
Tok..
Tok..
Tok..
Sofia mengetuk pintu ruang kerja Rama.
"Masuk!" seru Rama dari dalam.
Sofia pun membuka pintu dan melangkahkan kakinya memasuki ruang kerja Rama sambil membawa secangkir white coffee kesukaan atasannya.
Saat itu Rama sedang duduk di kursi kerjanya. Dia memakai kaca mata dan sedang berkutat dengan laptopnya. Rama kelihatan sibuk sekali.
Sofia pun berjalan mendekati Rama dan berhenti di depan meja kerja atasannya itu. Rama pun mengalihkan pandangannya kepada Sofia.
"Ada apa Sofia?"
"Pak Rama, saya bawakan secangkir white coffee kesukaan Bapak" Sofia meletakkan secangkir white coffee tersebut di atas meja kerja Rama.
"Terima kasih Sofia"
"Maaf Pak, boleh saya minta waktu Bapak sebentar. Saya ingin membicarakan sesuatu sama Bapak. Tapi ini bukan urusan pekerjaan Pak. Ini soal istri Bapak"
Rama terkejut mendengar ucapan Sofia.
"Istriku? Ada apa dengan istriku?"
Rama mempersilahkan Sofia duduk. Sofia pun duduk di kursi berhadapan dengannya. Kemudian Rama menatap Sofia dengan tajam. Rama penasaran apa sebenarnya yang ingin disampaikan sekretarisnya itu soal Nayra.
"Maaf Pak. Semalam saya memperhatikan Aditya dan istri Bapak"
"Apa maksud kamu?" Rama mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti apa maksud ucapan Sofia.
__ADS_1
"Iya Pak. Semalam waktu saya berdansa dengan Aditya, saya perhatikan Aditya terus saja menatap istri Bapak"
"Apa??"
"Iya Pak. Aditya tidak henti-hentinya menatap istri Bapak. Dia tidak melihat saya sedikit pun. Saya juga heran kenapa dia terus saja menatap istri Bapak"
"Kamu pasti salah lihat Sofia. Untuk apa Aditya menatap istriku?"
"Saya tidak mungkin salah lihat Pak. Waktu itu saya sedang berdansa dengan Aditya, dan jarak kami begitu dekat, jadi saya tidak mungkin salah lihat Pak.."
Rama antusias sekali mendengarkan ucapan Sofia. Dan Sofia pun melanjutkan kalimatnya.
"Dan malam itu saya mulai berfikir, apa jangan-jangan Ibu Nayra, istri Bapak adalah perempuan yang dimaksud oleh Aditya. Ibu Nayra adalah mantan pacar Aditya yang sudah meninggalkannya dan menikah dengan Bapak. Karena waktu menyanyi di atas panggung pun Aditya selalu melihat ke arah meja kita Pak. Pasti dia sedang menatap Ibu Nayra. Dan waktu itu Ibu Nayra juga menangis kan waktu Aditya menyanyi? Tapi dia bilang matanya kena debu.."
Rama membulatkan kedua matanya. Dia sangat syok mendengar ucapan Sofia. Wajahnya tiba-tiba merah padam. Ingin sekali Rama menampar mulut wanita yang ada di hadapannya saat itu. Namun dia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan menahan amarahnya.
"Sofia.. kamu jangan asal bicara ya! Ingat siapa yang sedang kamu bicarakan!" Rama meninggikan suaranya.
Sofia tersentak karena Rama tiba-tiba membentaknya. Sofia takut melihat wajah Rama yang sudah merah padam. Jantungnya berdebar kencang. Baru kali ini atasannya itu meninggikan suara kepadanya. Dan baru kali ini juga Sofia melihat Rama semarah itu. Sofia hampir saja menitikkan air matanya.
Sofia pun berdiri dan hendak melangkah keluar. Tapi tiba-tiba saja Rama menghentikan langkahnya.
"Tunggu Sofia. Duduklah!" ucap Rama lirih.
Sofia pun kembali duduk sambil menundukkan wajahnya.
"Maafkan saya Sofia. Tadi saya terlalu emosi. Saya tidak bermaksud untuk membentakmu. Tapi saya tidak suka kalau kamu membicarakan istri saya"
"Tidak apa-apa Pak. Saya yang seharusnya minta maaf karena saya sudah lancang. Saya janji saya tidak akan mengulanginya lagi Pak. Sekali lagi maafkan saya" sahut Sofia masih dengan menundukkan wajahnya.
"Ya sudah. Kamu boleh keluar sekarang"
"Baik Pak. Permisi"
__ADS_1
Sofia pun berdiri lalu pergi meninggalkan ruang kerja Rama.
Rama kembali meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda. Tapi tiba-tiba saja kata-kata Sofia tadi terngiang kembali di telinganya. Rama jadi kepikiran. Dia jadi tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya. Dia pun mematikan laptopnya dan menutupnya.
Rama menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. Diraihnya secangkir white coffee yang ada di atas meja kerjanya, lalu diteguknya perlahan. Rama menghela nafas panjang kemudian mulai berfikir.
'Apa yang dikatakan Sofia itu benar? Apa Nayra pernah berpacaran dengan Aditya sebelum menikah denganku? Tapi kenapa Nayra tidak pernah cerita sama aku? Dan Aditya juga tidak mengatakan apa-apa. Kenapa mereka berdua merahasiakan semuanya dariku? Aku harus mencari tau yang sebenarnya' gumam Rama dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...................
LIKE, komen dan VOTE yg banyak yaa..!!
Ranking turun terus lho ya 😥
__ADS_1
Kalau kalian vote banyak, nanti aku UP lagi..