
Rama masih menggenggam erat tangan Nayra sambil menunggu jawaban darinya. Tapi Nayra masih bingung mau menjawab apa. Mereka berdua masih saling bertatapan. Lalu kepala Rama tiba-tiba pusing. Rama pun melepaskan tangan Nayra kemudian memegang kepalanya. Nayra terkejut.
"Kamu kenapa Mas?"
"Kepalaku tiba-tiba pusing Nay. Mungkin karena semalaman aku nyetir dan nggak tidur"
"Hah? Kenapa Mas Rama yang nyetir Mas? Kan ada Mang Dudung"
"Aku gantiin Mang Dudung Nay. Kasihan dia. Soalnya aku juga nggak bisa tidur. Aku kepikiran kamu terus Nay. Aku juga belum makan apa-apa sejak kemarin. Nafsu makanku juga hilang"
"Apa??"
"Boleh nggak aku numpang tidur sebentar Nay? Kepalaku pusing banget"
"E iya Mas. Kamu tidur di kamarku saja. Ayo biar aku bantu!"
Nayra pun membantu Rama berdiri lalu menuntunnya ke kamarnya.
"Kamu tidur saja di sini Mas. Biar aku ambilkan obat sakit kepala. Tunggu sebentar ya!"
Nayra bergegas mengambil obat sakit kepala di kotak P3K. Sementara Rama langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rama pun memejamkan mata dan mencoba untuk tidur agar pusing di kepalanya hilang.
Tak lama kemudian Nayra datang membawa segelas air putih dan juga obat sakit kepala.
"Mas Rama, minum obatnya dulu Mas"
Rama pun membuka matanya kemudian duduk. Nayra menyerahkan obat dan air itu kepada Rama. Rama pun langsung meminumnya.
"Makasih Nay"
Rama pun berbaring lagi.
"Mas Rama mau makan apa? Biar aku ambilin. Gudeg, soto, ayam goreng, pecel, gado-gado...??"
"Nggak usah Nay makasih. Aku lagi nggak nafsu makan. Aku mau tidur saja"
"Ya udah, Mas Rama tidur dulu aja. Aku tinggal dulu ya Mas"
Rama menganggukkan kepalanya. Nayra pun keluar meninggalkan Rama sendirian di kamarnya. Kemudian Rama mulai memejamkan mata.
***
Nayra menyusul Kyara dan yang lainnya di restoran.
"Nak Rama mana Nay?" tanya Bu Aini begitu melihat Nayra datang sendirian.
"Mas Rama kepalanya pusing Bu. Semalaman dia nyetir dan nggak tidur"
"Astaghfirullah.."
"Em.. maafkan saya Bu. Semalam Pak Rama sendiri yang minta untuk menggantikan saya nyetir dan menyuruh saya untuk tidur. Saya jadi merasa bersalah Bu" Mang Dudung menimpali.
"Nggak pa pa Mang. Saya juga sudah memberikannya obat. Dan sekarang Mas Rama lagi tidur"
"Kenapa kamu nggak menyuruhnya sarapan dulu Nay?" tanya Bu Aini.
"Mas Rama katanya lagi nggak nafsu makan Bu. Nayra mau bikinin dia bubur"
"Mama.. Kiya juga mau bubur Ma"
"Iya sayang, nanti Mama bikinin buat Kiya juga. Tunggu sebentar ya sayang ya. Kamu main dulu sama Mbak Santi ya!"
"Iya Ma"
__ADS_1
Nayra pun pergi ke dapur untuk membuat bubur ayam.
"Nay, Mas Rama sakit ya?" tanya Andin kepo.
"Iya Ndin. Aku mau bikinin dia bubur"
"Biar aku bantuin ya Nay" imbuh Mbak Wulan.
"Nggak usah Mbak. Biar aku sendiri saja"
"Cie.. cie.. kayaknya ada yang mau bikin bubur spesial buat suami tercinta" Mbak Rina menimpali.
"Apaan sih Mbak..."
Mbak Rina, Mbak Wulan dan Andin pun saling berpandangan sambil tersenyum.
'Huh.. terserah kalian mau bilang apa. Bodo amat' batin Nayra.
Nayra pun mulai membuat bubur ayam. Setelah jadi, Nayra meletakkan bubur tersebut ke dalam dua buah mangkok. Satu buat Rama dan satu buat Kyara.
'Mudah-mudahan Mas Rama suka'
Kemudian Nayra membuatkan wedang uwuh instan untuk Rama.
Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat, memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang. Wedang uwuh adalah minuman khas dari Yogyakarta.
Pada awalnya wedang uwuh masih dalam bentuk bahan utuh berupa rempah-rempah asli, tetapi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan dalam bentuk instan. Wedang uwuh sangat berkhasiat untuk mengatasi gejala masuk angin.
Setelah jadi, Nayra meletakkan dua mangkok bubur ayam dan secangkir wedang uwuh tersebut di atas nampan kemudian membawanya.
"Kiya.. buburnya udah jadi sayang"
"Asiiikk.. Kiya mau makan bubur Ma"
"Iya Ma"
Nayra pun menyerahkan semangkok bubur ayam kepada Mbak Santi. Setelah itu Nayra pergi ke kamarnya.
Di kamar, Rama masih tidur dengan pulas. Mungkin karena pengaruh obat. Nayra pun meletakkan nampan berisi bubur ayam dan wedang uwuh tersebut di atas meja. Kemudian Nayra duduk di samping Rama. Nayra memperhatikan wajah Rama yang terlihat agak pucat. Nayra pun menyentuh kening Rama.
'Astaghfirullah.. badan kamu panas Mas'
Nayra panik. Dia pun bergegas mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres kening Rama.
Rama masih terlelap ketika Nayra meletakkan handuk kecil di keningnya. Tiba-tiba Nayra merasa kasihan melihat kondisi Rama.
"Maafin Nayra Mas. Mas Rama jadi sakit gara-gara Nayra" Nayra mulai menitikkan air mata.
"Jangan pergi Nay! Jangan tinggalkan aku!" ucap Rama masih dengan mata tertutup.
Nayra kaget mendengar Rama berbicara. Ternyata Rama sedang mengigau. Nayra pun menggenggam tangan Rama.
"Kamu tenang saja Mas! Aku nggak akan ninggalin kamu. Aku janji"
Rama perlahan membuka matanya. Rama terkejut saat melihat Nayra menangis di sampingnya sambil menggenggam tangannya.
"Nayra.. Kenapa kamu nangis Nay?"
"Mas Rama"
Nayra juga terkejut karena Rama tiba-tiba bangun. Nayra pun melepaskan tangan Rama kemudian mengusap air matanya.
"Kamu udah bangun Mas? Aku tadi bikinin kamu bubur ayam sama wedang uwuh"
__ADS_1
Rama pun duduk lalu menyandarkan punggungnya. Nayra mengambil secangkir wedang uwuh itu kemudian menyerahkannya kepada Rama.
"Mas Rama minum dulu ya!"
Rama pun menyambutnya kemudian meminumnya sedikit. Setelah itu Rama meletakkannya kembali di atas meja.
"Sekarang Mas Rama makan buburnya ya! Mumpung masih anget"
Nayra pun mengambil nampan berisi semangkok bubur ayam dan meletakkannya di pangkuan Rama. Rama menatap bubur ayam itu kemudian beralih menatap Nayra yang sedang duduk di sampingnya.
"Makasih Nay"
"Kenapa kamu perhatian sekali sama aku Nay? Padahal aku sudah sering menyakiti hatimu"
Nayra menundukkan wajahnya.
"Aku cuma kasihan sama Mas Rama"
'Kenapa kamu nggak jujur saja kalau kamu cinta sama aku Nay?' batin Rama.
"Mas Rama makan aja buburnya! Aku keluar dulu"
Nayra pun berdiri dan memutar badannya hendak melangkah pergi. Tapi Rama dengan sigap menarik tangan Nayra. Nayra kaget. Jantungnya berdebar-debar. Dia pun menoleh ke arah Rama.
"Ada apa Mas?"
"Nay, kamu makin cantik kalau pakai hijab seperti itu" ucap Rama sambil tersenyum.
Deg!
'Apa?? Mas Rama bilang aku cantik??' batin Nayra.
Jantung Nayra seolah mau melompat keluar. Nayra tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Makasih Mas" ucap Nayra seraya menepiskan senyumnya.
Rama pun melepaskan tangan Nayra. Kemudian Nayra melangkah pergi dengan hati yang berbunga-bunga. Ini baru pertama kalinya Rama memuji dirinya. Entah kenapa Nayra begitu bahagia mendengarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..................
Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa!!!
Ranking terkini #33 😩
__ADS_1