Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Liburan (Part 1)


__ADS_3

Segala persiapan telah dilakukan. Mulai dari paspor, visa, tiket pesawat, pakaian, peralatan mandi, perlengkapan Kyara, dan lain sebagainya. Nayra terlihat sibuk mengecek barang-barang yang akan dibawanya untuk liburan. Barang-barang tersebut sudah tertata rapi di dalam dua buah koper berukuran sedang.


Tanpa Nayra sadari ada seseorang yang diam-diam masuk ke kamarnya dengan mengendap-endap kemudian memeluknya dari belakang. Nayra terkesiap. Sontak dia memutar kepalanya ke belakang. Nayra tersenyum saat mengetahui kalau ternyata itu Rama.


"Kamu udah pulang Mas? Kenapa nggak kasih salam? Aku sampai kaget loh"


"Sengaja, biar surprise"


Nayra tersenyum. Rama mengecup kepala Nayra yang masih memakai hijab kemudian mengeratkan pelukannya.


"Gimana, apa semuanya sudah beres?"


"Kayaknya sih udah Mas. Tinggal berangkat aja"


Rama memutar badan Nayra sehingga sekarang mereka berhadap-hadapan. Kemudian Rama melingkarkan tangannya ke pinggang Nayra. Mereka berdua pun saling bertatapan.


"Sayang"


"Ya"


"Apa sekarang kamu bahagia?"


"Sangat"


"Kenapa tiba-tiba kamu nanya kayak gitu Mas?"


"Enggak. Aku cuma ingin memastikan. Syukurlah kalau kamu bahagia. Aku juga bahagia kalau kamu bahagia sayang. Aku janji aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu dengan memberimu kebahagiaan yang berlipat ganda"


Nayra tersenyum. Hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan Rama.


"Makasih Mas"


Rama pun mencium bibir Nayra dengan lembut. Nayra pun membalas ciuman suaminya.


***


Keesokan harinya...


Pukul tujuh pagi, Rama, Nayra dan Kyara sudah siap untuk berangkat ke bandara. Mereka akan diantar oleh Mang Dudung. Pak Samsul, Bu Maya dan Alina mengantar mereka sampai di halaman rumah.


"Rama, Nayra, kalian hati-hati ya! Jaga diri kalian baik-baik selama di sana. Jaga Kyara juga!" pesan Pak Samsul.


"Iya Pa" sahut Rama dan Nayra dengan kompak.


"Pulang nanti bawa oleh-oleh cucu ya buat Mama!" seru Bu Maya.


Rama dan Nayra saling berpandangan sebelum menjawab.


"Insya Allah Ma" jawab mereka sambil tersenyum.


"Selamat bersenang-senang ya Kak Rama, Kakak ipar. Jangan lupa oleh-olehnya buat aku!" seru Alina.

__ADS_1


"Iya Alina. Kami titip rumah ya!" sahut Nayra.


"Siap Kakak ipar"


Setelah berpamitan dan mengucapkan salam, mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil.


Tak lama kemudian, mobil pun bergerak perlahan. Nayra dan Kyara melambaikan tangan kepada Pak Samsul, Bu Maya dan Alina dari balik kaca mobil. Dan mereka bertiga pun membalasnya.


Setelah Rama dan Nayra pergi, Aditya pun muncul dengan menaiki motor sportnya. Aditya datang untuk menjemput Alina. Mereka mau berangkat kerja sama-sama. Aditya dan Alina pun berpamitan kepada Pak Samsul dan Bu Maya kemudian langsung tancap gas menuju kantor.


Dan setelah Aditya dan Alina pergi, Pak Samsul dan Bu Maya pun bersiap-siap untuk kembali ke Bogor.


***


Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 18 jam, akhirnya Rama dan Nayra pun sampai di kota Roma, Italia keesokan harinya.


Rama sengaja memilih negara Italia karena kebetulan Rama maupun Nayra belum pernah pergi ke sana sebelumnya. Nayra hanya menuruti kehendak suaminya.


Rama membawa Nayra dan Kyara ke salah satu hotel berbintang di Roma. Setelah melakukan check-in, mereka bertiga pun berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamar mereka. Kyara ada di tengah-tengah. Dan sebelah tangan mereka menarik koper masing-masing.


"Waahh.. bagus banget hotelnya Mas" kata Nayra dengan takjub sembari meliarkan pandangannya menyusuri setiap sudut hotel tersebut.


"Apa kamu suka?"


"Iya Mas. Ini indah banget"


"Aku pernah mendesain hotel yang lebih bagus dari ini"


"Oya? Hebat dong kamu Mas!"


Sampai di kamar, mereka pun beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Setelah itu, mereka pun mandi dan ganti pakaian. Mereka memakai baju couple warna putih bertuliskan 'MAMA, PAPA, dan BABY GIRL' yang dulu sempat dibelikan oleh Bu Aini sewaktu di Jogja. Mereka terlihat begitu serasi dan kompak.


Setelah makan siang di hotel, mereka pun bersiap untuk pergi jalan-jalan. Mereka hanya pergi bertiga tanpa tour guide. Rama pun menyewa sebuah mobil yang akan digunakannya selama berada di Italia. Dan mereka hanya menggunakan google map sebagai petunjuk arah.


Jalanan di Roma rata-rata cukup sempit, dengan sistem grid / blok jadi cukup sulit untuk mengenal jalan di sana. Jadi tak heran kalau ada pepatah yang mengatakan 'Banyak Jalan Menuju ke Roma'.


Hari pertama di Roma, Rama mengajak Nayra dan Kyara pergi ke Museum Vatican.


Begitu memasuki museum, Rama dan Nayra terkagum-kagum melihat keindahan arsitektur museum tersebut. Dinding dan langit-langit museum terlihat begitu indah. Seluruh dindingnya termasuk langit-langit dilukis oleh Michaelangelo.


Koridor museum tersebut sangat panjang, jika dijumlahkan mungkin bisa mencapai beberapa kilometer, ada 4 lantai. Semua jalan akan mengarah ke Sistine Chapel, yaitu ruangan paling poluler di Vatican. Mereka menghabiskan waktu di Sistine Chapel selama 30 menit untuk berselfie ria.


Terakhir sebelum keluar mereka melewati Raphael Room dan tangga putar yang begitu anggun. Mereka menghabiskan waktu selama 4 jam di Vatican.


Keluar dari Vatican Museum, mereka berjalan menuju halaman Santo Petrus (St. Peter Square). Lapangan ini dipakai untuk acara misa jika dipimpin oleh Paus. Menyusuri kolom Bernini, mereka masuk ke dalam gedung utama Basilica St. Peter.


Saat hari mulai sore, mereka pun pulang ke hotel untuk mandi dan sholat. Kemudian mereka makan malam di sebuah restoran Italia. Mereka memesan makanan khas Italia yaitu pizza, spaghetti dan kopi Italia.


"Kiya, ini namanya pizza. Apa sayang?" tanya Nayra sambil menunjuk pizza yang ada di meja mereka.


"Pizza" sahut Kyara kemudian menggigit pizza yang dia pegang.

__ADS_1


"Pinter anak Mama. Enak nggak pizzanya?"


"Enak Mah" sahut Kyara sembari mengunyah pizzanya.


Sementara Rama penasaran sekali dengan rasa kopi Italia. Dia pun segera meminumnya.


"Emm.. sayang ternyata kopi Italia selain wangi juga enak banget rasanya. Kamu cobain deh!" ucap Rama kemudian meneguk lagi kopinya.


Nayra pun meraih cangkirnya kemudian meminum kopinya.


"Iya bener Mas, rasanya 'nendang' banget. Besok kita beli yang banyak ya buat oleh-oleh!"


"Okey"


Setelah selesai makan malam, mereka pun kembali ke kamar hotel. Karena merasa kelelahan, Kyara terlelap dalam gendongan Rama.


Sampai di kamar, Rama membaringkan Kyara di atas tempat tidur. Nayra pun menyelimuti Kyara kemudian mengecup kedua pipinya.


Lalu tiba-tiba saja Rama memeluk Nayra dari belakang.


"Sayang, mumpung Kyara udah bobo, ayo kita bikin adek buat Kyara!"


Nayra tersenyum.


"Kita sholat isya dulu Mas"


"Tentu saja. Nanti kamu pakai lingerie ya!" ucap Rama setengah berbisik ke telinga Nayra.


Nayra pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Malam itu menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua. Rama menerjang Nayra sampai berkali-kali dengan alasan agar Nayra segera hamil. Dan Nayra pun melayani suaminya sampai puas dan akhirnya mereka pun terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG......................


Jangan lupa LIKE , komen dan VOTE yang banyak ya setelah membaca!! Terima kasih.. 😉


__ADS_2