
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan..
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta...
Ponsel Nayra berdering nyaring. Waktu itu Nayra sedang ada di kamar mandi.
"Sayang, ponsel kamu bunyi" teriak Rama yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Tolong diangkat Mas!" sahut Nayra dari kamar mandi.
Rama pun bangun dari tempat tidur lalu mengambil ponsel Nayra di dalam tasnya. Terlihat di layar ponsel Nayra sebuah nomor tidak dikenal sedang menelfon.
"Nomor siapa ini?" gumam Rama.
Rama pun menggeser tombolnya lalu menempelkan ponsel itu di telinga kanannya.
Rama : "Hallo"
Namun tidak ada sahutan dari seberang.
Rama : "Hallo. Siapa ini??"
Tiba-tiba saja sambungannya langsung dimatikan. Rama mengerutkan alisnya sambil menatap layar ponsel itu.
"Kenapa dimatikan?" gumamnya lagi.
Beberapa saat kemudian, Nayra pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di dadanya.
"Siapa yang menelfon Mas?"
"Aku nggak tau sayang. Dari nomor yang tidak dikenal. Tadi aku sudah menjawabnya tapi dia tidak manyahut dan telfonnya malah dimatikan"
'Siapa yang menelfonku?' gumam Nayra dalam hati.
"Sini Mas biar aku telfon balik!"
Rama pun menyerahkan ponsel itu kepada Nayra. Dan Nayra pun langsung menelfon balik nomor yang baru saja menghubunginya.
Tut.. Tut.. Tut.. (menyambungkan)
Orang di seberang pun mengangkat telfonnya tapi tidak mengeluarkan suara.
"Hallo" ucap Nayra.
Tapi tidak ada sahutan.
"Hallo siapa ini?" tanya Nayra lagi.
"Hallo Nay" sahut orang yang ada di seberang.
Deg!
Jantung Nayra tiba-tiba berdesir. Nayra membulatkan kedua matanya begitu mendengar suara itu. Suara yang amat sangat dikenalnya. Suara yang dulu sering menelfonnya. Suara yang dulu selalu dirindukannya siang dan malam.
Nayra pun menatap Rama yang dari tadi memperhatikannya.
Nayra : "Mas Adit?"
Aditya : "Ternyata kamu masih bisa mengenali suaraku Nay"
Nayra : "Dari mana kamu dapat nomor ponselku Mas?"
Aditya : "Itu nggak penting Nay. Aku ingin bertemu denganmu. Aku kangen banget sama kamu Nay"
Nayra : "Maaf Mas tapi aku nggak bisa. Assalamu'alaikum"
Nayra pun langsung mematikan telfonnya. Nayra takut Rama akan marah setelah tau kalau ternyata Aditya yang menelfonnya.
"Apa tadi Aditya yang menelfonmu?" tanya Rama.
"Iya Mas. Aku juga nggak tau dari mana dia bisa dapat nomor ponselku"
"Lalu apa yang dia katakan?"
"Dia ingin bertemu denganku Mas. Tapi aku nggak mau"
__ADS_1
Rama terdiam sejenak untuk berfikir. Kemudian dia pun berkata,
"Kamu temui saja dia!"
"Enggak Mas. Aku nggak mau" sahut Nayra sambil menggelengkan kepalanya.
Rama pun mendekati Nayra kemudian memegang kedua pundaknya.
"Sayang, kamu temui saja Aditya! Kamu bicara baik-baik sama dia.. beri dia penjelasan! Aku akan mengantarmu. Nanti aku tunggu kamu di mobil"
"Tapi Mas.."
"Sekarang hubungi dia! Bilang kalau kamu akan menemuinya"
Nayra pun menuruti kata-kata suaminya. Dia pun menghubungi Aditya lagi.
Tut.. Tut.. Tut... (menyambungkan)
Aditya pun mengangkat telfonnya.
Nayra : "Hallo Mas Adit, aku akan menemuimu"
Aditya : "Benarkah? Terima kasih Nay. Aku senang sekali. Temui aku di Taman Pelangi! Aku akan menunggumu di sana"
Nayra : "Baik Mas"
Nayra dan Rama pun mengganti pakaian mereka. Setelah sholat maghrib, Rama mengantar Nayra untuk menemui Aditya di Taman Pelangi yang terletak tidak jauh dari rumahnya.
***
Lima belas menit kemudian Rama dan Nayra sampai di depan Taman Pelangi.
"Turunlah! Aku akan menunggumu di sini" seru Rama.
"Tapi Mas, aku takut.."
"Kamu nggak usah takut, aku akan memperhatikanmu dari sini"
Nayra pun turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya perlahan memasuki taman itu. Nayra terkejut begitu melihat taman itu sudah dihias dengan begitu indahnya dengan lampu yang berwarna-warni dan rangkaian bunga-bunga yang membentuk tulisan 'I LOVE U'. Tapi Nayra merasa heran karena tidak ada siapa-siapa di taman itu. Taman itu begitu sepi.
'Dimana Mas Adit?' gumamnya dalam hati sambil meliarkan pandangannya mencari sosok Aditya.
Jreng.. jreng.. jreng...
Jreng.. jreng.. jreng...
๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ
Jikalau kau cinta
Benar-benar cinta..
Jangan katakan kamu tidak cinta!
Jikalau kau sayang
Benar-benar sayang..
Tak hanya kata atau rasa
Kau harus tunjukkan...
Jangan sampai
hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata..
Hanya air mata...
Mungkin saja
Cinta kan menghilang selamanya
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata..
Hanya air mata.. cinta...
__ADS_1
Jikalau kau sayang
Benar-benar sayang
Tak hanya kata atau rasa
Kau harus tunjukkan
O-o-o-u-wo ...
O-o-o-u-wo ...
Percayalah
Ke mana pun kau acuh
Cinta tak pernah rapuh
Berpaling pun tak mampu hilangkan cinta
Percayalah...
Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata..
Mungkin saja cinta kan menghilang selamanya
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Cinta.....
๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ๐ถ๐ผ
Nayra mendengarkan lagu itu sampai habis. Lagu itu adalah salah satu lagu kesukaannya yang dipopulerkan oleh penyanyi favoritnya, Judika.
Memory Nayra berputar mengingat masa-masa saat dia masih berpacaran sama Aditya ketika mendengarkan lagu itu. Dulu waktu masih pacaran, Aditya sering menyanyikan lagu itu untuk Nayra.
Setelah menyanyi, Aditya pun meletakkan gitarnya lalu berjalan mendekati Nayra.
"Akhirnya kamu datang juga Nay. Aku kangen banget sama kamu. I love you, Nay!"
Aditya pun langsung mendekap tubuh Nayra. Nayra terkejut karena tiba-tiba saja Aditya memeluknya dengan erat. Nayra teringat pada Rama yang sedang menunggunya di dalam mobil.
"Lepaskan aku Mas!" teriak Nayra sambil berusaha melepaskan diri dari Aditya.
Rama yang dari tadi memperhatikan mereka pun sontak membulatkan kedua matanya saat melihat Aditya tiba-tiba memeluk Nayra di depan matanya. Rama mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak rela kalau ada laki-laki lain yang menyentuh istrinya. Dia pun keluar dari mobil dan bergegas menghampiri mereka berdua...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....................
__ADS_1
LIKE, komen dan VOTE yg banyak ya! Ranking terkini #20
Mohon dukungannya.. ๐