Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Pindah Kamar


__ADS_3

Begitu membuka mata, Rama merasa seluruh badannya sakit semua akibat pukulan preman-preman itu. Rama melihat ke arah jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Dia pun berusaha untuk bangun.


Rama berjalan menuju kamar mandi. Dilihatnya mukanya yang penuh dengan luka melalui cermin yang tergantung di dinding kamar mandi. Biarpun mukanya babak belur, namun dia tetap ingin berangkat ke kantor. Dia pun bergegas mandi, ganti pakaian dan melaksanakan sholat subuh.


Tok.. Tok.. Tok...


Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu kamar Rama saat dia sedang memakai dasi.


'Pasti itu Nayra' pikir Rama.


"Masuk"


Ceklek!


Nayra pun membuka pintu. Nayra terkejut saat melihat Rama sudah mandi dan berpakaian rapi. Nayra pun masuk dan menghampiri Rama.


"Apa Mas Rama mau berangkat ke kantor?"


"Iya Nay"


"Tapi kan Mas Rama belum sembuh Mas. Apa nggak sebaikya Mas Rama ambil cuti dulu sampai luka Mas Rama sembuh?"


"Aku nggak pa pa Nay. Aku masih bisa kerja"


"Tapi Mas.."


"Aku baik-baik saja Nay, kamu nggak usah terlalu mengkhawatirkan ku"


Nayra tidak bisa melawan kata-kata suaminya itu. Nayra tau betul dari dulu Rama memang tipe pekerja keras. Bisa dibilang gila kerja. Saking gila kerjanya, dia sampai tidak mempedulikan Nayra dan juga Kyara.


Nayra pun akhirnya membantu Rama memakai jasnya.


"Makasih Nay. Ayo kita sarapan!"


"Iya Mas"


Rama pun mengambil tas kerjanya kemudian menggandeng tangan Nayra keluar dari kamarnya. Nayra hanya menurut saja. Mereka pun berjalan menuruni anak tangga kemudian melangkah menuju meja makan. Di sana sudah ada Mbak Santi yang sedang menemani Kyara sarapan, dan Bi Surti yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"Astaghfirullah.. Pak Rama, mukanya sampai babak belur begitu Pak" seru Bi Surti begitu melihat wajah Rama.


Waktu memasak tadi, Nayra sudah bercerita kepada Bi Surti kalau semalam Rama habis kena pukul sama segerombolan preman.


"Memangnya Pak Rama kenapa Pak?" tanya Mbak Santi yang belum tau apa-apa.


Rama dan Nayra pun duduk di meja makan.


"Semalam saya dikeroyok sama preman Mbak. Tapi untungnya ada orang yang datang menolong saya. Alhamdulillah saya selamat"


"Alhamdulillah.. Allah masih melindungi Pak Rama"

__ADS_1


"Lalu kenapa Pak Rama mau ke kantor Pak? Kenapa nggak istirahat saja di rumah?" tanya Bi Surti.


"Saya nggak pa pa kok Bi. Saya masih bisa bekerja"


Bi Surti hanya geleng-geleng kepala. Bi Surti heran, dengan muka babak belur begitu majikannya itu tetap mau berangkat ke kantor.


"Semoga preman-preman itu mendapat hukuman yang setimpal ya Pak?" imbuh Bi Surti.


"Iya Bi"


"Papa kenapa? Papa sakit ya?" celetuk Kyara sambil melihat muka Rama yang penuh luka.


"Papa nggak pa pa sayang. Kiya makan yang banyak ya biar sehat dan cepet gedhe"


"Iya Pa. Ini juga udah mau abis"


"Pinter anak Papa" Rama mengusap lembut rambut putrinya.


Nayra pun mengambilkan makanan untuk Rama. Kemudian mereka pun sarapan bersama.


***


SORE ITU


Sepulang dari kampus, Nayra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sejenak untuk melepas lelah.


Drrrrtttt... drrrrtttt... drrrrtttt...


Nayra : "Assalamu'alaikum Ma"


Maya : "Wa'alaikumsalam Nayra. Gimana kabar kalian?"


Nayra : "Alhamdulillah kami baik-baik saja Ma. Mama sekeluarga gimana?"


Maya : "Kami semua juga baik-baik saja Nay. Oh ya Nay, besok pagi kebetulan Mama ada acara reuni di Jakarta. Jadi malam ini Mama mau menginap di rumah kamu. Ini Mama lagi OTW"


Nayra : "Apa??"


Maya : "Kamu kenapa Nay?"


Nayra : "Emh.. Nayra cuma kaget aja Ma tiba-tiba Mama mau menginap di sini"


Maya : "Memangnya kenapa? Apa Mama nggak boleh menginap di rumah kamu?"


Nayra : "Bukan begitu Ma. Nayra malah seneng kalau Mama mau menginap di sini. Apa Papa sama Alina juga ikut Ma?"


Maya : "Papa kamu sibuk Nay. Alina besok juga ada kuliah. Jadi terpaksa Mama pergi sendiri"


Nayra : "Ooh.. begitu"

__ADS_1


Maya : "Ya udah Nay, Mama tutup dulu telponnya ya.. Assalamu'alaikum"


Nayra : "Wa'alaikumsalam"


'Aduuhh.. gawat nih! Mama malam ini mau menginap di sini. Aku harus buru-buru pindah ke kamar Mas Rama..' gumam Nayra dalam hati.


"Bi Surti!!!" teriak Nayra.


"Iya Bu" Bi Surti berlari menghampiri Nayra di kamarnya.


"Tolong bantu saya pindahin barang-barang dan pakaian saya ke kamar Mas Rama ya Bi!"


"Alhamdulillah.. akhirnya Bu Nayra mau tidur satu kamar sama Pak Rama..."


"Ini untuk sementara saja Bi. Soalnya malam ini Mama mau menginap di sini"


"Oohh.. jadi Bu Maya mau ke sini?"


"Iya Bi, Mama sudah dalam perjalanan ke sini. Makanya kita harus gercep. Kita harus pindahin semuanya sebelum Mama datang"


"Iya Bu"


Bi Surti pun membantu Nayra mengosongkan kamar dan memindahkan semua pakaian dan barang-barangnya ke kamar Rama di lantai atas.


Itulah kebiasaan yang dilakukan Rama dan Nayra selama dua tahun ini kalau keluarganya mau datang berkunjung ke rumahnya. Rama dan Nayra selalu berpura-pura seperti sepasang suami istri yang bahagia dan harmonis di depan seluruh keluarganya. Tapi biarpun tidur satu kamar, Nayra memilih untuk tidur di sofa dan membiarkan Rama tidur di tempat tidur sendirian. Dan Rama hanya menurut saja.


Nayra juga meminta Bi Surti, Mbak Santi dan Mang Dudung untuk tutup mulut. Dan mereka pun hanya bisa mematuhi arahan majikan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....................

__ADS_1


Mana VOTE nya genkss?? Ranking turun terus lho yaa.. 😥


__ADS_2