
Usia kandungan Nayra sudah menginjak sembilan bulan. Tinggal beberapa hari lagi dia akan melahirkan. Menurut hasil USG, diperkirakan bayinya berjenis kelamin laki-laki.
Rama dan Nayra sangat bahagia karena Allah telah mengabulkan impian mereka untuk punya baby boy. Tapi akhir-akhir ini Nayra sangat khawatir karena sampai sekarang dia sama sekali tidak mengalami tanda-tanda persalinan.
Malam itu Rama dan Nayra berbincang-bincang sambil duduk di atas tempat tidur.
"Mas, kenapa sampai sekarang belum ada tanda-tanda persalinan ya? Aku ini hamil tapi rasanya seperti nggak hamil loh. Masak aku sama sekali nggak pernah mual, muntah, keram, kontraksi atau apa pun itu dari dulu sampai sekarang?"
"Bagus dong sayang. Itu kan artinya jagoan kita ini pengertian. Dia nggak mau nyusahin ibunya"
"Tapi aneh nggak sih Mas?"
"Kata dokter kan ini wajar sayang. Jadi kamu nggak perlu khawatir. Kita tunggu saja sampai HPL"
Rama mengelus-elus perut Nayra. Lalu tiba-tiba saja bayi di dalam perut Nayra bergerak-gerak.
"Sayang, dia bergerak"
"Iya Mas"
Rama dan Nayra tersenyum bahagia.
"Sayang, cepat lahir ya! Papa sama mama udah nggak sabar pengen gendong kamu" Rama pun menciumi perut Nayra.
Nayra sangat bahagia karena selama dia hamil, Rama begitu perhatian padanya. Rama selalu menuruti apa pun keinginannya. Nayra merasa beruntung punya suami yang pengertian dan sayang seperti Rama.
"Mas, makasih ya kamu sudah setia mendampingiku sampai saat ini. Aku benar-bemar beruntung punya suami sepertimu"
"Aku yang beruntung punya istri sepertimu sayang"
"Benarkah? Sekarang aku nggak cantik lagi loh. Entah kenapa semenjak hamil aku jadi malas banget dandan. Mungkin bawaan bayi kali ya? Dan badanku juga membengkak seperti gajah. Berat badanku sudah hampir 70 kilo gram loh Mas. Apa kamu masih tetap mencintaiku seperti dulu?"
"Enggak" Rama menggelengkan kepalanya.
"Apa?" Nayra terkejut mendengar jawaban Rama.
Rama tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya.
"Aku nggak mencintaimu seperti dulu sayang. Karena rasa cintaku padamu malah semakin bertambah. Apalagi kamu akan memberiku seorang bayi laki-laki. Aku makin mencintaimu. Biarpun kamu nggak pernah dandan. Biarpun badan kamu sebesar gajah sekali pun, aku akan tetap mencintaimu"
Senyum Nayra langsung mengembang mendengar kata-kata Rama.
"Makasih banyak Mas, I love you"
"I love you too" Rama menarik Nayra ke dalam pelukannya.
"Sayang, aku mau 'olah raga' sebentar sama kamu" ucap Rama setengah berbisik ke telinga Nayra.
Nayra mengangguk perlahan.
Rama mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Nayra. Kemudian mereka pun saling berciuman.
Ceklek!
__ADS_1
Tiba-tiba saja pintu kamar mereka dibuka oleh seseorang. Sontak mereka pun melepaskan ciuman mereka.
"Mamah..." seru Kyara sambil berlari menghampiri Nayra.
"Kenapa kamu bangun sayang? Bukannya kamu tadi udah bobo?"
"Kiya pengen bobo sama adek bayi Mah"
Rama menepuk dahinya.
Nayra tertawa.
***
Bu Aini datang ke Jakarta sebelum hari perkiraan lahir bayi Nayra. Dia ingin mendampingi Nayra pada saat melahirkan. Dalam hati Bu Aini merasa takut. Dia takut kalau kejadian yang menimpa Aisha dulu akan menimpa Nayra juga. Setiap selesai sholat, Bu Aini selalu mendoakan keselamatan Nayra dan bayi dalam kandungannya.
Dan sekarang HPL bayi Nayra sudah melebihi satu minggu. Kali ini Bu Aini juga ikut khawatir, karena sampai sekarang Nayra belum juga menunjukkan tanda-tanda persalinan.
"Nak Rama, sebaiknya kamu bawa Nayra ke rumah sakit sekarang! Ibu khawatir jika kandungannya kenapa-kenapa. Soalnya HPL nya sudah lebih satu minggu" kata Bu Aini saat melihat Rama pulang dari kantor.
"Baik Bu. Sebenarnya saya juga sangat mengkhawatirkan kandungan Nayra"
Sore itu juga, Rama dan Bu Aini langsung membawa Nayra ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.
Karena dokter kandungan sedang ada operasi, maka suster yang memeriksa kandungan Nayra di ruang IGD. Rama mengurus administrasi pendaftaran, sementara Bu Aini mendampingi Nayra di ruang pemeriksaan.
"Suster, HPL bayi saya sudah melebihi satu minggu. Tapi kenapa saya belum menunjukkan tanda-tanda persalinan ya Sus?" tanya Nayra.
"Apa perut Ibu tidak pernah kontraksi?"
"Apa tidak ada lendir bercampur darah yang keluar dari ******** Ibu?"
"Tidak ada Sus"
"Baiklah, saya akan melakukan pemeriksaan dalam. Tolong Ibu berbaring dan lepaskan celana dalam Ibu"
"Baik Sus"
Suster pun melakukan pemeriksaan dalam terhadap Nayra.
"Gimana Sus?"
"Sama sekali belum ada pembukaan Bu"
Ada kekhawatiran di hati Nayra dan juga Bu Aini.
"Saya akan konsultasikan kepada dokter dulu. Tunggu sebentar ya Bu!"
"Iya Sus"
Suster pun menghubungi dokter kandungan.
Beberapa saat kemudian, Rama masuk ke ruang pemeriksaan.
__ADS_1
"Pak, Bu, dokter menyarankan agar Ibu Nayra operasi caesar karena HPL-nya sudah lebih dari satu minggu"
Rama dan Nayra saling memandang.
"Gimana Mas?"
"Lakukan saja Sus!"
"Baiklah. Tolong Bapak tanda tangani dokumen ini!"
Tanpa berpikir panjang, Rama pun langsung menandatangani dokumen tersebut.
"Kata dokter, operasi kemungkinan akan dilakukan pukul sepuluh malam ini. Jadi, mulai sekarang Ibu harus berpuasa! Saya akan memindahkan Ibu ke ruang observasi"
"Baik Sus"
Suster pun memindahkan Nayra ke ruang observasi. Bu Aini setia mendampingi Nayra. Sementara Rama kembali ke rumah untuk mengambil pakaian dan perlengkapan bayi.
Di ruang observasi, suster memasang infus di tangan Nayra lalu mengambil sample darah Nayra untuk diperiksa. Setelah itu suster memasang kateter di ******** Nayra untuk mengosongkan kandung kemihnya. Nayra meringis kesakitan.
Tak lama kemudian, suster masuk membawa sebuah alat yang dinamakan Cardio Tocography (CTG). CTG adalah alat yang digunakan untuk memantau denyut jantung janin dan kontraksi rahim. Alat ini digunakan untuk melihat ada tidaknya gangguan pada bayi sebelum atau selama persalinan, sehingga dokter bisa memberi pertolongan dengan segera jika ada perubahan pada denyut jantung janin maupun kontraksi rahim.
"Maaf Bu, saya akan memasang CTG pada perut Ibu untuk memantau denyut jantung bayi Ibu"
"Baik Suster"
Suster pun mengolesi perut Nayra dengan gel sebelumnya, lalu mulai memasang alat tersebut.
Satu jam kemudian, Rama datang membawa pakaian dan perlengkapan bayi. Kebetulan saat itu dokter masuk ke ruangan Nayra.
"Pak, Bu, CTG menunjukkan kalau denyut jantung bayi Ibu sangat lemah" kata dokter.
Rama, Nayra dan Bu Aini sangat syok mendengar ucapan dokter.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...................
Jangan lupa LIKE, komentar, dan VOTE yang banyak setelah membaca yaa! Makasii.. ๐