
Setelah sholat isya, Rama dan Nayra pun naik ke atas tempat tidur. Rama menarik Nayra ke dalam pelukannya. Sebelum tidur mereka berbincang-bincang. Nayra pun membuka obrolan,
"Mas aku bangga sama kamu, kamu hebat bisa meraih gelar "Best Employee of the Year" di kantormu"
"Siapa dulu dong?" Rama tertawa kecil.
"Suami aku.." Nayra pun ikut tertawa.
Tapi tiba-tiba saja tawanya itu sirna. Nayra terbayang wajah Aditya yang tadi menyanyikan lagu 'Kesayanganku' sambil berlinang air mata. Nayra jadi merasa bersalah pada Aditya.
"Mas boleh aku tanya sesuatu?"
"Apa sayang?"
"Emh.. apa Aditya itu bekerja di kantormu? Kenapa dia bisa ada di pesta anniversary kantormu?"
"Iya sayang. Aku yang sudah memberinya pekerjaan. Dia kan sudah menolongku. Jadi aku ingin membalas budi. Kebetulan dia baru datang ke Jakarta dan dia sedang mencari pekerjaan, makanya aku menawarinya untuk bekerja di kantorku. Dan dia langsung mau.."
"Eits tunggu dulu.. kenapa tiba-tiba kau menanyakan soal Aditya sayang?"
"Emh.. nggak pa pa kok Mas. Aku hanya ingin tau saja. Karena dia kan orang yang sudah menyelamatkan nyawa suamiku"
"Oohh.. aku pikir.. kamu sudah jatuh cinta padanya"
"Ya enggak lah Mas. Aku kan udah punya kamu. Mana mungkin aku jatuh cinta sama laki-laki lain"
Rama tersenyum senang mendengar ucapan Nayra. Dia pun mengecup lembut kening Nayra.
"Makasih sayang. I love you"
"I love you too"
"Sayang, sepertinya Aditya dan Sofia saling menyukai. Kamu lihat kan tadi, mereka berdansa dengan begitu mesranya"
"Aku nggak tau soal itu Mas"
"Semoga saja Aditya cepat move on dari perempuan yang sudah meninggalkannya itu. Aku kasihan waktu lihat dia nyanyi tadi. Dia sampai nangis. Aku bisa merasakan kalau hatinya benar-benar hancur karena ditinggal nikah sama pacarnya"
Deg!
Jantung Nayra berdebar kencang setelah mendengar ucapan Rama.
'Seandainya saja kau tau kalau perempuan itu aku Mas..' gumam Nayra dalam hati.
"Mudah-mudahan Aditya mau membuka hatinya untuk perempuan lain, Sofia misalnya. Bagaimana menurutmu sayang, mereka berdua sangat cocok kan?"
Nayra hanya diam saja.
"Iya kan sayang?" Rama pun mengulangi pertanyaannya.
"Eh iya Mas"
'Cocok apanya? Mereka berdua sama sekali tidak cocok' gumam Nayra dalam hati.
"Sudahlah jangan bicarakan soal mereka lagi. Lebih baik sekarang kita berolah raga. Apa kamu sudah siap sayang?"
"Emh.. maaf Mas. Sebenarnya hari ini aku capek banget. Boleh nggak kalau kita lakukan besok saja?"
Rama sedikit kecewa dengan penolakan Nayra. Tapi dia juga tidak mau memaksa istrinya.
"Ya udah, kita lakukan besok saja. Sekarang kita tidur ya!"
"Em" Nayra pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Nayra mendekap erat tubuh Rama. Dan mereka berdua pun mulai memejamkan mata.
***
Keesokan harinya, Rama dan Nayra terjaga dari tidurnya begitu mendengar suara adzan subuh. Mereka pun bangun lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Selesai sholat, Nayra pun keluar kamar lalu menuju dapur untuk membantu Bi Surti menyiapkan sarapan.
"Pagi Bi Surti" ucap Nayra seraya menepiskan senyumnya.
"Pagi Bu Nayra.."
"Hari ini mau masak apa Bi? Biar aku bantu"
"Bibi mau bikin nasi goreng spesial pake telor mata sapi sama omelet kesukaan Bu Maya. Dan untuk Non Kyara Bibi mau bikinin sandwich.."
"Oohh.. ya udah biar aku yang masak nasi gorengnya. Bibi bikin omelet sama sandwich ya!"
"Oke.. siap Bu Nayra"
Mereka berdua pun mulai memasak sambil berbincang-bincang.
"Maaf Bu, boleh Bibi tanya sesuatu?"
"Apa Bi?"
"Apa Bu Nayra dan Pak Rama sudah tidak bersandiwara lagi di hadapan Bu Maya? Soalnya Bibi perhatikan sejak kemarin kalian berdua terlihat begitu mesra.. seperti sepasang pengantin baru yang lagi kasmaran"
Nayra tertawa setelah mendengar ucapan Bi Surti.
"Mata Bibi nggak salah kan Bu?" tanya Bi Surti lagi.
"Iya Bi. Alhamdulillah aku sama Mas Rama sudah nggak bersandiwara lagi di depan Mama"
"Alhamdulillah.. Bibi seneng dengernya Bu. Semoga rumah tangga Bu Nayra sama Pak Rama langgeng dan cepat dikasih momongan lagi"
"Iya Bu"
Setelah sarapan siap, Nayra pun membuatkan secangkir white coffee kesukaan Rama.
"Emm.. sedap sekali aroma kopinya" seru Bu Maya yang baru keluar dari kamarnya.
"Ini white coffee Ma. Apa Mama mau? Biar Nayra bikinin"
"Nggak usah Nay. Mama nggak terlalu suka minum kopi. Mama lebih suka minum teh"
"Baiklah kalau begitu, Nayra bikinin teh ya Ma!"
"Makasih ya! Oh ya Nay, apa vitamin yang Mama kasih Udah kamu minum?"
"Sudah Ma"
"Baguslah. Mudah-mudahan kamu cepat hamil. Mama sudah nggak sabar pengen nimang cucu lagi. Biar rumah ini makin rame"
"Iya Ma. Oh ya Ma, apa Kyara belum bangun?"
"Sudah. Mbak Santi habis mandiin dia tadi"
"Oohh.. Ini tehnya Ma" Nayra meletakkan secangkir teh di hadapan Bu Maya dan meletakkan secangkir white coffee di depan kursi yang biasa Rama duduki.
"Kalau gitu Nayra panggil Mas Rama dulu ya Ma.. permisi"
"Iya Nay"
__ADS_1
Mbak Santi pun muncul sambil menggendong Kyara. Kemudian Mbak Santi mendudukkan Kyara dan mengambilkannya sarapan.
Beberapa saat kemudian, Rama dan Nayra pun muncul.
"Selamat pagi semuanya" ucap Rama.
"Pagi Rama" sahut Bu Maya.
Rama dan Nayra pun duduk di kursi masing-masing.
"Papa mana es klim coklat buat Kiya?"
Rama dan Nayra saling berpandangan. Mereka lupa membelikan Kyara es krim coklat kesukaannya. Dan sekarang Kyara menagihnya.
"Astaghfirullah aladzim.. Maaf ya sayang, papa lupa beliin. Nanti Kyara beli sama Mbak Santi ya! Nggak pa pa kan sayang?"
"Kenapa lupa Pa?" Kyara hampir saja menangis.
"Sayang, habis sarapan nanti kita beli es krim coklat kesukaan Kiya ya! Jangan nangis ya sayang ya!" Nayra berusaha menenangkan Kyara.
"Benelan Ma? Asiiiikkk..." Kyara kembali tertawa. Semua pun ikut tertawa melihatnya.
"Oh ya Ma, semalam alhamdulillah Mas Rama dapat penghargaan 'B**est Employee of the Year' lho Ma" tutur Nayra.
"Oya?" Bu Maya terlihat senang.
"Selamat ya Rama. Mama betul-betul bangga sama kamu. Kamu bisa membuktikan kalau kamu bisa sukses dengan kemampuan kamu sendiri"
"Makasih Ma. Ini semua juga berkat doa Mama"
"Papa kamu pasti senang mendengarnya. Oh ya Rama, Nayra.. setelah ini Mama harus kembali ke Bogor"
"Kenapa cepat sekali Ma? Menginaplah beberapa hari lagi di sini" sahut Rama.
"Semalam papa kamu telfon, dia nyuruh mama pulang"
"Oh ya udah Ma kalau gitu. Kami titip salam ya buat papa sama Alina"
"Iya, insya Allah nanti mama sampaikan"
Setelah selesai sarapan, Bu Maya pun pulang ke Bogor. Rama, Nayra dan Kyara mengantarnya sampai halaman rumah. Setelah itu Rama pun langsung berangkat ke kantor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...................
__ADS_1
Notes :
Untuk setiap pembaca, saya mohon dengan sangat dukungan LIKE dan VOTE nya..!! ππ