
Aditya pun tidak menyangka kalau kata-kata itu akan keluar dari mulut Rama. Tapi dalam hati dia bersyukur, mungkin Allah sudah memberikan jalan baginya dan Nayra untuk bersatu. Aditya pun berdiri dari duduknya kemudian mendekati Nayra lalu berkata,
"Lihatlah Nay, suamimu sudah memberi kita kesempatan. Akhirnya kita bisa bersatu Nay. Kita bisa mewujudkan impian kita untuk menikah dan hidup bersama selamanya"
Nayra menatap Aditya seraya menggelengkan kepalanya.
"Enggak Mas. Aku minta maaf, aku nggak bisa.."
"Mungkin dulu aku sangat mencintaimu dan kita pernah punya impian untuk hidup bersama. Tapi sekarang keadaannya berbeda. Aku sudah menikah dengan Mas Rama. Dan apa pun alasanku menikahinya, aku nggak pernah menyesali keputusanku.."
"Asal kamu tau Mas.. seiring berjalannya waktu aku mulai bisa mencintai Mas Rama. Dan perlahan aku bisa melupakan kamu Mas"
"Apa yang kau katakan Nay? Apa udah nggak ada lagi rasa cinta di hatimu untuk ku?"
"Maafin aku Mas. Tapi aku juga punya seorang anak. Kyara sudah seperti anak kandungku sendiri. Dan aku sangat menyayanginya. Aku tidak mungkin meninggalkannya Mas. Dulu Allah sudah mengambil ibu kandungnya. Dan sekarang apa kamu tega mengambil ibunya lagi?"
"Mamaaa... Mamaaa..."
Tiba-tiba Kyara keluar dan berlari menghampiri Nayra. Nayra pun langsung menggendong Kyara dan mendekapnya erat.
"Sayang.." Nayra mencium kedua pipi Kyara.
"Mama kenapa nangis?"
"Mama nggak pa pa sayang"
Aditya terdiam. Dia terharu melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat itu. Tanpa disadarinya ada kristal bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Dia pun segera mengusapnya lalu berkata,
"Nay.. keputusanmu dulu maupun sekarang nggak salah. Keputusan yang kau ambil selalu benar. Aku salut sama kamu Nay. Kamu wanita yang luar biasa.."
Aditya pun menyentuh kepala Kyara kemudian membelainya perlahan.
"Aku nggak akan tega memisahkan seorang anak dari ibunya. Aku minta maaf Nay. Aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu. Dan aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan kamu"
Kemudian Aditya mengalihkan pandangannya ke arah Rama. Ternyata Rama juga ikut menitikkan air mata menyaksikan semuanya. Rama segera menyeka air matanya lalu berdiri dari duduknya. Kemudian Aditya pun menghampiri Rama.
"Pak Rama.. tolong jaga Nayra! Buatlah dia bahagia! Jangan buat dia menderita lagi!"
"Insya Allah.. aku akan berusaha membahagiakannya"
"Tapi ingat satu hal. Kalau sampai Anda menyakitinya lagi, aku tidak akan segan-segan merebutnya dari tangan Anda!"
Aditya pun melangkahkan kakinya hendak pergi. Tapi tiba-tiba saja Rama menghentikan langkahnya.
"Tunggu Aditya!" teriak Rama.
Aditya pun berhenti lalu memutar badannya menghadap Rama.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?"
"Aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian. Mungkin itu lebih baik untuk kita semua. Maaf karena kehadiranku sudah mengganggu ketenangan rumah tangga kalian. Besok aku akan mengantarkan surat pengunduran diriku Pak"
"Aditya.. kamu tidak perlu pergi. Kamu juga tidak perlu mengundurkan diri dari perusahaan. Bukankah kamu pernah bilang kalau kamu ingin menjadi seorang arsitek yang hebat?"
"Iya Pak. Sejak dulu aku memang bercita-cita ingin menjadi seorang arsitek yang hebat"
"Aku janji aku akan membantumu mewujudkan cita-citamu itu. Jadi tetaplah di sini. Jangan pergi!"
"Tapi Pak.."
"Aditya, aku berhutang budi padamu karena waktu itu kau sudah menyelamatkan nyawaku. Kalau saja waktu itu kau tidak datang menolongku, mungkin saja aku sudah tiada.."
"Aku tau kau laki-laki yang berhati baik Aditya. Buktinya kau masih mau menolongku walau kau tau aku adalah orang yang telah menikahi Nayra, perempuan yang sangat kau cintai. Kalau kau orang yang jahat pasti kau akan membiarkan ku mati. Jadi izinkanlah aku untuk membalas budi baikmu itu"
Rama pun menghulurkan tangan kanannya kepada Aditya.
"Apa kau mau berteman denganku??
Aditya terdiam sejenak memandang tangan Rama yang dihulurkan kepadanya.
"Aku akan senang sekali jika kau mau menjadi temanku" imbuh Rama.
Aditya megalihkan pandangannya ke arah Nayra seolah meminta persetujuan darinya. Dan Nayra pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Aditya pun menjabat tangan Rama.
Nayra merasa lega melihat pemandangan yang ada di depannya saat itu. Dia begitu terharu.
'Alhamdulillah ya Allah.. aku benar-benar nggak nyangka kalau dua laki-laki yang sama-sama mencintaiku akhirnya bisa berteman baik' gumamnya dalam hati.
Setelah itu, Rama mengajak Aditya untuk makan malam bersama di rumahnya. Dan Aditya pun tidak mampu menolaknya.
Selesai makan malam, Aditya pun berpamitan untuk pulang ke kontrakannya yang terletak tidak jauh dari rumah Rama. Rama dan Nayra mengantarnya sampai di halaman rumah. Aditya pun memakai helmnya lalu menaiki motor sportnya.
"Terima kasih atas makan malamnya Pak Rama, Nayra. Aku pulang dulu. Assalamu'alaikum" ucap Aditya.
"Wa'alaikumsalam" sahut Rama dan Nayra.
"Sampai jumpa besok di kantor Aditya!" teriak Rama.
Aditya pun menganggukkan kepalanya kemudian tancap gas meninggalkan rumah Rama dan Nayra. Rama dan Nayra menatap kepergian Aditya sampai Aditya hilang dari pandangan mereka.
***
Malam itu sebelum tidur Nayra berbincang-bincang dengan Rama sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Mas, aku tadi takut sekali waktu kamu bilang akan melepaskanku dan menyuruhku kembali bersama Mas Adit. Aku tadi berfikir kalau kamu nggak cinta sama aku"
__ADS_1
Rama tertawa kecil mendengar ucapan Nayra.
"Kenapa kamu malah tertawa Mas? Aku serius"
"Mana mungkin aku nggak cinta sama kamu sayang. Aku tadi cuma ingin tau bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Aku ingin tau apa kamu masih cinta sama Aditya atau enggak"
"Apa?? Jadi kamu tadi cuma ngetes aku? Padahal tadi aku udah takut setengah mati tau nggak sih Mas? Kamu benar-benar jahat!" Nayra memanyunkan bibirnya lalu membalikkan badannya membelakangi Rama. Nayra ngambek ceritanya.
Rama tertawa lagi. Dia makin gemas melihat tingkah istrinya yang childish.
Kemudian Rama berkata,
"Asal kamu tau sayang. Waktu aku melihat kamu dipeluk sama Aditya di taman tadi, aku emosi, aku cemburu, dan waktu itu aku ingin sekali menghajar Aditya. Aku nggak rela ada laki-laki lain yang menyentuh istriku. Tapi aku berusaha menahan amarahku. Lalu aku berfikir dengan kepala dingin, bagaimana caranya aku menyelesaikan masalah ini. Hingga akhirnya aku menemukan satu solusi, yaitu dengan mengetes perasaanmu.."
"Tadinya aku takut sekali kalau kamu lebih memilih Aditya daripada aku. Aku nggak bisa membayangkan kalau aku harus melepasmu dan merelakanmu bersama laki-laki lain. Pasti aku akan hancur. Tapi aku lega karena pada akhirnya kamu lebih memilihku"
Setelah mendengar penjelasan Rama, Nayra pun membalikkan badannya menghadap Rama lagi. Rama tersenyum senang, begitu juga dengan Nayra.
"I love you sayang" ucap Rama.
"I love you too"
Rama pun melingkarkan tangannya ke pinggang Nayra kemudian ******* habis bibir istrinya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG........................
Jangan cuma baca doang ya! Tolong dukung penulis dengan klik jempol, isi kolom komentar dan VOTE poin sebanyak-banyaknya!! Agar aku makin semangat UP eps selanjutnya.. makasii ๐
__ADS_1