
Setelah menyelesaikan skripsinya dalam waktu tiga bulan, akhirnya Nayra menempuh sidang skripsi dan dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Nayra begitu bahagia. Tak henti-hentinya dia mengucap syukur kepada Allah SWT.
'Alhamdulillah ya Allah.. aku sudah lulus. Terima kasih Engkau sudah memudahkan segala urusanku. Akhirnya aku bisa melewati ujian terberatku selama kuliah' gumamnya dalam hati.
Begitu sampai di rumah, Nayra pun langsung melakukan video call kepada Rama untuk memberi tahukan kabar gembira itu.
Rama : "Hallo sayang. Bagaimana sidang skripsinya?"
Nayra : "Alhamdulillah Mas, aku lulus" ucapnya sambil tertawa senang.
Rama : "Alhamdulillah.. Kamu hebat sayang. Kamu bisa lulus skripsi hanya dalam waktu tiga bulan. Aku betul-betul bangga sama kamu"
Nayra : "Iya Mas alhamdulillah.. Ini semua juga berkat doa dan semangat dari kamu. Kamu kapan pulang Mas? Aku udah kangen banget sama kamu"
Rama : "Besok insya Allah aku pulang sayang. Aku juga udah kangen banget sama kamu dan Kyara. Oh ya Kyara mana?"
Nayra : "Kyara lagi bobo siang. Apa kamu mau melihatnya? Sebentar ya"
Nayra pun naik ke atas tempat tidur lalu mengarahkan ponselnya ke wajah Kyara yang sedang tidur dengan pulas. Rama tersenyum begitu melihat wajah putri kesayangannya itu. Rasa rindunya seketika hilang.
Setelah menelpon Rama, kemudian Nayra pun menelpon ibunya. Bu Aini senang sekali mendengar kabar kelulusan Nayra. Bu Aini sangat bangga pada putrinya. Dia berjanji akan datang ke Jakarta untuk menghadiri acara wisuda Nayra nanti.
***
Keesokan harinya..
Nayra dan Kyara ikut Mang Dudung pergi ke bandara untuk menjemput Rama. Nayra sudah tidak bisa menahan rasa rindunya lagi. Dia ingin segera bertemu dengan Rama setelah sekian lama mereka terpisah.
Nayra, Kyara dan Mang Dudung menunggu Rama di terminal kedatangan internasional. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun muncul juga. Rama keluar dari pintu arrival sambil mendorong kopernya. Begitu melihat Nayra, Kyara dan Mang Dudung, Rama pun tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Itu Papa sayang" seru Nayra sambil menunjukkan jarinya ke arah Rama.
"Papaaaa..." seru Kyara begitu melihat Rama.
Rama pun mempercepat langkahnya. Kyara yang saat itu sedang digendong Nayra meronta minta diturunkan. Nayra pun menurunkannya. Gadis kecil itu pun langsung berlari ke arah Rama.
Rama berjongkok lalu membuka kedua tangannya. Kyara langsung berhambur memeluk papanya. Rama pun mendekap tubuh mungil Kyara dengan erat kemudian menggendong dan menciumi kedua pipinya.
__ADS_1
"Papa kangen banget sama kamu sayang. Kamu kangen nggak sama Papa?"
"Kangen Pa" Kyara pun mencium pipi kiri papanya.
Nayra dan Mang Dudung berjalan menghampiri mereka. Rama pun menurunkan Kyara lalu gantian memeluk Nayra. Rama mendekap tubuh Nayra dengan erat. Nayra pun membalas pelukan Rama.
"Aku kangen banget sama kamu sayang"
"Aku juga Mas"
Kemudian Rama mencium kedua pipi Nayra dan juga keningnya. Seandainya itu bukan di tempat umum, ingin rasanya Rama mencium bibir Nayra sampai puas saking kangennya.
Mang Dudung pun membantu membawakan koper majikannya. Kemudian mereka pun berjalan menuju mobil.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Sepasang mata itu tidak lain adalah milik Sofia. Sofia menatap mereka dengan tatapan tidak senang. Kemudian Sofia menyeringai.
"Nayra.. sekarang kamu boleh tertawa senang. Tapi sebentar lagi tawamu itu akan berubah jadi air mata. Kita tunggu saja tanggal mainnya.." gumamnya kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
***
Di tempat lain..
Sore itu Alina menemui kedua orang tuanya yang sedang duduk santai di ruang keluarga sambil minum teh. Alina ingin meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk bekerja.
"Ma, Pa, boleh nggak kalau Alin langsung kerja?"
Pak Samsul dan Bu Maya kaget mendengar ucapan Alina. Mereka pun saling berpandangan.
"Kerja? Kerja dimana Alina? Bukannya kamu ingin melanjutkan S2 di luar negri?" tanya Pak Samsul.
"Nggak jadi Pa. Alin mau kerja aja di kantornya Kak Rama"
"Kantornya Rama?" Bu Maya mengerutkan alisnya.
"Kenapa harus di kantornya Rama Alina? Kalau kamu mau kerja, kamu kerja aja di sini, di kantornya Papa"
"Nggak mau Pa. Alin maunya di kantornya Kak Rama. Alin pengen cari pengalaman di Jakarta"
__ADS_1
Pak Samsul dan Bu Maya akhirnya hanya bisa menuruti keinginan Alina. Mereka tidak pernah memaksakan kehendak anak-anak mereka. Mereka selalu mendukung apapun keputusan anak-anak mereka. Seperti Rama dulu yang ingin menjadi arsitek. Pak Samsul dan Bu Maya juga mendukungnya. Terbukti sekarang Rama bisa sukses dengan usahanya sendiri.
"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Papa izinkan" tukas Pak Samsul kemudian.
"Makasih ya Pa. Papa memang Papaku yang paling baik di dunia" Alina pun langsung berhambur memeluk papanya. Bu Maya hanya memperhatikan mereka berdua sambil tersenyum.
"Oh ya Pa, Ma, hari ini katanya Kak Rama pulang dari Singapur. Gimana kalau besok kita ke sana. Udah lama kan kita nggak ngumpul bareng. Besok kita sekalian makan di luar buat ngerayain kelulusan aku sama Kakak ipar. Ya Pa, Ma.. plisss" ucap Alina seraya merapatkan kedua telapak tangannya.
"Okey, Papa setuju. Besok Papa akan ambil cuti demi kamu"
"Thank you Pa" Alina pun memeluk papanya sekali lagi.
Setelah itu, Alina beranjak masuk ke dalam kamarnya untuk menghubungi Rama. Alina memberitahu kakaknya kalau besok dia akan ke Jakarta bersama kedua orang tuanya.
Alina juga menghubungi Aditya. Besok Alina berencana ingin memperkenalkan Aditya kepada kedua orang tuanya sebagai pacarnya. Selama ini Alina belum memberitahu soal Aditya kepada kedua orang tuanya karena Alina dilarang pacaran sebelum lulus kuliah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..........................
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE, komen dan VOTE poin sebanyak-banyaknya setelah membaca..!!! Makasii.. ๐