
Tok.. Tok.. Tok...
"Mas Rama, sarapan sudah siap Mas"
Tok.. Tok.. Tok...
Nayra mengetuk pintu kamar Rama berulang kali, namun tidak ada sahutan dari Rama. Nayra jadi heran.
"Sudah siang gini apa Mas Rama belum bangun?"
Nayra pun mencoba membuka pintu kamar Rama.
Ceklek!
Ternyata pintunya tidak dikunci. Nayra pun memberanikan diri memasuki kamar Rama. Nayra terkejut karena sudah siang tapi Rama masih tidur. Tidak biasanya Rama seperti itu. Biasanya dia selalu bangun pagi untuk sholat subuh. Nayra pun mendekati Rama dan mencoba untuk membangunkannya.
"Mas, Mas Rama.. bangun Mas!" seru Nayra seraya menggoncang-goncangkan pundak Rama.
Rama pun menggeliat kemudian perlahan membuka matanya. Rama terkejut karena begitu membuka matanya, dia melihat Nayra berdiri tegak di hadapannya.
"Nayra!!" seru Rama.
"Bangunlah Mas! Sudah jam setengah tujuh"
"Apa??"
Rama pun melihat ke arah jam dinding.
"Astaghfirullah... aku bisa terlambat ke kantor. Emh.. Makasih Nay, kamu sudah membangunkan ku"
"Iya Mas"
Rama pun bergegas bangun kemudian masuk ke kamar mandi. Waktu Nayra hendak keluar dari kamar Rama, tiba-tiba saja Nayra melihat foto pernikahannya dengan Rama tergantung di dinding kamar itu. Nayra kaget. Nayra pun mendekati foto itu.
'Kemana foto Mas Rama dan Mbak Aisha? Kenapa fotonya berubah? Apa Mas Rama yang sudah menggantinya?'
'Ternyata Mas Rama bersungguh-sungguh ingin melupakan Mbak Aisha.. dia sudah membuktikannya dengan membuang foto pernikahannya bersama Mbak Aisha dan menggantinya dengan foto pernikahan kami. Ya Tuhan.. dia sampai melakukan semua itu tapi aku malah menolaknya?' gumam Nayra dalam hati.
Tiba-tiba Rama keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk yang dililitkan ke pinggangnya. Nayra kaget melihat Rama yang bertelanjang dada. Nayra langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Rama.
"Nay, kenapa kamu masih di sini?"
"E aku.. aku cuma.. aku keluar dulu Mas" Nayra pun bergegas keluar dari kamar Rama.
Rama merasa aneh dengan sikap Nayra. Dia pun melihat ke arah foto pernikahannya dengan Nayra yang tergantung di dinding.
'Apa Nayra tadi melihat foto ini? Ah sudahlah.. aku harus cepat-cepat berangkat ke kantor sebelum terlambat'
Setelah sholat subuh dan memakai pakaian kerja, Rama pun keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Dia sudah membawa tas kerjanya. Rama pun menghampiri Nayra dan Kyara di meja makan.
"Nay, aku berangkat dulu ya!"
Rama mengecup kening Nayra kemudian mencium kedua pipi Kyara. Nayra kaget karena baru kali ini Rama mencium keningnya.
"Papa ke kantor dulu ya sayang ya!"
"Iya Pa"
"Mas, apa kamu nggak sarapan dulu?"
"Aku nggak sempat Nay. Aku harus ke kantor sekarang. Pagi ini aku ada meeting penting. Nanti aku akan menghubungimu. Assalamu'alaikum"
"Wa'akaikumsalam"
Rama pun bergegas keluar rumah. Nayra hanya menatap kepergian Rama tanpa berkedip.
'Kasihan Mas Rama. Dia berangkat ke kantor tanpa sarapan. Apa aku bawain makanan aja untuknya sekalian berangkat ke kampus?' gumam Nayra dalam hati.
__ADS_1
Setelah sarapan, Nayra pun menyiapkan makanan ke dalam kotak bekal.
"Bu Nayra, bibi kepo nih. Apa makanan itu untuk Pak Rama?" tanya Bi Surti yang sedang mencuci piring di dekat Nayra.
"Iya Bi" sahut Nayra sambil tersenyum.
"Waahh.. bibi seneng lihatnya. Bu Nayra sudah baikan sama Pak Rama"
Setelah siap, Nayra pun pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Kemudian Nayra berpamitan kepada Kyara yang sedang bermain bersama Mbak Santi di ruang keluarga.
"Kiya, Mama berangkat ke kampus dulu ya sayang ya!" seru Nayra kemudian mencium kedua pipi gadis kecil itu.
"Iya Ma. Cepet pulang ya Ma. Kiya mau main sama Mama"
"Iya sayang. Mbak Santi tolong jaga Kiya ya!"
"Iya Bu"
Nayra pun keluar rumah sambil membawa kotak makanan untuk Rama.
'Mudah-mudahan Mas Rama nggak marah kalau aku datang ke kantornya'
Selama ini Nayra memang belum pernah diajak Rama ke kantornya. Ini baru pertama kalinya Nayra ke sana. Kebetulan Nayra menyimpan selembar kartu nama Rama di dalam dompetnya. Nayra pun mencari alamat kantor Rama dengan kartu nama itu.
Setelah dicari, akhirnya Nayra menemukan alamatnya. Nayra pun memasuki pintu gerbang kantor itu dan memarkirkan mobilnya. Nayra pun turun dari mobil sambil membawa kotak bekal. Sejenak Nayra memandang gedung megah yang ada di depannya saat itu.
'Besar sekali kantor Mas Rama. Dulu Mbak Aisha juga bekerja di kantor sebesar ini. Mbak Aisha memang hebat. Aku salut sama dia' pikirnya.
Nayra pun berjalan memasuki lobby kantor dan menghampiri meja resepsionis. Setelah menanyakan dimana ruangan Rama, Nayra pun menuju lift dan menekan angka 13.
Sampai di lantai 13, Nayra pun memasuki kantor Rama. Semua staff menatap ke arah Nayra. Nayra jadi canggung.
"Emh.. maaf, saya mau tanya. Dimana ruang kerja Bapak Rama Putra Mahendra?" tanya Nayra kepada salah satu staff di sana.
"Maaf kalau boleh tau, Anda siapa ya?"
"Saya Nayra, istri Pak Rama"
"Apa meetingnya masih lama?"
"Maaf, saya kurang tau Bu"
Lalu tiba-tiba klien Rama keluar dari ruang kerja Rama.
"Sepertinya meetingnya sudah selesai Bu"
"Iya, kalau begitu saya permisi ya!"
"Iya Bu"
Nayra pun melangkah menuju ruang kerja Rama kemudian mengetuk pintu.
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk!" seru Rama dari dalam.
Nayra pun membuka pintu itu. Nayra terkejut karena ada seorang wanita cantik di ruang kerja Rama. Rama juga terkejut melihat Nayra datang ke kantornya. Rama pun langsung berdiri dari duduknya.
"Nayra!!" seru Rama.
"Assalamu'alaikum" ucap Nayra lirih.
"Wa'alaikumsalam"
Rama pun berjalan mendekati Nayra.
"Kenapa kamu bisa ada di sini Nay?"
__ADS_1
"Aku.. aku cuma mau mengantarkan makanan untuk Mas Rama. Mas Rama tadi kan belum sempat sarapan"
Nayra menyerahkan kotak bekal itu kepada Rama. Rama pun menyambutnya.
"Makasih Nay. Seharusnya kamu nggak perlu repot-repot"
"Apa aku mengganggumu?" Nayra melirik ke arah wanita cantik yang sedang duduk di depan meja kerja Rama.
"Enggak Nay. Kebetulan meetingnya juga sudah selesai"
Tiba-tiba wanita itu berdiri dan mendekati Rama dan Nayra sambil membawa file di tangannya.
"Emh.. Nay kenalkan ini Sofia, sekretarisku. Sofia, ini Nayra istriku"
Sejenak Nayra dan Sofia saling bertatapan sebelum berjabat tangan.
"Sofia" ucap wanita itu.
"Nayra"
"Istri Pak Rama cantik sekali. Dan kelihatannya masih sangat muda"
"Iya Sofia. Umur kami memang beda 11 tahun"
"Oohh.. pantesan.."
"Nay apa hari ini kamu nggak ada kuliah?"
"Ada Mas. Setelah ini aku mau langsung ke kampus"
"Ternyata Bu Nayra ini masih kuliah?"
Entah kenapa Nayra tidak menyukai wanita yang ada di depannya saat itu. Nayra hanya diam saja sambil menatap wanita itu dengan tajam.
"Mas kalau begitu aku ke kampus dulu"
"Iya Nay. Hati-hati ya! Makasih untuk makanannya. Aku akan menghabiskannya.."
"Iya Mas. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Nayra pun pergi meninggalkan Rama dan wanita itu.
'Pantesan aja selama ini Mas Rama betah banget di kantor. Rupanya dia punya sekretaris yang sangat cantik' gumam Nayra dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.................
__ADS_1
Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa!!!
Terima kasih... ๐