Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Panggilan Sayang


__ADS_3

'Mas Rama.. kamu pantas mendapatkan piala Oscar untuk aktingmu yang luar biasa hebatnya Mas.. selama menikah baru kali ini kamu memanggilku dengan panggilan sayang' gumam Nayra dalam hati.


Nayra masih menatap Rama dengan tajam. Rama pun memberi isyarat kepada Nayra karena Nayra sejak tadi hanya diam saja.


"Eh.. iya Ma. Sebentar lagi kami pasti bisa memberi Mama cucu lagi" sahut Nayra sambil memaksakan senyumnya.


"Aamiin.. Mama udah nggak sabar lagi menantikannya"


"Oh ya Ma, rencananya Mama mau nginap di sini berapa hari Ma?" tanya Rama.


"Mungkin 2 sampai 3 hari"


"Kenapa cepat sekali Ma? Kenapa nggak satu minggu sekalian?"


Nayra menatap Rama dengan tajam lagi.


"Maunya sih begitu, tapi Mama nggak bisa lama-lama ninggalin papa kamu sama Alina"


"Terserah Mama saja lah!"


Bi Surti datang dari dapur membawa nampan berisi 3 cangkir teh hangat dan kue. Bi Surti pun meletakkan cangkir itu di atas meja.


"Bibi buatkan teh hangat Pak, Bu, silakan diminum.."


"Makasih Bi"


Bi Surti pun kembali ke dapur.


"Oh ya sayang, kebetulan besok di kantor ada pesta untuk merayakan ulang tahun perusahaan. Besok kamu temani aku datang ke pesta itu ya!" ucap Rama kepada Nayra.


"Pesta?" Nayra terkejut karena tiba-tiba Rama mengajaknya datang ke pesta.


Baru kali ini Rama mengajak Nayra menghadiri pesta di kantornya. Biasanya dia selalu pergi sendirian tanpa mengajak Nayra.


"Iya sayang. Kamu kan istriku. Jadi kamu harus mendampingiku ke pesta itu"


"I.. iya Mas"


Nayra tidak bisa membantah arahan suaminya itu. Apalagi di depan Bu Maya yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua.


"Besok dandan yang cantik ya!"


"Iya Mas"

__ADS_1


"Mama senang sekali melihat kalian berdua begitu mesra. Semoga rumah tangga kalian selalu harmonis dan diberkahi Allah SWT" tutur Bu Maya seraya menepiskan senyumnya.


"Aamiin.." sahut Rama dan juga Nayra.


"Kalau begitu, Mama mau ke kamar dulu ya"


"Iya Ma"


Bu Maya pun berdiri lalu melangkah menuju ke kamar yang biasa ditempatinya kalau menginap di rumah Rama.


"Aku juga mau mandi" Rama juga berdiri lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Nayra pun mengikutinya.


*Di dalam kamar...


"Wah Mas.. aktingmu bagus banget di depan Mama. Mas Rama juga memanggilku apa tadi? Sayang??"


Rama membalikkan badannya menghadap Nayra kemudian berjalan mendekat gadis itu. Rama pun memegang kedua pundak Nayra dan menatapnya dengan tajam.


"Tapi kali ini aku tidak sedang berakting sayang.. Apa tidak boleh seorang suami memanggil istrinya sayang?"


"Emh.. aku.. aku cuma nggak terbiasa mendengarnya Mas"


"Jadi mulai sekarang biasakanlah, karena setiap hari aku akan memanggilmu sayang"


Rama pun melangkah masuk ke kamar mandi. Ada senyuman terukir di bibirnya. Sementara Nayra masih berdiri di sana. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Kata-kata Rama membuat hatinya meleleh.


'Apa aku nggak salah dengar? Kenapa Mas Rama jadi so sweet begini? Sepertinya dia benar-benar sudah berubah... ' pikir Nayra.


***


Malam itu Bu Maya sengaja membawa Kyara tidur bersamanya. Bu Maya sengaja memberi kesempatan pada Rama dan Nayra untuk tidur berdua saja malam ini. Nayra pun tidak bisa membantah keinginan ibu mertuanya itu.


Nayra melihat jam di ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi Nayra belum berani masuk ke kamar Rama. Dia masih asyik memainkan ponselnya di ruang keluarga.


Nayra sengaja menunggu Rama tidur dulu, baru dia akan masuk ke kamar. Tapi tiba-tiba saja Bu Maya keluar dari kamarnya untuk mengambil air. Bu Maya heran melihat Nayra duduk di sofa sendirian. Dia pun menegur Nayra.


"Nay, kenapa kamu masih di sini?"


"Emh.. Nayra.. Nayra belum ngantuk Ma"


"Cepat masuk ke kamar! Kasian Rama pasti nungguin kamu! Jangan lupa minum vitamin yang Mama belikan tadi ya!"


"Iya Ma"

__ADS_1


Nayra terpaksa naik ke lantai atas menuju kamar Rama. Nayra membuka pintu kamar Rama dengan perlahan. Dilihatnya kamar Rama sudah gelap.


'Alhamdulillah.. pasti Mas Rama sudah tidur' pikirnya.


Nayra pun berjalan perlahan mendekati tempat tidur kemudian mengambil bantal. Dia berniat untuk tidur di sofa.


"Sayang, kamu mau tidur dimana?" tiba-tiba saja Rama bersuara. Nayra kaget setengah mati. Dia pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap Rama.


"Mas Rama belum tidur? Aku pikir Mas Rama sudah tidur"


"Kamu tidur di sini saja!" Rama menyuruh Nayra tidur di sampingnya.


"Tapi Mas.. Aku mau tidur di sofa saja"


Rama pun menghidupkan lampu meja di samping tempat tidurnya lalu duduk.


"Kemarilah! Aku ingin bicara sesuatu sama kamu" Rama menyuruh Nayra duduk di sebelahnya.


Dengan perasaan takut, Nayra pun berjalan mendekati tempat tidur lalu perlahan duduk di sebelah Rama. Rama pun tersenyum ke arah Nayra. Sementara Nayra hanya diam saja. Jantungnya mulai berdebar-debar. Ingatannya berputar pada saat dia tidur satu ranjang bersama Rama di Jogja tempo hari. Nayra takut kalau Rama menggigit lehernya lagi. Bekas gigitan di lehernya saja belum hilang sampai saat ini. Nayra takut kali ini dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....................


Jangan lupa LIKE, komentar, dan vote-nya ya!! Makasii.. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2