
Rama, Nayra, Kyara, Alina dan Aditya sudah duduk di salah satu restoran yang ada di mall tersebut. Seorang waitress menghampiri mereka kemudian menyerahkan daftar menu. Waitress itu tampak membawa kertas dan pulpen di tangannya dan bersiap untuk mencatat pesanan pelanggan. Setelah mencatat semua pesanan, waitress itu pun berlalu.
"Mamah, Kiya mau es klim Mah" rengek Kyara.
"Iya sayang, ayok kita beli!"
"Mas aku pergi beliin es krim buat Kiya dulu ya!" ucap Nayra kepada Rama.
"Iya sayang"
Nayra pun mengajak Kyara untuk membeli es krim coklat kesukaannya. Kini tinggal Rama, Alina dan Aditya yang duduk di sana. Rama menatap Alina dan Aditya secara bergantian.
"Apa kalian berdua tadi janjian di sini?"
Alina dan Aditya terkejut mendengar pertanyaan Rama.
"Enggak Pak. Kami nggak janjian. Saya tadi cuma iseng jalan-jalan ke mall, soalnya saya bosan di kontrakan. Dan kebetulan tadi saya lihat Alina duduk sendirian jadi saya samperin" Aditya mencoba menjelaskan.
"Iya Kak. Aku sama Mas Aditya nggak janjian kok. Lagian aku juga nggak punya nomor HP Mas Aditya. Mana mungkin kami bisa janjian" imbuh Alina.
"Tapi di dunia ini nggak ada yang namanya kebetulan Dit. Segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak Allah. Ini ketiga kalinya kan kalian ketemu tanpa disengaja? Itu bukan kebetulan.. tapi itu takdir. Mungkin saja kalian berdua berjodoh"
Mendengar ucapan Rama, Alina dan Aditya saling bertukar pandang.
"Kak Rama ini ngomong apaan sih?" Alina pun menundukkan wajahnya karena malu. Dia tidak menyangka kalau Rama akan bicara seperti itu di depan Aditya.
Sementara Aditya hanya menatap Rama dengan ekspresi datar.
"Ada benarnya juga sih Pak. Memang nggak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah ada yang ngatur" sahut Aditya.
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Nayra dan Kyara juga sudah kembali dengan membawa es krim coklat kesukaan Kyara. Mereka pun mulai menikmati makan siang bersama.
Alina makan sambil menundukkan wajahnya. Sesekali dia melirik ke arah Aditya. Ada senyuman terukir di bibir Alina saat melihat Aditya yang sedang menikmati makanannya dengan lahap.
"Ehm.. Kak Rama, Kak ipar, habis ini kita pergi nonton yuk! Kebetulan hari ini ada film yang bagus" ajak Alina.
"Lalu bagaimana dengan Kyara Alina? Dia kan masih anak-anak. Lagi pula ini juga sudah siang, sudah saatnya Kyara bobo siang" sahut Nayra.
"Alina, gimana kalau kamu nonton sama Aditya saja?"
"Gimana Dit apa kamu mau nemenin Alina nonton?" tanya Rama.
Alina dan Aditya saling bertukar pandang sebelum menjawab.
"Kalau Alina nggak keberatan, saya sih mau mau aja Pak. Kebetulan saya juga nggak ada acara. Gimana Alina apa kamu mau aku temenin?" tanya Aditya.
"Eh iya Mas.. aku mau"
Rama tersenyum puas. Akhirnya dia berhasil mendekatkan Alina dan Aditya.
__ADS_1
"Ya sudah, Aditya aku titip Alina ya! Kalau sudah selesai nonton, tolong antarkan dia pulang!"
"Iya Pak Rama"
Aditya sejenak melirik ke arah Nayra yang sejak tadi hanya diam sambil menikmati makanannya.
Setelah selesai makan, Rama, Nayra dan Kyara pun berpisah dengan Alina dan Aditya. Kemudian Alina dan Aditya berjalan menuju ke bioskop. Mereka menonton film tentang kisah cinta yang sangat mengharukan, sehingga Alina tak kuasa menahan air matanya.
"Kamu nggak pa pa Alina?" tanya Aditya begitu melihat Alina menangis. Dia pun mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya lalu memberikannya kepada Alina.
"Kamu pakai ini!"
"Makasih Mas" Alina pun mengusap air matanya menggunakan sapu tangan milik Aditya.
Aditya jadi teringat waktu dulu dia berpacaran sama Nayra. Dulu Nayra juga suka menangis kalau menonton film sedih. Dan Aditya selalu mengusap air mata Nayra dengan sapu tangan miliknya. Tapi kini semua itu hanya tinggal kenangan.
***
Setelah selesai nonton, Aditya pun mengantar Alina pulang dengan menaiki motor sportnya. Alina senang sekali. Ini baru pertama kalinya dia diboncengin naik motor sama cowok.
"Sudah siap Alina? Pegangan ya!" seru Aditya sebelum tancap gas.
Alina pun melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Aditya.
'Ya Allah.. hari ini aku benar-benar sangat bahagia. Aku nggak nyangka, aku diboncengin naik motor sama Mas Aditya. Ini semua serasa mimpi' gumamnya dalam hati.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan rumah Rama. Alina pun turun dari motor Aditya.
"Nggak usah Alina. Sudah sore. Lebih baik aku pulang saja. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
***
Malam itu Alina tidak bisa tidur. Bayangan wajah Aditya selalu menghantui pikirannya. Alina berguling-guling di atas kasurnya mencari posisi yang nyaman.
'Ya Allah.. inikah yang dinamakan cinta? Aku benar-benar sudah jatuh cinta sama Mas Aditya' gumamnya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
Alina pun berdiri lalu mengambil sapu tangan milik Aditya di dalam tasnya. Alina mencium sapu tangan berwarna biru tua itu. "Emm.. wanginya"
Kemudian Alina meraih ponselnya. Alina ingin sekali menelfon Aditya, tapi sayangnya dia tidak punya nomor ponsel Aditya. Lalu dia berinisiatif untuk menanyakannya pada Rama.
Tok.. Tok.. Tok...
Alina mengetuk pintu kamar Rama.
Ceklek!
Tak lama kemudian Rama pun membukakan pintu.
__ADS_1
"Alina, ada apa?"
"Kak Rama boleh aku pinjam HP Kakak?"
"Buat apa Alina?"
"Emh.. aku mau menelfon Mama. Kebetulan pulsaku habis"
"Sebentar ya!"
Rama pun mengambil ponselnya lalu menyerahkannya kepada Alina.
"Makasih Kak. Nanti aku kembalikan"
"Em" Rama menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Alina pergi ke kamarnya. Dia pun langsung mencari tau nomor ponsel Aditya di HP Rama.
'Naah.. ini dia..' gumam Alina dalam hati. Dia tersenyum saat berhasil menemukan nomor yang dia cari. Dia pun langsung mencatatnya dan menyimpannya di ponselnya.
Setelah itu Alina mengembalikan ponsel Rama.
"Sudah nelfonnya? Cepat amat. Trus Mama tadi bilang apa?" tanya Rama.
"Emh.. nggak diangkat kok Kak. Mungkin mama sudah tidur. Aku ke kamar dulu ya Kak!"
Alina pun kembali ke kamarnya. Dia ingin secepatnya menelfon Aditya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, Alina mengurungkan niatnya itu.
'Masak cewek nelfon cowok duluan? Nanti Mas Aditya pikir aku cewek apaan. Apa besok aku datang ke kantornya saja untuk mengembalikan sapu tangannya? Iya, lebih baik besok aku mampir ke kantornya sebentar sebelum kembali ke Bogor' gumamnya dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.........................
Jangan lupa tekan LIKE, komen dan VOTE poin sebanyak-banyaknya setelah membaca..!!! Jangan cuma baca doang ya.. tolong dukung penulis juga.. ππ