Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Move On


__ADS_3

Bu Maya membuka pintu kamar Alina dengan perlahan. Dia melihat Alina berbaring di tempat tidur sambil memeluk gulingnya. Terdengar suara isak tangis yang membuat Bu Maya merasa sangat bersalah. Dia pun menghampiri Alina lalu duduk di samping putrinya itu.


"Sayang, maafin Mama! Kalau kamu nggak mau dijodohin, Mama nggak akan maksa kamu. Jangan nangis lagi ya!" ucap Bu Maya sambil membelai lembut rambut Alina.


Alina pun menghentikan tangisnya. Dia pun duduk lalu memeluk ibunya dengan erat.


"Makasih Ma"


"Iya sayang. Mama hanya ingin kamu bahagia" Bu Maya mengecup kepala Alina.


"Ma, sebenarnya Alin masih cinta sama Mas Adit, Ma"


"Apa?"


Bu Maya melepaskan pelukannya.


"Jadi sampai sekarang kamu masih cinta sama Aditya?"


Alina menganggukkan kepala.


"Alina, dia sudah pernah menyakiti hati kamu. Kenapa kamu nggak bisa move on dari dia?"


"Alin juga nggak tau Ma. Mungkin karena waktu itu dia bilang mau nungguin Alin sampai kapan pun. Tapi Alin nggak tau apa sampai sekarang dia masih nungguin Alin atau enggak"


"Terus apa rencana kamu selanjutnya? Apa kamu mau balikan lagi sama Aditya?"


"Apa Mama sama Papa akan ngrestuin kalau Alin balikan lagi sama Mas Adit?"


"Tergantung Aditya. Kalau dia bisa mencintai dan membahagiakan kamu, Mama sama Papa akan merestui kalian berdua"


Alina tersenyum.


"Makasih Ma"


Setelah itu, Alina pun membuka laptopnya lalu mencari informasi tentang Aditya di internet. Alina mengetik 'Wirata Architects' di kolom pencarian google. Dan Akhirnya Alina berhasil menemukan nomor telepon dan alamat kantor Aditya. Kemudian Alina mencatatnya di secarik kertas.


***


Keesokan harinya Alina meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke Jakarta. Alina ingin menemui Aditya di kantornya. Pak Samsul dan Bu Maya pun memberikan izin.


Alina terlihat sangat bersemangat. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Aditya. Alina pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor Aditya.


'Mas Adit, sebentar lagi kita akan bertemu lagi setelah sekian lama. Apa kamu juga merindukan aku Mas? Seperti aku yang selalu merindukanmu?' gumamnya dalam hati.


Alina menghentikan mobilnya saat sampai di depan kantor Aditya. Setelah turun dari mobil, dia pun melangkah memasuki lobby kemudian menuju ke meja resepsionis.


"Selamat siang Mbak, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang resepsionis dengan ramah.


"Saya mau bertemu dengan Bapak Aditya Kusuma Wardhana dari departemen desain"

__ADS_1


"Tolong tunggu sebentar ya Mbak"


Resepsionis itu terlihat melakukan panggilan. Alina pun menunggu dengan sabar.


"Maaf Mbak. Bapak Aditya hari ini sedang cuti"


"Cuti?" Alina terkejut.


"Iya Mbak"


"Emh.. apa saya boleh minta alamat rumahnya Mbak?"


"Tunggu sebentar ya Mbak"


Akhirnya Alina pun mendapatkan alamat rumah Aditya dari resepsionis itu. Kemudian Alina bergegas menuju rumah Aditya.


Alina menghentikan mobilnya saat sampai di dekat rumah Aditya. Sejenak Alina terpaku memperhatikan rumah Aditya dari balik kaca mobilnya. Alina terkagum-kagum melihat keindahan rumah itu.


'Rumah kamu bagus banget Mas. Akhirnya kamu berhasil membangun rumah impian kamu' gumamnya dalam hati sambil tersenyum.


Lalu tiba-tiba saja Alina melihat Aditya keluar dari rumah itu dengan menaiki motornya bersama seorang perempuan. Alina membulatkan kedua matanya. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu.


Alina terkejut melihat kemesraan Aditya dan perempuan itu. Perempuan itu melingkarkan tangannya di pinggang Aditya dengan erat. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


'Mas Adit.. siapa perempuan itu? Apa dia pacarmu? Atau mungkin.. dia istrimu?'


'Bukankah dulu kamu bilang kamu akan menungguku sampai kapan pun? Tapi apa kenyataannya Mas? Semudah itu kamu menemukan penggantiku? Kenapa aku begitu bodoh? Tidak seharusnya aku mempercayai kata-katamu'


'Mulai sekarang aku akan benar-benar melupakanmu Mas. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan kamu dari hati dan pikiranku..' gumam Alina dalam hati sambil menyeka air matanya.


Setelah puas menangis, Alina pun langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.


***


Sesampainya di Bogor..


"Sayang kok kamu udah pulang? Apa kamu nggak mampir dulu ke tempat kakakmu?" tanya Bu Maya begitu melihat Alina berjalan memasuki rumah.


Alina tidak segera menjawab. Dia pun duduk bersandar di sofa untuk melepas lelah setelah menyetir selama berjam-jam.


Bu Maya merasa heran melihat raut wajah Alina. Mata Alina terlihat sembap. Bu Maya pun menghampiri Alina lalu duduk di sebelah putrinya itu.


"Alina, kenapa mata kamu sembap? Apa kamu habis nangis? Apa Aditya menyakitimu lagi?"


Mendengar nama Aditya, mata Alina mulai berkaca-kaca.


"Alina, bilang sama Mama! Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Ma, Alin memutuskan untuk menerima perjodohan itu Ma"

__ADS_1


"Apa?? Apa Mama nggak salah dengar? Bukankah kemarin kamu bilang kamu masih cinta sama Aditya?"


"Mas Adit sudah dapat pengganti Alin Ma. Dia sudah bahagia bersama perempuan lain" Alina tak kuasa menahan air matanya lagi.


Bu Maya terkejut mendengar ucapan Alina. Dia pun menarik Alina ke dalam pelukannya. Tangis Alina pun pecah di pelukan ibunya.


"Hati Alin sakit Ma. Kenapa Mas Adit tega sama Alin Ma?" ucap Alina di sela isak tangisnya.


"Kamu yang sabar ya sayang" ucap Bu Maya sembari mengusap lembut punggung Alina.


Setelah Alina sudah agak tenang, Bu Maya pun melepaskan pelukannya.


"Sudah sayang, jangan menangis lagi! Kamu harus kuat! Mungkin Aditya memang bukan jodoh kamu. Mulai sekarang kamu harus bisa move on dari dia, ya?"


Alina menganggukkan kepalanya.


"Ma, tolong bilang sama Bu Ayu, Alin setuju menikah sama Kak Ivan"


"Apa kamu yakin? Kamu nggak akan menyesal?"


"Alin mau membuka hati Alin untuk orang yang benar-benar tulus mencintai Alin Ma. Alin juga ingin merasa dicintai"


"Memang lebih baik dicintai daripada mencintai, Alina. Seiring berjalannya waktu, Mama yakin kamu pasti bisa melupakan Aditya dan mencintai Nak Ivan"


"Iya Ma. Alin tau Mama pasti memilihkan laki-laki yang terbaik buat masa depan Alin"


Mereka pun berpelukan lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.......................

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak LIKE, komen dan vote ya! Tengkyu.. ๐Ÿ™


__ADS_2