Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Tes Kesuburan


__ADS_3

Pak Samsul, Bu Maya dan Alina tiba di rumah Rama pada pukul sebelas siang. Mereka disambut hangat oleh Rama, Nayra, dan Kyara. Mereka pun saling berpelukan dan saling menanyakan kabar karena sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu.


Pak Samsul dan Bu Maya senang sekali melihat cucu kesayangan mereka yang sudah tumbuh makin besar dan cantik. Mereka sampai berebutan untuk mencium dan menggendongnya. Akhirnya Bu Maya terpaksa mengalah dari suaminya. Rama, Nayra dan Alina tertawa melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.


Kemudian mereka pun duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang. Pak Samsul mendudukkan Kyara di pangkuannya.


"Rama, Nayra.. jadi kapan kalian akan memberi Mama cucu? Mama kan juga pengen gendong cucu" tanya Bu Maya tiba-tiba.


Rama dan Nayra terkejut mendengar pertanyaan Bu Maya. Mereka pun saling berpandangan sebelum menjawab.


"Mama doakan saja ya! Semoga Nayra cepat hamil" sahut Nayra.


"Iya Ma. Doakan kami ya!" sahut Rama.


"Tanpa diminta pun Mama selalu mendoakan kalian.."


"Nayra, apa vitamin yang Mama berikan waktu itu sudah kamu habiskan?"


"Sudah Ma"


"Tapi kenapa sampai sekarang kamu belum hamil juga?"


"Emh.." Nayra bingung harus menjawab apa.


"Sudah dong Ma.. jangan menekan Nayra seperti itu! Kasihan dia" tukas Pak Samsul.


"Tapi kan mereka sudah cukup lama menikah Pa.. sudah dua setengah tahun loh"


"Rama, kamu coba bawa istri kamu ke dokter untuk diperiksa! Jangan-jangan Nayra nggak bisa hamil" imbuh Bu Maya.


Rama, Nayra, Pak Samsul dan Alina terkejut mendengar ucapan Bu Maya. Mereka tidak menyangka kalau kata-kata itu akan keluar dari mulut Bu Maya.


"Mama, jangan bicara seperti itu Ma! Ingat Ma, ucapan adalah sebagian dari doa" ucap Rama dengan tegas.


"Sayang, jangan dengerin omongan Mama!" ucap Rama seraya menggenggam tangan Nayra.


Ucapan Bu Maya bagaikan petir yang meluluh lantahkan hati Nayra. Sebenarnya Nayra merasa tersinggung dengan ucapan ibu mertuanya itu. Bola matanya kini sudah mulai berair. Tapi Nayra berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia tidak mau menangis di depan keluarga suaminya.


"Maaf saya permisi ke kamar sebentar" Nayra pun berdiri dan bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Ini semua gara-gara Mama! Mama nggak seharusnya bicara seperti itu!" seru Rama kemudian pergi menyusul Nayra.


Setelah Rama pergi, Pak Samsul dan Alina berusaha membujuk Bu Maya untuk minta maaf kepada Nayra.


***


Setelah memasuki kamarnya, Nayra langsung menutup pintu rapat-rapat. Dia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Nayra menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menangis sepuasnya sambil memeluk guling.


Ceklek!


Rama membuka pintu. Dilihatnya Nayra yang sedang menangis tersedu-sedu. Rama pun menghampirinya lalu duduk di tepi tempat tidur.


"Sayang sudahlah jangan nangis lagi! Tolong maafin Mama! Mungkin Mama nggak sengaja bicara seperti itu. Jangan dimasukin ke hati ya!" ucap Rama seraya mengusap-usap punggung Nayra.


Nayra pun duduk kemudian mendekap tubuh Rama erat-erat.


"Mas, kenapa Mama tega bicara seperti itu sama aku Mas. Hati aku sakit Mas"


"Sabar ya sayang! Mama kan selama ini nggak tau kalau kita dulu pisah kamar selama dua tahun. Sudah jangan nangis lagi ya!" Rama mengusap punggung Nayra lalu mengecup kepalanya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki memasuki kamar mereka.


"Nayra.." seru Bu Maya.


Mendengar suara ibu mertuanya, Nayra pun melepaskan pelukannya kemudian menghapus air matanya.


"Mama" sahut Nayra.


Bu Maya pun menghampiri mereka dan duduk di tepi tempat tidur.


"Maafin Mama ya sayang.. Mama tadi cuma asal bicara. Kamu pasti sakit hati ya dengan ucapan Mama tadi?" Bu Maya kemudian memeluk Nayra.


"Nggak pa pa kok Ma" sahut Nayra.


"Mas, nanti setelah sholat dzuhur temani aku ke dokter untuk diperiksa ya!" imbuh Nayra.


"Sayang, apa kamu yakin mau diperiksa?"


"Iya Mas. Aku juga belum lega kalau belum tau kondisiku yang sebenarnya"


"Baiklah. Terserah kamu saja"


Setelah makan siang dan sholat dhuzur, Rama pun membawa Nayra ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa.


Selama dalam perjalanan, Begitu juga dengan Rama yang selalu setia mendampinginya.


lebih banyak berdiam diri dan melamun. Dia melihat ke arah luar jendela sambil memikirkan omongan ibu mertuanya tadi.


"Sayang, kamu nggak usah mikirin ucapan Mama tadi ya! Aku yakin kamu pasti baik-baik saja" ucap Rama seolah tau apa yang ada di pikiran Nayra saat itu.


Nayra pun memutar kepalanya menghadap Rama yang sedang fokus menyetir.


"Ssssstttt..." Rama menempelkan jari telunjuknya ke bibir Nayra.


"Jangan diteruskan! Aku nggak suka kamu bicara seperti itu"


"Istighfar sayang! Banyak berdoa! Aku yakin suatu saat nanti Allah pasti mengabulkan doa kita" imbuh Rama.


"Astaghfirullahaladzim.." ucap Nayra kemudian.


Nayra pun menyandarkan kepalanya di bahu Rama. Nayra bersyukur dia punya suami yang baik, sholeh dan penuh pengertian seperti Rama.


***


Sampai di rumah sakit..


Rama dan Nayra menuju ke tempat pendaftaran. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya nama Nayra pun dipangil oleh suster. Kemudian Rama menemani Nayra masuk ke ruang praktek dokter kandungan.


Rama pun mengutarakan maksud dan tujuannya datang adalah untuk memeriksa kesuburan istrinya. Rama dan Nayra pun berkonsultasi cukup lama dan melakukan tanya jawab dengan dokter.


"...Baiklah Pak, Bu, nanti saya akan melakukan serangkaian tes kepada Ibu Nayra" kata dokter dengan ramah.


Dokter pun menyuruh Nayra berbaring untuk diperiksa.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Untuk wanita, tes kesuburan akan dimulai dengan pemeriksaan fisik, catatan riwayat kesehatan, dan pemeriksaan ginekologi.


Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara diraba untuk mengetahui bentuk anatomi organ-organ reproduksi wanita, seperti payudara, kelenjar tiroid pada leher, serta **** *.

__ADS_1


Kemudian dokter melakukan serangkaian tes diantaranya :


Tes Ovulasi


Tes yang dilakukan dengan pengambilan darah ini bertujuan untuk mengukur tingkat hormon untuk menentukan apakah wanita berovulasi dan menghasilkan sel telur secara teratur.


Pemeriksaan Cadangan Sel Telur Pada Ovarium


Tes ini biasanya diawali dengan pemeriksaan hormon di awal siklus menstruasi. Melalui tes ini, bisa diketahui kualitas dan jumlah sel telur yang tersedia untuk ovulasi.


Tes Hormon


Tes hormon seperti hormon tiroid dan kelenjar pituitari yang juga turut mempengaruhi proses reproduksi.


Hysteroscopy


Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat khusus melalui leher rahim untuk memantau kondisi rahim dan memeriksa apakah ada kelainan atau tidak.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Nayra hanya bisa pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Selama menjalani pemeriksaan, dalam hati Nayra tidak hentinya memanjatkan doa kepada Allah SWT. Begitu juga dengan Rama yang selalu setia mendampinginya.


'Ya Allah.. semoga Nayra dinyatakan subur' doa Rama dalam hati.


Setelah selesai pemeriksaan, dokter pun membacakan hasilnya. Rama dan Nayra penasaran ingin segera mengetahui hasilnya.


Dag.. Dig.. Dug..


Jantung mereka berdebar-debar. Ada ketakutan di raut wajah mereka.


"Ibu Nayra, menurut hasil pemeriksaan.. Anda dinyatakan SUBUR" kata dokter kemudian melebarkan senyumnya.


"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Rama dan Nayra bersamaan.


Mereka senang sekali. Mereka berdua pun saling berpelukan. Dokter dan suster pun turut senang melihatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.......................


LIKE, komen dan VOTE poin sebanyak-banyaknya ya setelah membaca..!! Jangan baca doang terus kabur ya.. tolong dukung penulis juga.. terima kasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2