Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Berpisah


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu. Nayra kini disibukkan dengan skripsinya. Setiap hari dia selalu berkutat dengan laptopnya di dalam kamar. Dia tidak pernah meninggalkan laptopnya kecuali untuk sholat, makan dan ke kamar mandi.


Nayra terkadang juga sampai tidur larut malam. Nayra begitu bersemangat karena dia ingin segera mendapatkan gelar sarjananya.


Sebagai suami, Rama juga pengertian sama istrinya. Dia selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada Nayra agar Nayra selalu bersemangat dalam mengerjakan skripsinya.


Tapi di tengah kesibukannya itu, Nayra tidak lupa meluangkan waktunya untuk bermain bersama Kyara. Nayra tidak mau Kyara kurang kasih sayang dan merasa terabaikan karena kesibukan kedua orang tuanya.


***


Suatu sore Nayra meluangkan waktunya untuk menemani Kyara bermain di halaman belakang rumah. Nayra mengajari Kyara naik sepeda roda empat. Kyara terlihat senang sekali. Dia mengayuh sepedanya perlahan-lahan. Nayra mengikutinya dari belakang.


"Ayo sayang kamu pasti bisa!" seru Nayra menyemangati putri kesayangannya itu.


"Kiya bisa kok Ma. Tuh liat!" sahut Kyara sembari mengayuh sepedanya.


Tidak lupa Nayra mengambil foto Kyara menggunakan kamera ponselnya lalu mengirimkan foto tersebut kepada Rama via whatsapp. Kebetulan sore itu Rama belum pulang dari kantor.


Cinta karena cinta..


Tak perlu kau tanyakan...


Ponsel Nayra tiba-tiba berdering. Ternyata Rama yang menelponnya. Nayra pun duduk di sebuah bangku kayu lalu segera menjawabnya.


Nayra : "Assalamu'alaikum Mas"


Rama : "Wa'alaikumsalam"


Nayra : "Ada apa Mas? Kenapa Mas Rama belum pulang?"


Rama : "Maaf sayang, hari ini aku akan pulang terlambat. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan di kantor. Oh ya sayang, aku juga mau memberitahumu kalau besok pagi aku akan berangkat ke Singapur"


Nayra terkejut mendengar ucapan Rama.


Nayra : "Apa?? Mas Rama besok mau ke Singapur?"


Rama : "Iya sayang. Besok pagi aku harus berangkat ke Singapur. Aku ada proyek di sana"


Nayra : "Kenapa mendadak sekali Mas? Kenapa nggak memberi tahuku sebelumnya?"


Rama : "Nanti kita bicara lagi di rumah ya! Sekarang aku harus kerja. Aku tutup dulu telfonnya ya sayang! Assalamu'alaikum"


Nayra : "Wa'alaikumsalam"


Raut wajah Nayra mendadak berubah. Wajah Nayra yang tadinya ceria, kini berubah jadi murung.


"Mamah.."


Suara Kyara membuat Nayra tersadar dari lamunannya. Tiba-tiba saja Kyara sudah berdiri di depan matanya.


"Sayang.. Kamu udah selesai ya main sepedanya?"

__ADS_1


"Udah. Kiya capek Ma"


"Kacian anak Mama.. Ya udah kita masuk yuk! Nanti Mama kasih es krim coklat buat Kiya"


"Yeeayyy.. asiiiikkk"


Nayra pun menggendong Kyara kemudian membawanya masuk ke dalam rumah.


***


MALAM ITU


Nayra sedang sibuk mengerjakan skripsi di kamar. Sesekali dia melirik ke arah jam dinding. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Nayra merasa gelisah karena sampai sekarang Rama belum juga pulang.


"Mamah.. Papa mana Mah?" tanya Kyara yang saat itu tengah bermain boneka di samping Nayra.


"Papa sebentar lagi pulang sayang. Kiya sekarang bobo ya, udah malam. Besok kita main lagi"


"Iya Ma"


Nayra pun menutup laptopnya kemudian menggendong Kyara dan membaringkan tubuh gadis kecil itu di atas tempat tidur. Lalu Nayra pun berbaring di sampingnya. Nayra menina bobokan Kyara sambil membelai lembut kepalanya. Tak lama kemudian Kyara pun tertidur pulas.


Ceklek!


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka. Nayra sontak menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Rama baru pulang dari kantor.


"Assalamu'alaikum" ucap Rama dengan lirih.


"Wa'alaikumsalam. Kamu udah pulang Mas?" Nayra pun bangun dan menyambut suaminya.


"Udah Mas. Baru aja dia bobo"


Nayra pun membantu Rama melepaskan jas dan dasinya.


"Mas Rama mau minum sesuatu? Biar aku bikinin"


"Iya sayang. Bikinin aku teh ya! Aku mau mandi dulu"


"Iya Mas"


Nayra pun keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk membuat teh. Sementara Rama masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, Nayra kembali ke kamar sambil membawa secangkir teh di tangannya. Dia pun meletakkan cangkir itu di atas meja. Setelah itu Nayra duduk di sofa sambil menunggu Rama selesai mandi.


Setelah mandi dan ganti pakaian, Rama pun duduk di samping Nayra dan meminum tehnya.


"Besok Mas Rama berangkat ke bandara jam berapa?"


"Jam sembilan pagi"


"Lalu berapa lama Mas Rama di Singapur?"

__ADS_1


"Aku akan usahakan pulang secepatnya"


Ini bukan pertama kalinya Rama pergi ke luar negri untuk urusan bisnis. Tapi baru kali ini, Nayra merasa sedih karena dia akan berpisah dengan Rama. Rama melihat kesedihan di mata Nayra. Rama pun meraih kedua tangan Nayra lalu menggenggamnya erat.


"Sayang sebenarnya aku juga terpaksa meninggalkanmu. Tapi kamu tau sendiri kan pekerjaanku seperti apa. Aku ini seorang arsitek. Kadang aku mendapat klien dari luar kota maupun luar negri. Dan waktu itu aku sudah terlanjur menandatangani kontrak dengan klien dari Singapur. Aku janji setiap hari aku akan menghubungimu"


Nayra hanya diam saja sambil menatap wajah suaminya. Bola matanya kini mulai berair.


"Sebenarnya aku juga ingin membawamu dan Kyara pergi bersamaku. Tapi kan sekarang kamu lagi skripsi. Aku janji setelah proyek ini selesai aku akan mengambil cuti selama satu bulan penuh. Aku akan membawamu dan Kyara pergi liburan kemanapun kamu mau. Ya?"


Rama berusaha meyakinkan Nayra namun Nayra masih tetap membisu. Lalu tiba-tiba saja bayangan Sofia terlintas di pikiran Nayra.


"Apa Sofia juga ikut Mas?"


"Iya. Tapi kamu jangan cemburu sayang! Sofia itu cuma sekretarisku. Dan dia hanya membantu pekerjaanku. Itu saja, nggak lebih. Lagi pula kami tidak hanya pergi berdua. Kami satu tim"


"Tapi aku takut Mas.. Sofia itu sangat cantik. Aku takut jika aku nggak ada, kamu akan tergoda sama dia"


"Sayang, apa sebelumnya aku pernah tergoda oleh Sofia? Enggak kan? Sebelumnya aku juga mengajak Sofia kalau aku dapat proyek di luar kota maupun di luar negri, karena dia itu sekretarisku"


"Tapi aku takut Mas"


"Kamu nggak usah takut. Bagiku kamu adalah wanita paling cantik di dunia. Aku nggak akan melirik wanita lain selain kamu. Kamu percaya kan sama aku?"


Nayra pun menganggukkan kepalanya.


"Aku percaya sama kamu Mas"


"Makasih sayang"


Rama pun menarik Nayra ke dalam pelukannya. Tanpa terasa ada bulir-bulir air bening yang jatuh membasahi kedua pipi Nayra. Nayra sedih karena mulai besok dia akan berpisah dengan Rama untuk waktu yang cukup lama. Begitu juga dengan Rama. Baru kali ini dia merasa berat karena harus berpisah dengan Nayra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG......................


Jangan lupa LIKE, komen dan VOTE poin ya! Makasii.. ๐Ÿ™


__ADS_2