Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Wedding Day


__ADS_3

Dua minggu kemudian..


Tibalah hari pernikahan Alina dan Aditya. Mereka menggelar akad nikah dan resepsi pernikahan di salah satu hotel bintang lima di kota Bogor. Para tamu undangan terlihat sudah memadati ruangan. Ada juga beberapa wartawan yang sibuk meliput acara tersebut.


Untuk prosesi akad nikah, Alina dan Aditya memakai pakaian pengantin adat Jawa Tengah. Alina terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya modern berwarna putih dan bawahan batik. Sementara Aditya terlihat sangat gagah dan tampan dengan pakaian berwarna senada.


Mereka pun bersiap untuk melaksanakan prosesi akad nikah. Pak Samsul sendiri yang akan menikahkan Alina dengan Aditya. Pak Samsul dan Aditya pun berjabat tangan dan bersiap mengucapkan kalimat ijab qobul.


"Saudara Aditya Kusuma Wardhana?" seru Pak Samsul.


"Saya, Aditya Kusuma Wardhana"


"Saudara Aditya Kusuma Wardhana bin Arya Kusuma Wardhana, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung perempuan saya, Alina Putri Mahendra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai delapan juta empat puluh dua ribu dua puluh rupiah dibayar tunai" kata Pak Samsul dengan lantang.


Dan langsung dijawab oleh Aditya dengan satu tarikan nafas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Alina Putri Mahendra binti Samsul Mahendra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi?" tanya Pak penghulu.


"SAH" jawab para saksi.


"Alhamdulillah.." ucap semua yang ada di ruangan itu.


Akhirnya Alina dan Aditya sudah sah menjadi suami istri. Semua orang pun mendoakan kebahagiaan kedua mempelai.


Setelah menandatangani buku nikah, Alina dan Aditya pun berfoto bersama sambil memamerkan buku nikah mereka. Setelah itu mereka berfoto sambil memamerkan cincin kawin mereka. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Senyuman manis tidak lepas dari bibir mereka berdua.


Nayra dan Rama pun memberikan ucapan selamat kepada mereka.


"Selamat ya Alina, Mas Adit.. semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah hingga ke jannah. Dan semoga kalian cepat dapat momongan" ucap Nayra.


"Aamiin.. makasih ya Kak ipar" sahut Alina.


"Selamat ya Dit, Alina. Semoga pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan kalian" ucap Rama.


"Aamiin.. Makasih ya Mas" sahut Aditya.


Para tamu yang lain pun bergantian memberikan ucapan selamat. Tidak terkecuali Silvi. Dia datang bersama dengan seorang laki-laki yang sangat tampan.


"Selamat ya Mas Adit, Alina.. akhirnya kalian bisa menikah. Aku ikut bahagia"


"Makasih Sil. Ini pacar baru kamu ya?" tanya Aditya.


"Iya Mas, kami baru jadian"


Silvi pun memperkenalkan pacarnya kepada Alina dan Aditya.


***


Malam harinya, mereka menggelar acara resepsi pernikahan di tempat yang sama. Kali ini Alina dan Aditya memakai pakaian pengantin adat Sunda berwarna vintage green.


Alina dan Aditya pun berduet menyanyikan sebuah lagu berjudul "Kamulah Takdirku" untuk menghibur para tamu.


Jreng.. Jreng.. Jreng...


Aditya mulai memetik gitarnya.

__ADS_1


๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ


Pernah kulihat lukisan cantik


Tujuh bidadari dari langit


Namun saat kulihat dirimu


Cantikmu mengalahkan semua


Pernah kubaca puisi raja


Syairnya indah getarkan rasa


Namun saat namamu disebut


Ku tergetar jiwa penuh rasa


Tuhan yang berikan rasa cinta


Rasa kasih sayang...


Buat apalah susah cari kesana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Tuhan ciptakan aku


Tuhan ciptakan kamu


Kita berdua di izinkan bersama tuk bersatu.. selamanya...


Seperti ombak paham samudra


Kita yang beda tlah disatukan


Dengan kekuatan cinta kasih


Jadilah kisah ini abadi


Kamulah takdirku...


๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽผ๐ŸŽถ


Plok.. Plok.. Plok...


Para tamu pun memberikan tepukan tangan dengan meriah setelah mereka selesai menyanyi. Suara Alina dan Aditya terdengar sangat merdu. Semua tamu pun sangat menikmatinya.


Setelah itu, semua tamu undangan pun memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai sambil berfoto ria.


Alhamdulillah semua acara berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan.


***


Setelah acara resepsi selesai, Aditya dan Alina pun masuk ke kamar hotel. Kamar itu sudah dihias dengan sedemikian rupa menjadi sebuah kamar pengantin yang sangat indah oleh pihak WO.


Beberapa orang dari pihak WO pun membantu Alina melepas pakaian pengantin dan juga aksesorisnya. Setelah itu Alina pun membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan gaun malam tanpa lengan yang sangat sexy.

__ADS_1


Sambil menunggu Aditya selesai mandi, Alina berdiri di dekat jendela sambil menikmati keindahan langit malam. Di dada langit terlihat bulan purnama dan bintang yang bertaburan.


Beberapa saat kemudian, Aditya keluar dari kamar mandi. Lalu diam-diam dia berjalan mendekati Alina. Aditya pun memeluk pinggang Alina dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak istrinya itu. Alina tersenyum. Dia pun meletakkan tangannya di atas tangan Aditya.


"Mas, bulannya indah banget ya?"


"Emm. Tapi istriku jauh lebih indah daripada bulan itu"


"Gombal kamu!"


"Aku serius sayang"


Senyuman Alina mengembang saat Aditya memanggilnya sayang. Alina sangat bahagia. Itulah pertama kalinya Aditya memanggilnya sayang.


"Mas, aku senang kalau kamu memanggilku sayang. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Akhirnya kita berdua telah resmi menikah"


"Aku juga sangat bahagia sayang"


Alina pun membalikkan badannya menghadap Aditya. Mereka berdua saling bertatapan.


"I love you so much, my hubby"


"I love you too, my wife"


Aditya pun mendekatkan bibirnya ke bibir Alina kemudian mengecup bibir Alina dengan lembut. Alina sontak memejamkan mata dan membuka mulutnya. Aditya pun ******* habis bibir Alina dan mengakses seluruh rongga mulut istrinya itu.


Mereka berdua menikmati ciuman itu untuk beberapa saat. Bulan purnama dan bintang yang bertaburan di langit menjadi saksi bisu ciuman pertama mereka.


Setelah puas berciuman, Aditya pun mengangkat tubuh Alina dan membawanya ke tempat tidur. Dan adegan itu pun berlanjut di atas tempat tidur.


"Sayang, apa kamu sudah siap?"


Alina menganggukkan kepalanya.


Malam itu pun menjadi malam pertama yang paling bersejarah dalam hidup mereka. Bulan purnama dan bintang di langit menjadi saksi bisu dua sejoli yang sedang memadu kasih.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....................

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, komentar, dan VOTE nya ya! Makasii.. ๐Ÿ™


__ADS_2