Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Cowok Misterius


__ADS_3

Hari sudah sore ketika Nayra sampai di kampung halamannya. Nayra melihat jam di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul empat sore.


Tiiiiiinnn... Tiiiiinnnn....


Nayra membunyikan klakson mobilnya begitu memasuki halaman rumahnya. Bu Aini pun keluar rumah setelah mendengar bunyi klakson. Bu Aini penasaran siapa gerangan yang datang ke rumahnya. Bu Aini terkejut begitu melihat mobil Nayra. Dia seakan tidak percaya kalau Nayra pulang kampung.


Nayra turun dari mobilnya kemudian mengeluarkan koper kecilnya. Bu Aini pangling saat melihat Nayra yang sudah berhijab.


"Nayra!!" Bu Aini berhambur menghampiri Nayra.


"Assalamu'alaikum Bu" Nayra tersenyum kemudian mencium punggung tangan ibunya.


"Wa'alaikumsalam. Masya Allah.. kamu cantik sekali Nay. Sejak kapan kamu pakai hijab?"


"Baru kemarin Bu"


"Alhamdulillah.. Allah sudah memberikan hidayah sama kamu. Tapi kenapa kamu pulang nggak ngasih tau ibu dulu Nay? Mana suami dan anak kamu? Apa mereka nggak ikut?"


"Mereka nggak ikut Bu. Nay cuma sendirian"


"Kenapa mereka nggak ikut Nay? Apa kamu sedang ada masalah dengan suami kamu?"


"Enggak kok Bu. Nay cuma kangen sama ibu. Kebetulan Nay nggak ada kuliah, jadi Nay pulang untuk njenguk ibu"


"Kamu jangan bohong sama ibu Nay!"


"Sudahlah Bu. Nay capek. Biarkan Nay masuk dulu ya!"


Bu Aini pun membawa Nayra masuk ke rumah. Nayra langsung menuju kamarnya dan meletakkan kopernya di sana. Nayra melepas jilbabnya kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur untuk melepas lelah.


"Sudah lama sekali rasanya aku nggak tidur di kasur ini"


Nayra berguling-guling di atas kasurnya.


"Nyamannya..."


Nayra pun meraih guling empuknya lalu memeluk guling itu. Nayra seakan terhipnotis begitu memeluk guling kesayangannya itu. Dia pun langsung terlelap dalam tidurnya.


Bu Aini masuk ke kamar Nayra sambil membawakan minuman. Bu Aini terkejut melihat Nayra yang sudah terlelap.


"Nayra.. Nayra.. cepet banget kamu tidurnya. Kamu pasti capek banget setelah nyetir seharian"


Bu Aini pun meletakkan minuman itu di atas meja. Bu Aini duduk di tepi tempat tidur kemudian membelai rambut Nayra dengan lembut. Bu Aini pun mengecup kening Nayra perlahan.


"Nay, ibu tau kamu pasti sedang ada masalah dengan suamimu. Walaupun kamu berusaha menutupinya dari ibu, tapi ibu bisa merasakannya..."


Bu Aini pun berdiri kemudian keluar meninggalkan Nayra yang sedang tidur dengan pulas.


***


Suara adzan Maghrib membangunkan Nayra dari tidurnya. Kebetulan ada sebuah masjid yang terletak di sebelah rumah Nayra sehingga suara adzan terdengar begitu jelas. Bu Aini pun masuk ke kamar Nayra berniat untuk membangunkannya.


"Kamu udah bangun Nay? Baguslah. Buruan mandi, abis itu kita sholat di masjid!"


"Iya Bu"


Nayra pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi dan ganti pakaian, Nayra pun melaksanakan sholat maghrib bersama Bu Aini di masjid.

__ADS_1


Selesai sholat Nayra ke restoran untuk menemui Mbak Wulan, Mbak Rina dan Andin. Kebetulan suasana di restoran sudah agak sepi.


"Nayra!!" seru Andin begitu melihat Nayra yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Assalamu'alaikum semuanya" ucap Nayra.


"Wa'alaikumsalam" sahut Andin, Mbak Wulan dan Mbak Rina kompak.


"Kamu kapan pulang Nay?" tanya Andin.


"Tadi jam empat sore"


"Nay kamu makin cantik deh kalau pakai hijab gitu" Mbak Rina menimpali.


"Iya Nay. Kamu cantik banget" sahut Mbak Wulan.


"Makasih Mbak"


"Oh ya Nay, Mas Rama sama Kyara mana kok nggak kelihatan?" tanya Mbak Rina.


"Mereka nggak ikut kok Mbak. Aku cuma pulang sendirian"


"Kenapa mereka nggak ikut Nay? Padahal aku udah kangen banget sama Kyara. Pasti dia udah makin besar dan makin lucu sekarang" sahut Mbak Wulan.


"Iya Nay. Aku juga kangen banget sama Kyara" Andin menimpali.


"Insya Allah lain kali aku ajak Kyara ya"


"Oh ya Mbak Wulan, aku kangen banget sama gudeg buatanmu"


"Kamu mau Nay? Biar aku ambilin"


Nayra pun mengambil sepiring nasi gudeg plus telur ayam kecap kemudian duduk di salah satu kursi pelanggan. Dia pun memakan nasi gudeg itu dengan lahap.


"Emm.. gudeg buatanmu emang juara Mbak Wulan! Nggak ada tandingannya!" seru Nayra sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Ayo kita makan sama-sama Mbak Wulan, Mbak Rina, Andin!"


"Kamu aja Nay, kami udah makan tadi" sahut Mbak Wulan.


Mbak Wulan dan Mbak Rina pun melanjutkan pekerjaannya di dapur.


"Kamu mau minum apa Nay? Biar aku bikinin" seru Andin.


"Es teh manis aja Ndin"


"Okey"


Tak lama kemudian Andin menghampiri Nayra sambil membawakan segelas es teh manis kemudian duduk di sebelahnya.


"Oh ya Nay, aku belum sempat bilang sama kamu. Dulu pernah ada cowok yang datang ke sini nyariin kamu. Cowok itu ganteng banget lho Nay. Kayak artis"


Deg!


Nayra terkejut mendengar ucapan Andin. Sontak dia menghentikan makannya.


'Cowok ganteng? Apa mungkin dia itu....?' pikir Nayra.

__ADS_1


"Siapa namanya Ndin?" tanya Nayra dengan penasaran.


"Itu dia masalahnya. Dia nggak mau ngasih tau namanya Nay"


"Bagaimana ciri-cirinya?"


"Emm.. Dia tinggi, badannya atletis, kulitnya putih, rambutnya hitam Nay. Apa kamu kenal? Dia bilang dia teman kuliah kamu"


'Nggak salah lagi. Itu pasti Mas Adit' batin Nayra.


"Memangnya dia kapan ke sini Ndin?"


"Udah lama sih. Sejak kamu pindah ke Jakarta. Dia beberapa kali datang ke sini. Tiap ke sini dia pasti nyariin kamu Nay"


"Terus kamu bilang apa sama dia Ndin?"


"Aku bilang kalau kamu pindah ke Jakarta. Terus dia nanyain alamat kamu tapi aku nggak ngasih tau dia. Soalnya aku emang nggak tau alamat kamu di Jakarta. Dia juga sempet nanyain nomor ponsel kamu tapi nggak aku kasih"


"Terus apa lagi? Apa kamu bilang padanya kalau aku udah nikah?"


"Tadinya sih enggak Nay. Tapi karena tiap datang ke sini dia nanyain kamu terus, terpaksa aku bilang kalau kamu udah nikah"


'Astagaaa.. Andiiinnn. Pasti hati Mas Adit hancur begitu mendengar aku udah nikah. Aku nggak bisa ngebayangin gimana reaksinya saat itu'


"Apa ibu tau soal ini?"


"Bu Aini sudah tau soal ini Nay. Bahkan Bu Aini sempat ketemu dan bicara sama cowok itu. Dan sejak saat itu, dia nggak pernah ke sini lagi"


'Apa?? Jadi ibu sudah tau soal ini? Matilah aku!!' batin Nayra.


"Kenapa baru sekarang kamu bilang sama aku Ndin?"


"Maafkan aku Nay. Soalnya Bu Aini melarang kami untuk bilang sama kamu. Apa cowok itu pacar kamu Nay?"


Nayra tidak menjawab pertanyaan Andin. Dia berdiri kemudian pergi meninggalkan Andin sendirian di sana. Nayra ingin segera pulang dan menemui ibunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG................

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, komentar dan VOTE-nya ya! Makasii.. πŸ™πŸ™


__ADS_2