
WARNING!!!
Khusus 21+ yaa.. yang belum cukup umur silahkan skip dulu..!! ๐
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"Kamu habis dari mana sayang?" tanya Rama.
"Emh.. dari.. dari bawah Mas"
"Ngapain aja kamu di bawah? Aku udah nungguin kamu lho dari tadi"
"Memangnya ada apa Mas?"
Rama meraih tangan Nayra lalu menggenggamnya. Nayra terkejut. Mereka pun saling bertatap muka.
"Nay, aku tau kamu pasti sedang menghukumku atas semua kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan padamu selama ini. Tapi mau sampai kapan Nay? Aku sudah menyadari semua kesalahanku. Aku sudah minta maaf sama kamu. Dan aku sedang berusaha memperbaiki semuanya.."
"Aku juga sudah membuang semua kenanganku bersama Aisha demi kamu. Demi masa depan kita dan juga Kyara. Dan sekarang aku ingin memulai semuanya dari awal bersamamu Nay.."
"Nayra.. apa kau mau menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku untuk selamanya?"
Deg!
Nayra terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Rama. Jantungnya makin berdebar-debar. Ada rasa haru yang menyelinap di relung hatinya begitu mendengar semua ucapan Rama. Dan Mata Nayra pun mulai berkaca-kaca...
"Kau mau kan sayang?"
Nayra mencoba menyelami isi hatinya. Dan hatinya pun berkata, 'YA'
Dan perlahan Nayra pun menganggukkan kepalanya. Rama tersenyum senang. Dia pun langsung menarik tubuh Nayra ke dalam pelukannya. Rama memeluk Nayra dengan erat. Air mata mereka sudah tidak bisa dibendung lagi. Tangis mereka pun pecah.
"Terima kasih sayang. Aku janji aku akan berusaha membuatmu bahagia. Aku akan menyerahkan jiwa, raga dan segala yang aku punya hanya untukmu.. Aku cinta kamu, Nay!" ucap Rama di sela isak tangisnya.
Tangis Nayra makin menjadi di saat Rama menyatakan cintanya. Akhirnya setelah sekian lama Nayra menunggu, kata-kata itu keluar juga dari mulut Rama. Nayra begitu terharu dan bahagia.
"Aku juga cinta kamu Mas.."
Rama senang akhirnya hari ini ia mendengar pengakuan dari Nayra. Rama pun menyeka air matanya kemudian mengusap air mata Nayra dengan kedua ibu jarinya. Kini mereka berdua pun tertawa bersama. Ada tangis, haru, tawa dan rasa bahagia menyelimuti hati mereka berdua saat itu.
__ADS_1
"Sudah lama sekali aku ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kamu Mas.."
"Maafkan aku sayang, selama ini aku sudah menyia-nyiakan kamu. Maaf.."
"Sekarang aku baru sadar kalau ternyata aku mencintaimu, Nay.. dan aku sangat membutuhkanmu"
Mereka berdua saling berpelukan lagi. Rama pun mengecup kening Nayra perlahan.
"Sayang, apa kamu ingin memenuhi permintaan Mama tadi?"
Nayra pun melepaskan pelukannya kemudian menatap Rama dengan tajam.
"Kalau kamu masih belum siap, aku akan sabar menunggumu sampai kamu benar-benar siap. Seperti kamu yang sudah menungguku selama dua tahun ini, aku juga rela menunggumu sampai kapan pun"
"Selama ini Mama sudah terlalu baik sama aku Mas. Dan kali ini aku nggak akan mengecewakan Mama"
"Maksud kamu?" Rama tersenyum senang. Dia seperti mendapat lampu hijau dari Nayra.
"Aku siap Mas. Aku siap menjadi ibu dari anak-anakmu"
"Terima kasih sayang"
Rama pun mulai melepas jilbab yang menutupi kepala Nayra dengan perlahan. Nayra hanya diam saja. Kemudian Rama menarik tali yang mengikat rambut Nayra hingga rambut Nayra yang panjang dan ikal itu tergerai indah.
Rama pun membelai rambut Nayra dengan jemari tangannya. Kemudian membelai lembut wajah Nayra. Nayra pun memejamkan matanya lalu sedikit membuka mulutnya.
Nayra seperti memberi sinyal agar Rama menciumnya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Rama pun mendekatkan bibirnya ke bibir gadis cantik yang ada di depannya saat itu kemudian mencium bibir tipis itu perlahan. Nayra pun membalas ciuman Rama. Semakin lama ciuman itu pun semakin dalam. Rama mengakses seluruh rongga mulut Nayra. Dan mereka berdua pun saling ******* dan menghisap.
Ciuman itu berlangsung lama hingga membuat seluruh tubuh Nayra bergetar hebat. Rama pun demikian. Mereka berdua sudah hilang kendali.
Rama pun melucuti pakaian Nayra satu per satu lalu membaringkan tubuh mungil istrinya itu. Kemudian Rama pun melepas semua pakaiannya dan mencampakkannya begitu saja ke lantai.
Kini Rama mulai menempatkan dirinya di atas tubuh Nayra. Seketika mereka berdua saling bertatapan.
"Mas, aku takut. Apa rasanya akan sakit sekali?"
"Awalnya memang sakit sayang, tapi aku akan melakukannya pelan-pelan. Kamu jangan tegang ya! Rileks saja! Nanti lama-lama kamu juga akan merasa nikmat"
Rama mulai mencium bibir Nayra lagi. Nayra pun mengalungkan kedua tangannya dengan pantas di leher Rama. Ciuman itu pun turun ke leher Nayra. Rama menggigit leher Nayra hingga meninggalkan bekas kepemilikan berwarna kemerahan di beberapa tempat. Setelah itu ciuman itu pun turun ke dada Nayra. Rama meremas dan menghisap dua benda sintal milik Nayra hingga Nayra mendesah nikmat.
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Rama pun mulai mencumbu bagian paling sensitif Nayra hingga tubuh Nayra menggelinjang.
Setelah puas melakukan foreplay, Rama pun bersiap memasukkan miliknya ke dalam milik Nayra.
"Pelan-pelan saja Mas!"
"Iya sayang. Kamu rileks saja! Aku akan membuatmu merasa nyaman"
Nayra hanya mampu memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya saat Rama mulai memasukkan miliknya ke dalam milik Nayra.
"Aahhh... sakit sekali Mas" Nayra sedikit menjerit.
"Maafkan aku sayang! Kamu tahan ya!"
Setelah berusaha Rama pun berhasil menembus selaput dara Nayra. Nayra pun menjerit kesakitan. Setelah itu, Rama mulai menggerakkan miliknya perlahan. Semakin lama gerakan itu semakin cepat.
Kini mereka berdua merasakan surga dunia yang luar biasa nikmatnya. Hanya terdengar desahan dan jeritan kecil yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Malam itu menjadi malam pertama bagi mereka setelah dua tahun menikah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
__ADS_1
Notes :
Aku UP lagi ya hari ini.. Ayo VOTE yg banyak!!