
Dua tahun kemudian ....
Rama dan Aditya telah bekerja sama untuk mendirikan sebuah perusahaan arsitektur di Jakarta. Perusahaan itu diberi nama Mahendra Architeam. Dan perusahaan itu didesain sendiri oleh mereka berdua.
Hari ini adalah hari peresmian perusahaan baru mereka. Banyak tamu undangan yang hadir. Pak Samsul, Bu Maya, Bu Aini, dan kedua orang tua Aditya juga turut menghadiri acara tersebut.
Setelah memberikan kata sambutan kepada para tamu undangan, Rama sebagai pemegang saham tertinggi bersiap untuk melakukan pengguntingan pita secara simbolik. Aditya berdiri di sampingnya.
"Bismillahirohmannirrohim ...." Setelah mengucap basmallah, Rama pun menggunting pita tersebut.
Prok prok prok ....
Semua tamu yang hadir memberikan tepuk tangan dengan meriah.
"Selamat ya Mas, akhirnya sekarang kita punya perusahaan sendiri." Aditya berjabat tangan dengan Rama kemudian saling berpelukan.
"Selamat buat kamu juga Dit. Kamu adalah arsitek terbaik di negri ini. Mari kita bekerja sama membuat Mahendra Architeam menjadi perusahaan arsitektur nomor satu di Indonesia!"
"Insya Allah Mas."
Cekrek cekrek ....
Para wartawan yang hadir pun mengambil foto mereka berdua.
Pak Samsul, Bu Maya, Bu Aini dan kedua orang tua Aditya pun bergantian memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.
"Rama, Aditya, selamat ya! Papa benar-benar bangga pada kalian berdua. Dengan kerja keras kalian, akhirnya kalian berhasil mendirikan perusahaan sendiri," kata Pak Samsul.
"Terima kasih Pa," sahut Rama dan Aditya. Pak Samsul pun memeluk mereka secara bergantian.
"Mama juga bangga pada kalian. Selamat ya Rama, Aditya," ucap Bu Maya.
"Makasih Ma," jawab Rama dan Aditya dengan kompak.
Nayra juga memberikan ucapan selamat kepada suaminya. Kyara dan Daniel pun tak mau ketinggalan. Kyara sekarang sudah berumur enam setengah tahun dan sudah duduk di kelas satu SD. Sementara Daniel berumur tiga setengah tahun dan sekolah di PAUD.
"Selamat ya Mas, akhirnya kita punya perusahaan sendiri," ucap Nayra lalu mencium kedua pipi suaminya.
"Iya Sayang. Semua ini berkat doa dan dukungan kalian. Kamu, Kyara, dan Daniel, kalian bertiga adalah penyemangatku," sahut Rama.
"Selamat ya Pa," ucap Kyara dan Daniel.
"Makasih Sayang," Rama pun mencium kedua pipi Kyara dan juga Daniel.
Alina dan Aditya telah dikaruniai seorang anak perempuan bernama Yasmin. Dan sekarang Yasmin sudah berumur satu tahun. Alina memberikan ucapan selamat kepada Aditya sambil menggendong Yasmin.
"Selamat ya Papa!" ucap Alina.
"Makasih Sayang." Aditya pun mencium pipi Alina dan juga pipi Yasmin. Setelah itu, mereka semua pun berfoto bersama.
Tiba-tiba saja Nayra merasa kepalanya pusing. Pandangan matanya mulai kabur.
Ya Allah, aku kenapa? gumam Nayra dalam hati. Dia pun memicit pelipisnya dengan tangan kanan. Lalu tiba-tiba saja ... bruk! Nayra jatuh tak sadarkan diri.
"Nayraaa!" semua orang berteriak histeris dan panik saat melihat Nayra pingsan. Rama pun segera membopong tubuh istrinya.
"Mamaaa!" teriak Kyara dan Daniel.
"Ma, Pa, aku akan membawa Nayra ke rumah sakit. Tolong jaga Kyara dan Daniel!" seru Rama kepada kedua orang tuanya.
"Iya, hati-hati Rama," sahut Pak Samsul dan Bu Maya.
"Ibu ikut Nak Rama," seru Bu Aini.
__ADS_1
"Baiklah Bu, ayo!" sahut Rama kemudian bergegas menuju tempat parkir. Rama dan Bu Aini pun masuk ke dalam mobil. Rama mengemudikan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Rama langsung melarikan Nayra ke ruang IGD diikuti oleh Bu Aini.
"Dokter, tolong istri saya pingsan!" seru Rama dengan panik. Dokter dan suster pun segera memeriksa kondisi Nayra. Bu Aini duduk menunggu dengan cemas, sementara Rama mengurus administrasi pendaftaran.
Beberapa saat kemudian ....
"Dokter bagaimana kondisi istri saya?" tanya Rama begitu dokter keluar dari ruang periksa.
Dokter itu pun tersenyum. "Selamat ya Pak. Istri Anda sedang hamil."
"Apa?" Rama membulatkan kedua matanya. "Istri saya hamil Dok?"
"Iya Pak."
"Alhamdulillah ya allah ...." Rama meraup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Alhamdulillah ... selamat ya Nak Rama!" ucap Bu Aini sambil tersenyum senang.
"Makasih Bu."
"Dokter boleh saya melihatnya?"
"Silahkan Pak. Kebetulan Ibu Nayra sudah sadar."
Rama dan Bu Aini pun masuk menemui Nayra.
"Mas, aku hamil," ucap Nayra seraya menitikkan air mata saking bahagianya.
"Iya Sayang. Terima kasih banyak. Aku senang sekali. Kita akan punya anak lagi." Rama mencium kening istrinya.
Bu Aini begitu terharu menyaksikan kebahagiaan mereka berdua. Tanpa terasa ada butiran air bening mengalir dari pelupuk matanya. Bu Aini tersenyum sembari menyeka air matanya.
Rama pun menghubungi papanya dan memberitahukan kalau ternyata Nayra sedang hamil. Pak Samsul senang sekali.
"Alhamdulillah," ucap Pak Samsul di ujung talian.
"Pa, gimana Nayra Pa?" tanya Bu Maya dengan cemas.
"Nayra hamil Ma," sahut Pak Samsul.
"Apa? Nayra hamil?" Bu Maya terkejut. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Alhamdulillah ya Allah," ucap Bu Maya dan yang lainnya.
"Selamat ya Ma, Kita akan punya cucu lagi," Pak Samsul dan Bu Maya pun saling berpelukan.
"Kyara, Daniel, sebentar lagi kalian akan punya adik bayi," ucap Alina kepada kedua keponakannya.
"Beneran Tante? Yeeaaayyy!!" Kyara dan Daniel bersorak gembira sambil melompat-lompat. Mereka semua tertawa melihatnya.
***
Malam itu ....
Nayra mencium kening Kyara dan Daniel yang sudah tertidur dengan pulas di kamar mereka. Setelah itu dia pun menyelimuti tubuh mereka. Tiba-tiba saja Rama masuk dan memeluk Nayra dari belakang. Nayra tersenyum. Dia pun melipat kedua tangannya di atas tangan suaminya.
"Sayang, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Hari ini aku telah meresmikan perusahaan baru kita. Dan kamu melengkapi kebahagiaanku dengan kehamilan kamu. Terima kasih banyak Sayang." Cup! Rama mendaratkan bibirnya di pipi Nayra.
"Sama-sama Mas."
"Sayang, kamu itu seperti malaikat yang dikirim Allah untukku. Kamu hadir membawa cahaya yang menerangi kegelapanku. Kamu mengubah air semua orang mata menjadi tawa. Kamu memberikan sejuta kebahagiaan dalam hidup kami semua. Aku beruntung punya istri seperti dirimu.
__ADS_1
"I love you Sayang," ucap Rama berbisik ke telinga Nayra.
"I love you too," sahut Nayra.
Rama pun membalikkan tubuh Nayra hingga menghadapnya. Kemudian dia menangkupkan kedua tangannya ke wajah Nayra lalu mengecup bibirnya dengan lembut.
"Kamu, Kyara, Daniel, dan bayi yang ada dalam kandungan kamu, kalian adalah segalanya bagiku. Kita akan sama-sama merawat dan membesarkan anak-anak kita hingga mereka tumbuh dewasa," ucap Rama seraya menatap kedua bola mata istrinya. Nayra mengangguk pelan.
Rama pun mencium bibir Nayra lagi. Kali ini dia melu*atnya. Nayra pun membalas ciuman suaminya dengan hangat. Setelah melalui berbagai macam ujian dalam rumah tangganya, akhirnya mereka pun hidup bahagia selamanya.
.
.
.
.
.
(SELESAI)
ππππππππππππ
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah :
Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang masih menyayangimu.
Karena kamu akan benar-benar merasakan kehilangan,
jika dia sudah benar-benar pergi.
Lalu sekuat apapun kamu menyesali,
jarum jam tidak akan berputar ke kiri ....
Dua pokok pilar dalam sebuah hubungan adalah kejujuran dan saling percaya.
Tanpa keduanya hubungan tidak akan bertahan lama.
Cepat atau lambat pasti akan hancur
berkeping-keping ....
Jangan bersedih jika kenyataan
tidak sesuai dengan harapanmu.
Bisa jadi Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,
karena Allah memberi apa yang kita butuhkan ....
ππππππππππππ
Author note :
Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari para pembaca sekalian untuk novel keduaku ini yaa ... tanpa kalian aku bukan apa-apa.
Mohon maaf apabila ada penulisan kata yang salah atau kurang berkenan di hati ... ππ
Insya Allah kita akan berjumpa lagi di karya-karyaku selanjutnya ...
Jangan lupa bahagia!
__ADS_1
I LOVE U ALL ... ππ