
Setelah dari rumah sakit, Rama dan Nayra pun pulang ke rumah. Mereka masuk ke rumah sambil bergandengan tangan dan langsung menemui Pak Samsul dan Bu Maya. Kebetulan saat itu Pak Samsul, Bu Maya dan Alina sedang bermain bersama Kyara di ruang keluarga.
"Assalamu'alaikum" ucap Rama dan Nayra dengan wajah yang berseri-seri.
"Wa'alaikumsalam" sahut mereka.
"Rama, Nayra kalian sudah pulang? Gimana hasilnya?" tanya Bu Maya dengan penasaran. Dia tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.
Nayra pun mengeluarkan hasil tes dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Bu Maya.
"Ini Ma hasilnya"
Bu Maya cepat-cepat membuka amplop itu dan membaca isinya. Alina pun mendekati ibunya dan ikut membacanya. Seketika senyuman mengembang di bibir mereka.
"Alhamdulillah..." ucap Bu Maya dan Alina dengan begitu kompaknya.
"Gimana hasilnya Ma?" Pak Samsul juga ingin tau.
"Nayra dinyatakan subur Pa"
"Alhamdulillah.. berarti memang belum saatnya Nayra hamil. Kita harus bersabar Ma!"
"Iya Pa"
Bu Maya pun mendekati Nayra lalu berdiri di hadapannya.
"Nayra, sekali lagi maafin Mama ya. Mama tadi sempat bilang yang enggak-enggak sama kamu" Bu Maya pun memeluk Nayra.
"Nggak pa pa Ma"
Setelah itu mereka pun duduk sambil melanjutkan perbincangan.
"Rama kamu sekali-sekali ajaklah Nayra pergi liburan! Jangan kerja terus! Ya itung-itung honeymoon. Dulu kan setelah menikah kalian belum sempat pergi honeymoon" tutur Bu Maya.
"Iya, Mama kalian benar. Kalian pergilah liburan berdua, Kyara biar kami yang jaga" Pak Samsul menimpali.
"Aku memang berencana untuk mengambil cuti selama satu bulan Ma, Pa. Aku mau mengajak Nayra dan Kyara pergi liburan ke luar negri" sahut Rama.
"Waah.. baguslah kalau begitu. Tapi lebih baik kalian pergi berdua saja. Kyara biar Mama bawa ke Bogor selama kalian pergi"
"Tapi Ma.. Nayra nggak bisa kalau ninggalin Kyara selama itu. Dia pasti nangis nyariin Nayra"
"Iya Ma. Aku juga nggak tenang kalau ninggalin Kyara sendirian di rumah. Jadi kami akan membawanya bersama" sahut Rama.
"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian. Terus kapan kalian akan berangkat?"
"Insya Allah lusa Ma. Besok aku mau ke kantor dulu untuk membereskan pekerjaanku sebelum pergi"
"Waah.. ada yang mau pergi honeymoon nih. Bikin iri aja. Aku jadi pengen cepat-cepat nikah" seru Alina.
Alina tersenyum sambil membayangkan kalau dia menikah dengan Aditya lalu pergi berbulan madu.
__ADS_1
"Alina, apa kamu serius pengen cepat menikah? Kalau gitu Mama kenalin kamu sama anak teman Mama. Kamu pasti suka sama dia. Dia itu udah ganteng, lulusan luar negri, kaya lagi. Dia pemilik perusahaan fashion terbesar di Bogor"
"Apaan sih Ma.. Mama mau ngejodohin Alin sama anak teman Mama itu? Alin ngga mau Ma. Emangnya ini jaman Siti Nurbaya apa? Pake acara jodoh-jodohan segala" ucap Alina seraya memanyunkan bibirnya.
"Katanya kamu pengen cepat menikah"
"Tapi Alin maunya menikah sama laki-laki pilihan Alin sendiri Ma, bukan dijodohin!"
"Iya Ma. Nggak usah jodoh-jodohin Alina! Biarkan dia menentukan pilihannya sendiri" Rama menimpali.
"Makasih Kak, udah belain aku. Kak Rama emang best brother in the world" ucap Alina.
"Emh.. Ma, Pa, Kak Rama, malam ini kita makan di luar ya sekeluarga, kita rayain kelulusan aku sama Kak Nayra. Nanti sekalian aku mau bikin pengumuman penting untuk kalian semua" imbuh Alina.
"Pengumuman apa Alina?" tanya Pak Samsul dengan penasaran. Bu Maya, Rama dan Nayra sama penasarannya. Mereka semua menatap Alina seolah menunggu jawaban darinya.
"Emm.. Ada deh pokoknya. Nanti kalian juga akan tau. Sabar ya! Tunggu nanti malam"
***
Malam itu setelah sholat Maghrib, mereka semua pun berangkat ke sebuah restoran untuk merayakan kelulusan Alina dan Nayra. Mereka duduk di sebuah meja kosong yang sudah Rama booking sebelumnya.
Seorang waiter berjalan mendekati meja mereka sambil membawakan daftar menu. Kemudian mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanannya datang, mereka pun berbincang-bincang.
"Alina, sebenarnya kamu mau bikin pengumuman apa? Jangan bikin Mama penasaran!" tanya Bu Maya mengawali perbincangan.
"Tunggu sebentar lagi Ma!"
"Apa kamu sedang menunggu seseorang Alina?" tanya Pak Samsul yang memperhatikan gerak-gerik Alina.
"Emh.. Iya Pa"
"Siapa yang kamu tunggu?" tanya Bu Maya.
"Nanti Mama juga akan tau. Tunggu sebentar lagi Ma!"
Rama dan Nayra hanya diam saja karena mereka sudah tau siapa yang Alina tunggu.
Beberapa waktu kemudian, orang yang ditunggu-tunggu pun muncul juga. Setelah masuk ke restoran, dia menoleh ke kanan kiri mencari Alina dan keluarganya. Setelah ketemu, dia pun berjalan mendekati meja mereka.
"Assalamu'alaikum" sapanya dengan sangat ramah. Senyuman manis terukir di bibirnya.
"Wa'alaikumsalam" Mereka semua pun menoleh ke arah pria yang mengucapkan salam.
Alina tersenyum senang melihat orang yang ditunggunya sudah datang. Dia pun langsung berdiri di sebelah pria itu lalu menggandeng lengannya.
"Ma, Pa, kenalin ini Mas Aditya, pacar Alin" ucapnya sambil tersenyum.
"Apa?? Pacar??" Bu Maya dan Pak Samsul terkejut mendengar ucapan Alina.
"Duduklah Aditya!" seru Rama.
__ADS_1
"Rama, kamu kenal sama dia?" tanya Bu Maya.
"Iya Ma. Aditya adalah salah satu staff di kantorku"
"Selamat malam Om, Tante. Perkenalkan nama saya Aditya Kusuma Wardhana"
"Emh.. silahkan duduk Nak Aditya!" sahut Pak Samsul.
"Terima kasih Om"
Alina dan Aditya pun duduk bersebelahan. Bu Maya memperhatikan Aditya tanpa berkedip.
"Alina memangnya sejak kapan kamu pacaran? Bukankah selama ini Mama sama Papa melarang kamu untuk pacaran" tanya Bu Maya.
"Emh.. Udah beberapa bulan sih Ma. Tapi aku sama Mas Adit cuma pacaran jarak jauh kok Ma.."
"Ma, Pa, sekarang kan Alin udah lulus kuliah. Jadi boleh dong Alin pacaran. Lagian Alin udah gede Ma, Pa. Alin juga pengen menikah dan punya anak seperti Kak Rama dan Kak ipar" imbuh Alina.
"Ma, Pa, restui saja hubungan mereka! Aku tau Aditya pria yang baik. Aku yakin dia pasti bisa membahagiakan Alina" Rama menimpali.
Mendengar ucapan Rama, Pak Samsul dan Bu Maya sedikit lega. Lalu Pak Samsul dan Bu Maya mengajukan banyak pertanyaan tentang banyak hal kepada Aditya. Dan Aditya memjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan jujur.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Pak Samsul dan Bu Maya pun merestui hubungan Alina dan Aditya.
"Nak Aditya, Om dan Tante merestui hubungan kalian berdua. Tapi ingat satu hal, jangan pernah menyakiti Alina! Alina adalah putri kesayangan Om. Kalau kamu sampai menyakitinya, Om tidak akan pernah memaafkan kamu"
"Makasih Om. Insya Allah saya tidak akan pernah menyakiti Alina"
Alina senang sekali mendengarnya. Begitu juga dengan Rama dan Nayra. Rama merasa lega karena Aditya sudah bisa melupakan Nayra dan membuka hatinya untuk Alina. Nayra juga lega karena Aditya sudah bisa move on dari dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...............
__ADS_1
Jangan cuma baca dan minta UP ya! Tolong dukung penulis juga dengan klik jempol, komen dan VOTE poin sebanyak-banyaknya!! Makasii.. ๐