
Jarak antara Nayra dan Aditya tidak begitu jauh, sehingga Nayra bisa melihat kalau Aditya sedang meneteskan air mata. Seketika mereka berdua saling bertatapan. Hati Nayra bagai teriris melihat butiran air bening yang jatuh membasahi kedua pipi Aditya. Mata Nayra pun mulai berkaca-kaca.
'Kenapa kamu harus menyaksikan semua ini Mas? Hati kamu pasti sangat sakit. Aku betul-betul minta maaf Mas...'
Kebetulan Rama sedang fokus mengambil foto Kyara sehingga dia tidak tau kalau ada Aditya di sana. Aditya pun mengayunkan langkahnya. Dia mencoba mendekati Nayra. Dia ingin berbicara pada Nayra. Nayra sontak membulatkan kedua matanya. Jantungnya makin berdebar tidak karuan karena Aditya kian mendekatinya.
'Ya Tuhan.. kenapa Mas Adit malah kesini? Apa yang harus ku lakukan?'
Lalu tiba-tiba Rama memanggilnya.
"Nay, ayo kita pindah ke candi di sebelah sana!"
Nayra langsung membalikkan badannya menghadap Rama dan Kyara.
"Iya Mas"
Nayra bergegas menghampiri mereka. Aditya pun menghentikan langkahnya karena Nayra malah pergi menjauhinya dan mendekati Rama dan Kyara.
"Kenapa kamu malah lari dariku Nay? Aku butuh penjelasanmu! Apa sudah tidak ada lagi rasa cinta di hatimu untukku? Apa kamu sudah benar-benar melupakan aku Nay?"
Aditya hanya berdiri menatap punggung Nayra yang kian menjauh. Nayra pun mengikuti Rama dan Kyara pindah ke candi yang lain. Nayra menoleh ke belakang. Nayra melihat Aditya telah menghentikan langkahnya dan sedang menatapnya.
'Maafkan aku Mas. Aku mohon pergilah! Aku nggak mau kamu sakit hati melihat semua ini. Lupakanlah aku Mas! Carilah perempuan yang lebih baik dariku' ucap Nayra dalam hati.
Aditya mengepalkan kedua tangannya.
'Aku nggak akan nyerah sampai di sini Nay. Jangan panggil aku Aditya kalau aku nggak bisa mendapatkanmu kembali' gumam Aditya dalam hati.
***
Rama asyik mengambil foto Kyara. Walaupun masih berumur dua tahunan tapi Kyara sudah pandai bergaya. Tingkahnya sangat lucu dan menggemaskan sehingga membuat Rama tertawa.
Nayra hanya duduk diam. Entah kenapa Nayra jadi kepikiran sama Aditya. Rama menoleh ke arah Nayra. Dia berniat mengajaknya foto bersama. Tapi Rama heran saat melihat Nayra sedang asyik melamun.
"Kamu kenapa Nay? Kenapa dari tadi kamu diam saja? Apa kamu tidak senang jalan-jalan denganku?"
Nayra kaget mendengar Rama memanggilnya. Dia pun tersadar dari lamunannya kemudian menatap Rama.
"Emh.. aku.. aku nggak pa pa kok Mas"
Nayra melihat jam di pergelangan tangannya.
"Sudah jam setengah enam Mas. Sebaiknya kita pulang sekarang. Sebentar lagi adzan maghrib"
"Emh.. Baiklah"
"Ayo sayang kita pulang!" seru Rama kepada Kyara.
"Iya Pa"
Rama pun menggendong Kyara. Kemudian mereka berdua berjalan beriringan keluar dari area candi. Rama melirik ke arah Nayra. Lalu tiba-tiba saja Rama menautkan tangan kanannya ke tangan kiri Nayra. Nayra terkejut dengan sikap Rama. Nayra pun menatap Rama dengan tajam. Tapi Rama hanya memfokuskan pandangannya ke depan. Nayra benar-benar heran dengan sikap Rama hari ini.
'Kenapa sikapmu padaku mendadak berubah 180 derajat Mas? Apa kamu sudah salah minum obat?' batin Nayra.
__ADS_1
Rama tersenyum senang karena Nayra tidak menolak saat dia menggandeng tangannya.
'Hari ini aku sudah menggenggam tanganmu Nay. Dan sampai kapan pun aku tidak akan melepaskannya lagi' gumam Rama dalam hati.
***
MALAM ITU
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Restoran Bu Aini sudah tutup. Semua karyawannya juga sudah naik ke lantai atas untuk beristirahat. Mbak Santi pun ikut bersama mereka.
Kyara masih asyik bermain boneka bersama Nayra di ruang tamu. Sementara Rama dan Mang Dudung sedang asyik ngobrol di teras rumah.
"Hoamm" Kyara menguap.
"Kyara udah ngantuk ya? Kita tidur di kamar Oma ya sayang ya!" seru Bu Aini yang baru keluar dari kamarnya.
"Biar Kyara tidur sama Nayra aja Bu!"
"Nggak bisa Nay. Kyara kan mau bobo sama Oma.. ya sayang ya!"
Bu Aini pun menggendong Kyara dan membawanya masuk ke kamarnya. Nayra terpaksa mengalah.
'Pasti ibu sengaja melakukannya. Dia pasti ingin aku dan Mas Rama tidur berdua saja malam ini.. huft'
Nayra pun masuk ke kamarnya. Kemudian Nayra menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Nayra menatap langit-langit kamarnya dan mulai berfikir.
'Apa malam ini aku tidur di sofa ruang tamu saja? Tapi kan Mang Dudung nanti tidur di sana'
Ceklek!
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar Nayra.
Jantung Nayra berdebar-debar. Nayra pun memejamkan matanya. Dia pura-pura sudah terlelap.
Begitu masuk kamar, Rama terkejut saat melihat Nayra sudah tertidur dengan pulas. Rama melihat jam di dinding kamar itu.
'Baru jam setengah sembilan. Kenapa dia sudah tidur?' batin Rama.
Rama pun mendekati Nayra kemudian duduk di sampingnya. Rama sejenak menatap wajah cantik Nayra. Rama pun membelai wajah itu dengan jemarinya.
"Nay.. Kamu terlihat sangat cantik kalau lagi tidur"
Cup!
Rama mendaratkan bibirnya di kening Nayra. Kemudian Rama pun mengusap lembut bibir Nayra dengan ibu jarinya. Jantung Nayra makin berdebar tidak karuan. Rama mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Nayra. Tapi tiba-tiba saja Nayra membuka matanya. Rama kaget.
"Mas Rama mau ngapain?"
"Nay kamu belum tidur? Kenapa kamu pura-pura tidur?"
"Siapa yang pura-pura? Tadi aku memang sudah tidur" Nayra berusaha menyangkal.
"Kamu nggak usah bohong Nay!"
__ADS_1
"Aku nggak bohong Mas"
Rama hanya tersenyum melihat muka Nayra yang sudah memerah. Rama pun membaringkan tubuhnya di sebelah Nayra. Tapi Nayra langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Rama. Rama kecewa.
"Kamu kenapa Nay? Apa kamu takut sama suami kamu sendiri?"
"Aku.. aku hanya belum siap Mas" sahut Nayra masih dengan posisi membelakangi Rama.
Rama terkejut mendengar ucapan Nayra. Rama terdiam sejenak untuk berfikir sambil menatap langit-langit kamar itu.
'Sebenarnya kamu kenapa Nay? Bukankah kamu mencintaiku? Kenapa kamu tidak membiarkan aku menyentuhmu?'
Nayra perlahan memutar kepalanya ke belakang karena dari tadi Rama hanya diam saja.
"Kamu tenang saja Nay, aku nggak akan menyentuhmu kalau kamu nggak mengizinkannya"
"Maafkan aku Mas.."
"Kamu nggak perlu minta maaf Nay. Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu"
(suara hati Rama)
'Mungkin kamu sengaja menghukumku Nay. Karena selama dua tahun ini aku sudah menyia-nyiakanmu. Aku memang pantas dihukum. Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap Nay..'
(suara hati Nayra)
'Tuhan.. sebenarnya aku kenapa? Bukankah sudah lama aku menantikan saat-saat ini. Tapi kenapa di saat Mas Rama menginginkannya aku justru menolaknya? Apa karena Mas Adit? Apa aku masih mencintai Mas Adit?'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..................
Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa..!!!
Ranking terkini #16
__ADS_1