
Besok giliran Nayra yang wisuda. Sore itu Bu Aini tiba di Jakarta. Rama, Nayra, Kyara dan para ART menyambut kedatangan Bu Aini dengan suka cita.
"Assalamu'alaikum" ucap Bu Aini begitu turun dari mobilnya.
"Wa'alaikumsalam"
Nayra langsung berhambur memeluk ibunya dengan erat. Bu Aini pun membalas pelukan Nayra.
"Nayra kangen banget sama Ibu"
"Ibu juga Nay. Ibu kangen sama kalian semua"
"Oma.. Oma.." seru Kyara menghampiri mereka.
Bu Aini langsung menggendong dan menciumi kedua pipi cucunya.
"Oma paling kangen sama cucu oma yang cantik ini"
"Ibu apa kabar?" tanya Rama kemudian mencium punggung tangan ibu mertuanya.
"Alhamdulillah, Ibu sehat-sehat saja. Seperti yang Nak Rama lihat" ucap Bu Aini seraya menepiskan senyumnya.
"Oh ya Nay, Ibu bawa banyak oleh-oleh khas Jogja di dalam mobil. Kamu tolong bawa masuk ya!"
"Iya Bu"
Nayra pun menyuruh Mang Dudung mengeluarkan semua oleh-oleh tersebut dari bagasi mobil. Mbak Santi dan Bi Surti membantu Nayra membawanya masuk ke dalam rumah.
***
Malam itu Nayra asyik berbincang-bincang dengan ibunya di ruang keluarga. Maklum, sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu. Banyak sekali yang ingin mereka bicarakan. Rama sengaja memberi ruang kepada mereka berdua untuk mengobrol dan melepas rindu.
Nayra menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama ini. Mulai dari Aditya yang mengikutinya sampai ke Jakarta, Sofia yang berusaha menghancurkan rumah tangganya, sampai putusnya pertunangan Alina dan Aditya.
"Nay, banyak sekali cobaan yang menimpamu. Kenapa baru sekarang kamu ceritakan sama Ibu?"
"Nayra nggak mau membuat Ibu khawatir"
"Tiap kali Ibu telfon, kamu hanya bilang kalau semuanya baik-baik saja. Kamu memang selalu pandai menyembunyikan masalah kamu Nay. Kamu cuma cerita sama Ibu waktu kamu liburan ke Eropa"
"Maafin Nayra Bu"
"Lain kali kalau kamu ada masalah, cerita sama Ibu!"
"Iya Bu"
"Oh ya Nay, Ibu berencana mau berangkat umroh"
"Oya? Kapan Bu?" Nayra terlihat senang karena ibunya mau pergi ke tanah suci.
"Ibu belum mendaftar sih. Ibu berniat mau mengajak kamu. Tapi Ibu takut suami kamu nggak ngasih izin"
"Nanti Nayra coba bicara sama Mas Rama. Nayra juga pengen banget pergi ke Baitullah, Bu. Nayra mau berdoa sama Allah supaya Nayra cepat hamil. Soalnya Mama Maya sangat menginginkan cucu dari Nayra, Bu"
"Ibu akan selalu mendoakan kamu Nay"
"Makasih Bu"
Mereka berdua asyik mengobrol. Tanpa terasa waktu cepat sekali berlalu. Bu Aini melihat ke arah jam dinding. Bu Aini terkejut karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Nay, ini sudah larut malam. Sebaiknya kamu masuk ke kamar. Ibu takut suami kamu nanti marah"
__ADS_1
Nayra pun melihat ke arah jam dinding.
"Astaghfirullah.. kita ngobrol sampai lupa waktu. Ya udah kalau gitu Nayra ke kamar dulu ya Bu!"
"Iya Nay. Ibu juga sudah ngantuk"
Mereka pun beranjak menuju kamar masing-masing.
***
Ceklek!
Nayra membuka pintu kamarnya. Kamarnya terlihat gelap.
'Mungkin Mas Rama sudah tidur duluan' pikirnya.
Nayra pun pergi mengganti pakaiannya dengan gaun malam. Setelah itu dia naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Rama. Nayra melingkarkan tangannya di perut Rama dan menyimpan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
"Sudah selesai ngobrolnya?" tanya Rama tiba-tiba.
Nayra tersentak kaget. Dia mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya.
"Kamu belum tidur Mas?"
"Nungguin kamu"
"Maaf ya Mas, aku ngobrol sama ibu sampai lupa waktu. Oh ya Mas, ibu tadi bilang sama aku kalau dia berencana untuk pergi umroh. Dia pengen ngajak aku. Apa kamu akan ngasih izin?"
"Umroh? Apa kamu mau pergi?"
"Tentu saja Mas. Siapa yang nggak pengen mengunjungi rumah Allah? Di sana nanti aku mau minta sama Allah agar aku cepat hamil. Aku pengen ngasih kamu anak Mas. Aku juga pengen ngasih cucu buat Mama, Papa, sama Ibu"
"Baiklah, kalau begitu aku akan ikut bersama kalian. Kita sekeluarga akan pergi umroh. Besok aku akan menghubungi agen Tour and Travel untuk melakukan pendaftaran"
Nayra tersenyum bahagia.
"Makasih banyak ya Mas. Aku mencintaimu"
Cup!
Nayra mendaratkan bibirnya di pipi kiri suaminya.
"Cuma di pipi?" Rama mengerucutkan bibirnya.
Nayra tersenyum geli melihat tingkah suaminya. Dia pun langsung ******* habis bibir suaminya itu. Mereka saling berciuman hingga Rama tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
"Kita bikin adek buat Kyara yuk!" ajak Rama.
"Maaf Mas, tapi aku lagi merah"
Rama menepuk dahinya.
Nayra tertawa.
***
Pagi-pagi sekali Bu Aini membantu Nayra merias wajahnya. Nayra memakai kebaya modern berwarna merah muda yang dipadu dengan hijab berwarna senada dan bawahan rok batik. Nayra terlihat sangat cantik dan anggun.
Rama tidak henti-hentinya memandang Nayra dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Cantiknya istriku"
__ADS_1
"Terima kasih suamiku"
Senyum Nayra mengembang tiap kali Rama memujinya. Bu Aini turut bahagia menyaksikan kemesraan mereka berdua.
"Mamah cantik banget" ucap Kyara.
"Makasih sayang. Anak Mama juga cantik banget hari ini"
Kyara juga terlihat cantik memakai dress tutu berwarna mewah muda, senada dengan warna kebaya Nayra. Mereka berdua terlihat begitu serasi.
Setelah itu mereka pun berangkat ke kampus Nayra.
Alhamdulillah, acara wisuda Nayra berjalan dengan lancar. Bu Aini sampai menitikkan air mata saking bahagianya saat melihat Nayra memakai toga.
Toga adalah pakaian serba hitam lengkap dengan topi persegi dan talinya. Toga merupakan busana yang paling dinantikan bagi siapa saja yang menempuh pendidikan diΒ bangku perkuliahan.
"Selamat ya sayang.." Rama mencium kening Nayra.
"Makasih Mas"
"Selamat ya Nay, Ibu benar-benar bangga sama kamu. Akhirnya kamu berhasil menggapai cita-cita kamu menjadi seorang sarjana" Bu Aini memeluk Nayra dengan erat.
"Makasih Bu. Ini semua juga berkat doa Ibu"
Rama pun mengambil foto Nayra yang sedang memakai toga dengan kameranya. Rama juga mengambil foto Nayra bersama teman-teman alumninya di depan kampus. Setelah itu mereka pun mengambil foto keluarga.
Momen itu adalah momen yang paling berkesan buat Nayra. Tidak henti-hentinya dia mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah memudahkan semua urusannya. Berkat kerja kerasnya, Nayra berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang sarjana.
πππππππππ
Tidak ada usaha yang sia-sia..
Semua usaha pasti akan membuahkan hasil, walau kadang keberhasilan itu sempat tertunda....
-Anita R-
πππππππππ
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Makasii.. ππ
__ADS_1