Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Acara wisuda Alina berjalan dengan lancar. Pak Samsul, Bu Maya, Rama, Nayra dan Kyara turut serta menghadiri acara tersebut. Mereka pun bergantian memberikan ucapan selamat kepada Alina. Tak terkecuali Nayra. Nayra datang membawakan rangkaian bunga yang indah untuk Alina.


"Alina, selamat ya. Ini aku bawain bunga buat kamu" ucap Nayra seraya memberikan rangkaian bunga tersebut kepada Alina.


"Makasih banyak, Kak ipar" sahut Alina seraya menepiskan senyumnya.


Nayra sangat bersyukur karena Alina sudah tidak marah lagi padanya.


"Kak, aku minta maaf ya atas sikapku yang kurang baik tempo hari" lanjut Alina.


Nayra tersenyum.


"Nggak pa pa Alina. Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu. Aku merasa bersalah padamu. Gara-gara aku pertunangan kamu sama Mas Adit jadi putus"


"Itu bukan salahmu Kak. Mungkin aku sama Mas Adit memang nggak berjodoh. Sudahlah, jangan dibicarakan lagi! Aku mau lupain semuanya. Sekarang aku cuma mau fokus mengejar S2 ku"


"Nayra, Alina, ayo kita foto bersama!" seru Bu Maya.


"Iya Ma"


Bu Maya juga memberikan rangkaian bunga kepada putrinya sebagai hadiah. Setelah itu, mereka pun berfoto bersama.


Selesai berfoto ria, mereka pun kembali ke rumah. Para ART sudah menyiapkan hidangan yang spesial untuk merayakan wisudanya Alina. Mereka pun makan bersama dengan hangat.


Setelah selesai makan, Alina bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Dia sudah packing sejak kemarin. Sekarang dia tinggal mengecek ulang barang-barang bawaannya.


Lalu tiba-tiba saja Nayra mengetok pintu kamar Alina yang terbuka.


Tok.. Tok.. Tok..


Alina menoleh ke arah sumber suara lalu tersenyum saat melihat Nayra.


"Kak ipar, masuklah!"


Nayra pun melangkah masuk lalu duduk di tepi tempat tidur Alina.


"Ada apa Kak?"


"Alina, boleh nggak aku tanya sesuatu sama kamu?"


"Soal apa?"


"Apa kamu masih mencintai Mas Adit?"


Alina terdiam sejenak. Ada kesedihan terpancar di wajahnya.


"Maaf Kak, tapi aku nggak mau membicarakan dia lagi"


"Alina, kalau seandainya saja Mas Adit mau memperbaiki hubungan kalian, apa kamu mau memberinya kesempatan kedua?"


Alina terkejut mendengar pertanyaan Nayra. Sontak dia menatap Nayra dengan tajam.


"Tapi itu nggak mungkin Kak. Mas Adit nggak pernah mencintaiku. Dari dulu dia hanya cinta sama kamu"


"Tapi kamu masih cinta kan sama dia?"


"Cinta yang bertepuk sebelah tangan nggak ada gunanya Kak. Rasanya terlalu sakit" Alina memegang dadanya.


"Sudahlah Kak, aku nggak mau ngebahas soal dia lagi. Aku mau nglupain dia untuk selama-lamanya" lanjut Alina.


Nayra menghela nafas.


'Ya Allah, aku mohon satukanlah mereka kembali! Aku tau kalau sebenarnya mereka berdua saling mencintai' doa Nayra dalam hati.


Setelah semuanya beres, Alina pun menarik kopernya keluar dari kamar disusul oleh Nayra.


"Alina, kamu sudah siap?" tanya Rama yang sedang bermain bersama Kyara di ruang tamu.


"Sudah Kak"

__ADS_1


"Okey, kita tunggu mama sama papa dulu!"


Beberapa saat kemudian, Pak Samsul dan Bu Maya pun muncul. Pak Samsul berjalan sambil menarik sebuah koper besar. Rencananya mereka akan menemani Alina di Amerika selama satu minggu.


"Semuanya sudah siap?" tanya Pak Samsul.


"Sudah Pa"


"Kalau begitu kita berangkat sekarang!"


Mereka semua pun naik ke mobil menuju bandara.


***


Di bandara..


Pak Samsul, Bu Maya dan Alina sudah melakukan check-in dan sedang menjalani pemeriksaan keamanan. Rama, Nayra dan Kyara menunggu mereka sambil duduk di ruang tunggu.


Nayra terlihat cemas. Berkali-kali dia melirik jam di pergelangan tangannya. Kemudian sekali-kali dia meliarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari seseorang.


"Sayang, kamu lagi nyari siapa?" tanya Rama saat menyadari gerak-gerik Nayra.


"Emh.. aku.. aku lagi nyari toilet Mas. Aku kebelet pipis" sahut Nayra berbohong.


"Itu toiletnya" Rama menunjuk ke arah toilet.


"Apa mau aku temenin?" tanya Rama.


"Emh.. nggak usah Mas. Aku sendiri aja"


"Ya sudah sana, cepat kembali ya!"


"Iya Mas"


Nayra pun berdiri lalu melangkah menuju tolilet.


'Huft.. untung saja aku langsung dapat alasan yang masuk akal..' pikir Nayra.


***


Alina, Pak Samsul dan Bu Maya sudah selesai menjalani pemeriksaan. Mereka semua pun duduk untuk menunggu panggilan terakhir. Lalu tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang berjalan menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap laki-laki itu.


Mereka semua terkejut saat melihat Aditya tiba-tiba berdiri di hadapan mereka.


"Mas Adit?" Alina seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Aditya, ngapain kamu ke sini?" tanya Rama dengan marah.


"Sayang, apa kamu yang memberi tahu Aditya?" Rama menatap tajam Nayra.


"Maaf Mas" Nayra menunduk.


"Maaf Om, Tante, Mas Rama, aku hanya ingin bicara sebentar sama Alina sebelum dia pergi" ucap Aditya perlahan.


"Nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan Mas. Semuanya sudah berakhir" sahut Alina.


"Kamu dengar sendiri kan Aditya? Jadi Om minta sama kamu segera tinggalkan tempat ini!" tegas Pak Samsul.


"Tante nggak rela kamu menyakiti hati Alina lagi Aditya! Lebih baik kamu pergi dari sini!" imbuh Bu Maya.


"Ma, Pa, Mas Rama, tolong kasih kesempatan sama Mas Adit untuk bicara sebentar sama Alina!" ucap Nayra memohon.


"Alina, mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan Mas Adit sama kamu" lanjut Nayra.


Alina berfikir sejenak.


"Baiklah, apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Alina kepada Aditya.

__ADS_1


"Alina, aku benar-benar menyesal telah menyakiti hatimu. Aku tau aku nggak pantas mendapatkan maaf darimu.."


"Sejak kamu pergi, aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang dari hatiku. Setiap malam aku nggak bisa tidur. Aku selalu mikirin kamu. Sekarang aku baru sadar, kalau ternyata selama ini aku sudah jatuh cinta sama kamu, Alina.."


"Benarkah? Tapi aku nggak yakin Mas. Bukankah selama ini kamu sangat mencintai Kak Nayra?"


"Aku sama Nayra cuma masa lalu, Alina. Aku janji aku akan berusaha keras untuk melupakan Nayra dan mencintai kamu seutuhnya"


"Maaf Mas, tapi aku nggak percaya lagi sama kamu. Aku takut kecewa lagi. Rasanya terlalu sakit Mas"


"Tolong kasih aku kesempatan kedua, Alina. Aku janji, aku nggak akan ngecewain kamu lagi"


"Maaf Mas, tapi aku nggak bisa. Saat ini aku hanya mau fokus mengejar S2 ku"


Lalu tiba-tiba terdengar suara panggilan yang memberi tahukan agar semua penumpang yang menuju Amerika untuk segera boarding.


"Ayo Alina!" ajak Bu Maya dan Pak Samsul.


Sebelum berpisah, Nayra memeluk Alina dengan erat.


"Alina, take care ya! Aku pasti akan sangat merindukanmu"


"Iya Kak ipar"


"Jangan lupa hubungi aku!"


"Insya Allah Kak.."


Rama juga memeluk Alina dan kedua orang tuanya secara bergantian.


Tidak lupa Pak Syamsul, Bu Maya dan Alina mencium kedua pipi Kyara sebelum mereka pergi.


"Dada Tante Alina.. Dada Opa.. Dada Oma.." ucap Kyara sembari melambaikan tangan kanannya.


"Dada sayang.." Mereka bertiga pun membalasnya sambil melangkah pergi.


Aditya tidak kuasa menahan air matanya. Baru kali ini dia menangis. Dengan berat hati, dia harus merelakan kepergian Alina.


Alina menatap Aditya untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi. Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang jatuh dari pelupuk matanya.


'Selamat tinggal Mas..' ucap Alina dalam hati.


"Aku akan menunggumu, Alina!" seru Aditya.


"Aku akan menunggumu sampai kapan pun itu" lanjut Aditya.


Tidak ada jawaban dari Alina. Air matanya mengalir semakin deras di kedua pipinya. Dia pun membalikkan badannya lalu melangkah pergi menyusul kedua orang tuanya.


'Sebenarnya aku juga berat harus berpisah sama kamu Mas. Jika kita ditakdirkan berjodoh, Tuhan pasti akan mempertemukan kita lagi..' gumam Alina dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......................


LIKE, komen, dan VOTE yg banyak ya setelah membaca!! Makasii.. ๐Ÿ™


__ADS_2