbak? Cocok nggak aku pakai baju ini?"


Nayra mencoba long dress yang baru ia beli tadi dan menunjukkannya kepada Mbak Santi.


"Sangat cocok Bu. Bu Nayra cantik sekali pakai baju itu. Apalagi ditambah pakai jilbab. Pasti Bu Nayra kelihatan makin cantik"


"Oya? Tolong bantu aku pakai jilbabnya Mbak!"


"Baik Bu"

__ADS_1


Mbak Santi pun mengajari Nayra cara memakai jilbab segi empat. Nayra menatap dirinya di depan cermin. Memang benar apa yang dikatakan Mbak Santi, Nayra terlihat lebih cantik saat memakai hijab.


"Bu Nayra benar-benar cantik. Pasti Pak Rama langsung jatuh cinta begitu melihat Bu Nayra nanti"


Nayra sontak menatap Mbak Santi dengan tajam melalui cermin yang ada di depannya.


"Ma.. Maafkan saya Bu" Mbak Santi menundukkan wajahnya.


"Nggak pa pa Mbak. Ya sudah, makasih ya Mbak. Mbak Santi boleh istirahat sekarang"


"Permisi Bu" Mbak Santi pun keluar dari kamar Nayra.


Nayra pun mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya kemudian menghubungi Rama.


Rama : "Hallo Nayra, ada apa?"


Nayra : "Emh.. Mas Rama nanti pulang jam berapa?"


Rama : "Aku belum tau Nay. Memangnya kenapa?"


Nayra : "Apa Mas Rama nanti mau makan malam di rumah? Kalau iya biar Nayra masakin makanan kesukaan Mas Rama"


Rama : "Baiklah. Nanti aku usahakan untuk makan malam di rumah"


Nayra : "Ya sudah Mas, assalamu'alaikum"


Rama : "Wa'alaikumsalam"


"Masya Allah.. Bu Nayra cantik banget pakai jilbab"


"Makasih Bi" sahut Nayra seraya menepiskan senyumnya.


"Semoga Pak Rama menyukai perubahan Bu Nayra"


"Aamiin"


"Oh ya Bi. Aku mau masak makanan kesukaan Mas Rama. Soalnya malam ini Mas Rama mau makan malam di rumah"


"Iya Bu. Biar Bibi bantu"


Bi Surti pun membantu Nayra memotong sayuran dan mengupas bawang.


Bi Surti senang sekali melihat Nayra yang begitu bersemangat seperti sekarang ini. Karena biasanya Nayra terlihat tidak bersemangat. Bi Surti dan Mbak Santi tau kalau selama ini Rama masih belum bisa melupakan Aisha dan membuka hatinya untuk Nayra. Bi Surti dan Mbak Santi merasa kasihan sama Nayra. Mereka berharap suatu saat nanti Rama bisa mencintai Nayra.


***


MALAM ITU

__ADS_1


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kyara sudah tidur. Namun Rama masih belum pulang juga. Sudah satu jam Nayra duduk menunggu Rama di meja makan. Nayra hanya diam sambil menatap meja yang penuh dengan makanan yang sama sekali belum ia sentuh. Nayra memang belum makan. Nayra sengaja menunggu Rama untuk makan malam bersama.


Menit demi menit pun berlalu, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mata Nayra sudah mulai mengantuk. Nayra pun melipat kedua tangannya di atas meja kemudian meletakkan kepalanya miring ke kanan. Nayra pun memejamkan matanya.


Pukul sebelas malam, Rama baru sampai di rumah. Rama terkejut saat melihat ada seorang perempuan yang tertidur di meja makan. Rama pun mendekatinya. Rama tidak menyangka kalau perempuan itu adalah Nayra karena Nayra memakai hijab. Tadinya Rama berfikir kalau perempuan itu adalah Mbak Santi.


Rama pun berusaha membangunkan Nayra.


"Nayra... bangun Nay!" Rama menepuk-nepuk pundak Nayra.


Nayra pun perlahan membuka matanya lalu mengangkat kepalanya.


"Mas Rama? Mas Rama baru pulang?"


"Iya Nay. Kamu kenapa tidur di sini?"


Nayra melihat ke arah jam dinding. Betapa kagetnya Nayra saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tiba-tiba mata Nayra berkaca-kaca. Nayra kecewa karena jam segini Rama baru pulang. Nayra pun berdiri menghadap Rama.


"Kenapa Mas Rama baru pulang Mas? Sudah berjam-jam Nayra nungguin Mas Rama. Kenapa Mas Rama selalu saja membuatku menunggu Mas?"


Nayra tak kuasa membendung air matanya lagi. Air matanya tumpah dan mengalir deras di kedua pipinya. Rama terkejut karena tiba-tiba Nayra menangis di depan matanya. Baru kali ini Rama melihat Nayra menangis. Rama jadi merasa bersalah pada Nayra.


"Nayra.. maafkan aku Nay" Rama menyentuh kedua pundak Nayra, namun Nayra langsung menepisnya.


Nayra pun berlari meninggalkan Rama tanpa mempedulikan kata maaf yang keluar dari mulutnya. Nayra masuk ke kamarnya kemudian mengunci pintu. Nayra tidak kuat lagi. Hati Nayra benar-benar sakit. Nayra pun jatuh terduduk di depan pintu kemudian menangis sejadinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG...................

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaw!!


Tengkyu ๐Ÿ˜‰


__ADS_2