Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Kriiiinggg... Kriiiiinggg...


Dalam perjalanan ke rumah sakit, ponsel Nayra berdering. Nayra pun mengambil ponsel di dalam tasnya. Dia melihat nama 'ADITYA' tertera di layar ponselnya. Sebelum menjawabnya, Nayra melirik Rama dari kaca spion. Nayra takut kalau Rama marah jika dia menjawab panggilan Aditya.


"Siapa yang menelpon?" tanya Rama.


"Ini.. Mas Adit, Mas"


"Nggak usah dijawab! Reject saja!" sahut Rama dengan sedikit emosi mendengar nama Aditya.


"Tapi Mas.. kasihan Mas Adit. Dia pasti khawatir banget sama Alina"


"Biarkan saja! Dia yang sudah membuat Alina jadi seperti ini" tegas Rama.


Tidak ada pilihan lain. Nayra pun hanya bisa menuruti perintah suaminya.


'Maafkan aku Mas Adit' gumam Nayra dalam hati kemudian mereject panggilan Aditya.


"Lebih cepat lagi Mang!" seru Rama kepada Mang Dudung.


"Baik, Pak Rama" Mang Dudung pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampai di rumah sakit, Rama langsung membopong tubuh Alina dan bergegas membawanya ke ruang IGD. Para tenaga medis pun segera memeriksa kondisinya. Sementara Rama pergi mengurus administrasi pendaftaran.


Sewaktu Rama mengurus administrasi pendaftaran, diam-diam Nayra mengirim pesan kepada Aditya dan memberi tahukan kondisi Alina kepadanya.


"Dokter, bagaimana kondisi adik saya?" tanya Rama begitu dokter selesai memeriksa Alina.


"Suhu badannya sangat tinggi. Dan badannya juga sangat lemah. Saya sarankan untuk sementara waktu dia dirawat di sini dulu sampai dia sadar. Saya akan memantau kondisinya"


"Baik Dok"


"Kalau begitu saya permisi dulu"


Suster pun memindahkan Alina ke ruang rawat. Rama dan Nayra mengikutinya. Suster memasang selang infus di tangan Alina. Tapi Alina belum juga sadar. Rama dan Nayra setia mendampinginya.


"Sayang, jangan beri tau Mama sama Papa soal ini! Aku nggak mau mereka panik"


"Iya Mas"


Beberapa saat kemudian, Aditya datang. Dia melihat Mang Dudung sedang duduk di depan ruang rawat Alina.


"Assalamu'alaikum Mang Dudung"


"Wa'alaikumsalam Mas Aditya"


"Gimana kondisi Alina, Mang?"


"Non Alina masih belum sadar Mas. Dia ada di dalam bersama Pak Rama dan Ibu Nayra"


Aditya pun membuka pintu ruang rawat Alina.

__ADS_1


"Assalam'ualaikum" ucap Aditya.


Rama dan Nayra pun menoleh ke arah pintu. Betapa terkejutnya Rama saat melihat kedatangan Aditya. Tiba-tiba emosinya naik.


"Aditya, ngapain kamu ke sini? Bagaimana kamu tau kalau Alina dirawat di sini?"


Rama pun menoleh ke arah Nayra.


"Sayang, apa kamu yang sudah memberi tau Aditya?"


Nayra menunduk.


"Jangan salahkan Nayra! Aku berhak tau kondisi Alina karena aku tunangannya" Aditya menimpali.


"Apa kamu bilang? Tunangan?"


Rama pun mendekati Aditya dan bersiap hendak memukulnya lagi. Tapi Nayra langsung berdiri di tengah-tengah mereka.


"Berhenti Mas, jangan berkelahi di rumah sakit! Kasihan Alina" Nayra berusaha menengahi.


Rama pun mengurungkan niatnya untuk memukul Aditya.


"Sekarang kamu pergi dari sini! Aku nggak mau melihat muka kamu lagi. Gara-gara kamu Alina jadi seperti ini"


"Aku minta minta maaf, Mas. Tolong izinkan aku untuk melihat Alina! Sebentar saja"


"Kak Rama"


"Alina, alhamdulillah kamu sudah sadar" ucap Rama.


"Alin dimana Kak?"


"Kamu di rumah sakit Alina, tadi kamu pingsan di dalam kamar dan aku langsung membawamu ke sini"


"Alina, aku minta maaf. Gara-gara aku kamu jadi seperti ini" seru Aditya.


Alina memalingkan muka begitu melihat Aditya dan Nayra.


"Kak Rama, aku nggak mau bertemu dengan mereka. Suruh mereka pergi dari sini Kak!" seru Alina.


"Aditya, kenapa kamu masih di sini? Keluar kamu!" seru Rama.


"Alina, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya sama kamu!" seru Aditya.


Tapi Rama tidak memberi kesempatan kepada Aditya. Dia langsung menyeret Aditya keluar dari ruang rawat Alina dengan paksa. Dan Nayra tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu juga keluar dari sini!" seru Alina kepada Nayra.


Nayra terkejut karena Alina juga mengusirnya.


"Alina, kenapa kamu mengusirku?"

__ADS_1


Alina mulai menangis. Dia teringat pada foto Nayra yang ia temukan di dalam buku lagu Aditya.


"Mas Adit cinta sama kamu Kak. Dia menyimpan foto kamu di dalam bukunya. Aku sakit hati Kak. Aku benar-benar kecewa sama dia" ucap Alina di sela isak tangisnya.


Melihat Alina menangis, Nayra juga ikut menangis. Nayra merasa sangat bersalah pada Alina.


'Mas Adit, kenapa kamu masih menyimpan fotoku Mas? Apa benar kamu masih cinta sama aku? Lalu kenapa kamu pacaran dan bertunangan sama Alina? Kenapa kamu tega menyakiti Alina Mas?' Banyak pertanyaan yang muncul di benak Nayra saat itu.


"Sekarang keluarlah Kak! Aku ingin sendiri" seru Alina.


Nayra pun menuruti keinginan Alina. Dia keluar dari ruang rawat Alina.


"Mas Rama, dimana Mas Adit?"


"Aku sudah menyuruh security untuk menyeretnya keluar dari rumah sakit ini"


"Mas, kalau begitu aku pulang duluan ya! Sepertinya Alina masih marah sama aku. Dia tadi menyuruhku keluar. Katanya dia pengen sendiri"


"Sabar ya sayang, nanti biar aku yang bicara sama Alina. Kalau kamu mau pulang, biar Mang Dudung yang mengantarmu"


"Nggak usah Mas, aku naik taxi aja. Kasian Mang Dudung nanti bolak-balik ke sini"


"Ya sudah, kalau begitu hati-hati ya!"


"Iya Mas"


Nayra pun keluar dari rumah sakit. Dia meliarkan pandangannya mencari Aditya, tapi ternyata Aditya sudah pergi. Nayra pun segera mencari taxi lalu bergegas menuju kontrakan Aditya. Nayra ingin meminta penjelasan dari Aditya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.........................


LIKE, komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Makacii.. ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2