
Honeymoon (flashback)
Hari yang sangat cerah. Matahari bersinar dengan terang menyinari bumi. Cuaca yang sangat bersahabat untuk sepasang pengantin baru yang baru saja meresmikan pernikahannya. Aditya dan Alina bersiap-siap untuk pergi berbulan madu. Mereka sudah packing sejak pagi dan akan berangkat siang ini menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebelum terbang, mereka berdua berpamitan terlebih dahulu kepada Pak Samsul dan Bu Maya melalui telepon. Tidak lupa, mereka juga berpamitan kepada Rama dan Nayra melalui video call.
"Alina, Aditya, jangan lupa bawa hadiah yang kami berikan ya! Kami tunggu kabar baik dari kalian berdua. Kami hanya mau satu oleh- oleh aja, yaitu keponakan baru," ucap Rama sambil tersenyum.
"Iya bener tuh," sahut Nayra.
"Dasar kalian ya! Iseng banget sih ngasih hadiah kayak begituan," sahut Alina kemudian tertawa kecil.
"Alina, Mas Adit, kalian seharusnya berterima kasih sama kami. Hadiah itu pasti akan sangat berguna buat kalian nanti." Nayra tertawa.
"Iya deh. Makasih banyak ya, kakakku yang ganteng dan kakak iparku yang cantik. Udah dulu ya. Bentar lagi kami mau boarding. Assalamu'alaikum," ucap Alina.
"Wa'alaikumsalam," sahut Rama dan Nayra kompak. Alina pun mengakhiri panggilan videonya. Setelah itu dia dan Aditya bersiap-siap untuk boarding.
***
Hari sudah sore ketika Aditya dan Alina sampai di kota Singapura. Mereka pun langsung menaiki MRT menuju pelabuhan Marina Bay Cruise Centre. Dari sana mereka menaiki kapal pesiar Voyager of the Sea menuju Pulau Penang, Malaysia.
Ini adalah pengalaman pertama Aditya dan Alina menaiki kapal pesiar. Waktu masih sekolah dulu, Alina pernah mengutarakan mimpinya kepada ibunya untuk pergi honeymoon naik kapal pesiar jika dia sudah menikah nanti. Dan sekarang Bu Maya telah mengabulkan impian putrinya.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di kapal pesiar itu, mereka berdua sangat excited. Kapal itu sangat besar dan mewah. Fasilitasnya juga sangat lengkap. Mereka memilih kamar dengan pemandangan laut yang sangat memukau.
Alina berdiri di tepi jendela sambil menikmati keindahan laut pada malam hari. Aditya mendekati Alina lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya. Alina tersenyum lalu meletakkan kedua tangannya di atas tangan suaminya.
"I love you, Sayang." Aditya berbisik ke telinga istrinya.
"I love you too," sahut Alina.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia?" tanya Aditya.
"Sangat. Aku sangat bahagia karena semua mimpiku telah menjadi kenyataan. Aku sangat bersyukur. Setelah melewati banyak hal, akhirnya sekarang kita resmi menjadi suami istri."
"Mas, kamu adalah cinta pertama dan terakhirku. Aku mohon cintailah aku untuk selama-lamanya. Semoga kita bisa bersama hingga maut memisahkan kita."
"Aamiin. Insya Allah aku akan menggunakan sisa umurku untuk mencintaimu, Sayang."
"Makasih, Mas."
Alina membalikkan badannya menghadap Aditya. Kemudian mereka berdua pun saling berciuman. Alina mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya, sementara Aditya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alina. Lautan yang luas menjadi saksi bisu pasangan pengantin baru yang sedang memadu cinta.
***
Keesokan harinya setelah sarapan, Aditya mengajak Alina jalan-jalan mengelilingi kapal pesiar yang super mewah itu. Mereka asyik berfoto ria di setiap sudut kapal.
"Mas, kita seperti berada di kapal TITANIC ya? Kamu pernah nonton nggak film itu?" tanya Alina.
"Gimana kalau kita menirukan gaya Jack dan Rose seperti dalam film itu? Aku ingin sekali mencobanya, Mas."
"Oke, ayok!"
Akhirnya Aditya menuruti permintaan istrinya dengan senang hati. Mereka berdua berdiri di ujung depan kapal menghadap lautan yang luas. Aditya berdiri di belakang Alina kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya. Lalu Alina merentangkan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri.
"Mas, aku bisa terbang," ucap Alina sambil tersenyum.
"Iya, Sayang. Apa kamu juga mau menirukan gaya Jack dan Rose setelah ini?"
"Maksudmu?" Alina mengerutkan dahi.
"Setelah ini kan ada adegan ciuman bibir antara Jack dan Rose."
__ADS_1
Alina sontak membulatkan kedua matanya. "Tapi di sekitar kita banyak orang, Mas. Apa kamu nggak malu?"
"Aku hanya bercanda, Sayang." Aditya tertawa.
***
Tepat pukul 02.30 PM mereka tiba di Pulau Penang, Malaysia. Mereka turun dari kapal dan menghabiskan waktu untuk mengeksplor keindahan Pulau Penang. Mereka mengunjungi beberapa tempat di sana, diantaranya adalah George Town, Kek Lok Shi Pagoda, Penang Hill dan Pantai Batu Ferringhi.
Aditya dan Alina sangat terpukau melihat keindahan Pantai Batu Ferringhi. Pantai itu memiliki hamparan pasir putih yang indah dan air yang jernih. Mereka banyak melakukan selfie di tepi pantai. Mereka juga meluangkan waktu untuk menaiki banana boat yang terkenal di sana.
Sore harinya, mereka menyaksikan sunset di pantai itu sambil duduk berdampingan di hamparan pasir. Alina menyandarkan kepalanya di pundak Aditya. Pemandangannya sungguh sangat mengagumkan.
"Indah banget ya Mas pemandangannya. Rasanya aku nggak ingin pulang," gumam Alina.
"Lain kali aku akan mengajakmu ke Jogja. Di sana juga banyak pantai yang tak kalah bagusnya dengan pantai ini. Lebih bagus malahan."
"Oya? Kalau gitu kamu harus janji sama aku, lain kali kamu akan membawaku ke sana!"
"Iya, aku janji."
Setelah itu, mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar malam yang terkenal di sana, yaitu Batu Ferringhi Night Market. Di sana dijual berbagai macam cenderamata khas Pulau Penang dengan harga yang relatif murah.
Tepat pukul 09.00 PM, mereka kembali ke kapal pesiar karena kapal akan kembali berlayar pada pukul 10.00 PM menuju Phuket, Thailand.
- - -
Aku kasih extra part ya gaess...
mudah2 an kalian gx bosan ya! ๐
Jangan lupa tekan LIKE setelah membaca! TQ.
__ADS_1