
Rama mengantar Alina sampai ke Bogor dengan selamat. Pak Samsul dan Bu Maya terkejut melihat kedatangan anak-anak mereka yang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Apalagi saat melihat wajah Alina yang terlihat pucat.
Rama dan Alina pun menceritakan semuanya kepada kedua orang tua mereka apa yang sebenarnya terjadi. Pak Samsul dan Bu Maya sangat syok mendengarnya. Mereka begitu kecewa terhadap Aditya yang mereka pikir lelaki yang baik. Mereka tidak menyangka kalau Aditya tega memanfaatkan kepolosan Alina.
Bu Maya sampai menangis mendengar cerita Rama dan Alina. Dia pun memeluk Alina dengan erat. Ibu dan anak itu pun menangis bersama.
"Alina, kamu yang sabar ya sayang.. Mungkin kamu nggak berjodoh sama Aditya" ucap Bu Maya sembari mengelus lembut punggung putrinya.
"Iya Ma"
"Papa benar-benar kecewa sama Aditya. Padahal papa sudah mrmperingatkan dia sejak awal. Kalau sampai dia menyakiti Alina, papa tidak akan pernah memaafkannya" tukas Pak Samsul.
"Rama, kalau dari awal kamu tau Aditya adalah mantan pacar istrimu, kenapa kamu biarkan dia mendekati Alina? Sekarang lihat apa jadinya?" tanya Bu Maya di sela isak tangisnya.
"Maafkan Rama Ma, Pa. Tadinya Rama pikir Aditya sudah move on dari Nayra dan dia tulus mencintai Alina. Rama juga tidak menyangka kalau akhirnya akan seperti ini" Ada penyesalan di hati Rama.
Malam itu Bu Maya menyuruh Rama untuk menginap karena hari sudah malam. Rama pun mengiyakannya. Lalu dia menghubungi Nayra untuk memberi kabar.
Tut.. Tut.. Tut... (menyambungkan)
Nayra : "Assalamu'alaikum Mas. Kamu udah sampai di Bogor?"
Rama : "Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah sudah sayang, sekitar setengah jam yang lalu. Mama menyuruhku untuk menginap di sini malam ini"
Nayra : "Ya udah Mas, nggak pa pa. Lagian ini juga udah malem banget"
Rama : "Besok habis subuh, insya Allah aku langsung pulang ke Jakarta"
Nayra : "Iya Mas. Oya Mas apa kamu sudah cerita sama mama papa soal kejadian tadi?"
Rama : "Sudah"
Nayra : "Mama sama papa pasti sangat terpukul mendengarnya"
Rama : "Iya sayang. Mereka sangat kecewa sama Aditya. Oya sayang, apa Kyara sudah bobo?"
Nayra : "Udah dari tadi Mas"
Rama : "Ya sudah kalau begitu, aku tutup dulu ya telponnya. Selamat tidur sayang, aku mencintaimu"
Nayra : "Aku juga mencintaimu"
Rama : "Assalamu'alaikum"
Nayra : "Wa'alaikumsalam"
***
__ADS_1
Hari demi hari pun berlalu. Rama dan Nayra bekerja di kantor seperti biasa. Rama setiap hari terlihat sangat bersemangat karena Nayra selalu ada di dekatnya, baik di kantor maupun di rumah. Mereka pun terlihat semakin mesra.
Pada saat jam makan siang, mereka selalu makan bekal bersama di ruang kerja Rama. Mereka pun makan sambil berbincang-bincang.
"Sayang, tadi Alina menelponku. Katanya besok dia mau wisuda. Dan setelah itu dia langsung mau terbang ke Amerika"
"Amerika??"
"Iya sayang. Dia mau melanjutkan S2 di sana. Apa besok kamu mau ikut aku ke Bogor?"
"Tentu saja aku mau Mas. Tapi aku takut kalau Alina masih marah sama aku"
"Tidak mungkin. Setahuku Alina bukan orang yang pendendam"
"Baiklah kalau begitu. Kita ajak Kyara juga ya?"
"Iya sayang. Pasti mama sama papa akan senang sekali"
***
Di tempat lain..
Setelah mengundurkan diri dari kantor, Aditya berniat untuk kembali ke Jogja. Tapi entah kenapa dia begitu berat untuk meninggalkan Jakarta. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Akhirnya dia pun memutuskan untuk tinggal di Jakarta sampai akhir bulan. Ya itung-itung sampai masa kontrakannya habis.
Suatu hari Aditya pergi ke mall untuk sekedar refreshing karena dia merasa bosan di kontrakannya. Lagi-lagi dia teringat pada Alina.
"Alina, kamu lagi apa sekarang? Entah kenapa tiba-tiba aku kangen sama kamu.."
"Dulu kita sering jalan-jalan ke mall ini. Kamu selalu mengajakku nonton film, makan di restoran, shopping, main game.."
"Aku masih ingat waktu kamu menang melawanku dalam game, kamu tertawa sambil lompat-lompat kegirangan.."
Aditya tersenyum mengingat moment itu.
Lalu tiba-tiba bayangan wajah Alina waktu menangis malam itu terlintas di pikirannya. Senyumnya mendadak sirna. Ada penyesalan yang mendalam di hati Aditya.
'Alina.. maafkan aku'
Kata-kata itu yang selalu muncul di pikirannya.
Kriiiinggg.. Kriiiiinggg...
Tiba-tiba saja ponsel Aditya berdering nyaring. Dia pun merogoh ponsel di saku celananya dan melihat nama yang tertera di layar.
"Nayra?"
__ADS_1
Aditya terkejut karena tiba-tiba Nayra menelponnya. Aditya segera menggeser tombolnya dan mendekatkan ponsel itu ke daun telinganya.
Aditya : "Hallo Nay, ada apa?"
Nayra : "Mas, aku baru dapat kabar kalau besok Alina akan wisuda. Dan setelah wisuda dia akan langsung terbang ke Amerika untuk melanjutkan S2-nya di sana"
Aditya : "Apa??"
Nayra : "Mas, ini kesempatan terakhirmu. Kalau kamu mencintai Alina walau sedikit saja, tolong temui dia dan katakan padanya! Jangan sampai kamu menyesal Mas! Jangan sampai suatu saat nanti ada laki-laki lain yang menggantikan posisi kamu di hatinya!"
Aditya terdiam sejenak untuk mencerna kata-kata Nayra.
Aditya : "Terima kasih atas informasinya, Nay"
Nayra : "Sama-sama Mas. Aku hanya ingin melihat kalian berdua bahagia. Ya sudah Mas, itu saja. Aku harus kembali bekerja. Assalamu'alaikum"
Aditya : "Wa'alaikumsalam"
***
Malam itu, Aditya tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan kata-kata Nayra tadi. Aditya meraih ponselnya. Dia membuka galeri. Dilihatnya foto-foto saat dia masih pacaran sama Alina. Juga foto-foto pertunangannya bersama Alina.
'Mungkin Nayra benar.. tanpa aku sadari, mungkin aku sudah jatuh cinta sama kamu Alina..'
'Aku harus memperjuangkan kamu sebelum semuanya terlambat. Aku sudah kehilangan Nayra, aku nggak mau lagi kehilangan kamu' gumam Aditya dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....................
__ADS_1
LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Makasii.. ๐