
Tap.. Tap.. Tap..
Nayra melangkah memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Dia ingin segera bertemu dengan Rama dan menceritakan semuanya kepadanya.
Sampai di dalam, Nayra terkejut karena Rama sudah berdiri tegak menunggunya. Rama melipat kedua tangannya di atas perut sambil menatap Nayra dengan tajam.
Jantung Nayra berdebar-debar. Dia pun perlahan menghampiri Rama dengan sedikit takut.
"Assalamu'alaikum Mas"
"Wa'alaikumsalam. Sudah jam berapa ini? Kenapa kamu baru pulang? Bukankah tadi aku menyuruhmu untuk segera pulang? Kenapa kamu nggak mau mendengarkan suami kamu Nay?" seru Rama dengan meninggikan suaranya. Dia terlihat sangat marah.
"Ma.. maafin aku Mas. Tapi aku harus menemui Mas Adit. Kamu harus tau Mas, ternyata Alina hanya salah paham"
"Apa maksud kamu?"
"Perempuan yang dilihat Alina kemarin ternyata adalah saudara sepupunya Mas Adit, namanya Silvi. Tadi aku sudah bertemu dengannya.."
"Ternyata selama ini Mas Adit masih mencintai Alina, Mas. Mereka masih saling mencintai. Alina nggak boleh menikah dengan laki-laki lain, Mas! Kita harus mencegah pertunangan itu!"
"Apa hak kita untuk mencegah pertunangan itu? Semua keputusan ada di tangan Alina. Biar dia yang menentukan jalan hidupnya sendiri! Kita nggak usah ikut campur!"
"Tapi Mas.."
"Sekarang bersiaplah! Kita berangkat ke Bogor sekarang! Gara-gara kamu kita bisa terlambat"
Nayra melirik ke arah jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Mereka pun berangkat ke Bogor. Mbak Santi ikut bersama mereka untuk menjaga Kyara dan Daniel, sementara Mang Dudung dan Bi Surti tetap tinggal untuk menjaga rumah.
***
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Pak Samsul, Bu Maya dan Alina menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.
"Rama, Nayra, kenapa jam segini kalian baru sampai? Sebentar lagi Bu Ayu dan Nak Ivan akan datang" tanya Bu Maya.
"Maaf Ma, tadi jalanan macet" sahut Rama berbohong.
"Alina, aku harus bicara sesuatu yang penting sama kamu" kata Nayra setengah berbisik ke telinga Alina.
"Ada apa Kak ipar?" tanya Alina dengan penasaran.
Belum sempat Nayra bicara, tiba-tiba saja tamu yang ditunggu-tunggu pun datang. Bu Ayu dan Ivan turun dari mobil kemudian berjalan memasuki rumah.
"Assalamu'alaikum" ucap Bu Ayu dan Ivan seraya menepiskan senyumnya.
"Wa'alaikumsalam"
Pak Samsul dan Bu Maya pun menyambut kedatangan mereka. Lalu Bu Maya memperkenalkan Bu Ayu dan Ivan kepada Rama dan Nayra. Setelah itu mereka pun duduk berkumpul di ruang tamu.
"Karena semuanya sudah berkumpul, lebih baik kita mulai saja acara pertunangannya" tutur Pak Samsul.
"Baik Om" sahut Ivan.
"Tunggu sebentar! Aku ingin menunjukkan sesuatu pada Alina sebelum dia bertunangan dengan Mas Ivan" seru Nayra.
"Menunjukkan apa Kak ipar?" tanya Alina semakin penasaran. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Alina, kamu harus lihat ini dulu!" Nayra pun mengambil remote control lalu menyalakan televisi.
__ADS_1
Jam menunjukkan tepat pukul dua belas siang. Di TV ada tayangan live talkshow yang dibawakan oleh seorang host ternama.
"Selamat siang pemirsa, hari ini kita kedatangan bintang tamu spesial, yaitu seorang arsitek asal Jogja yang tengah naik daun. Mari kita sambut, Mas Aditya Kusuma Wardhana" seru host tersebut.
Aditya pun muncul lalu duduk di sebelah host tersebut.
Deg!
Jantung Alina berdegup kencang saat melihat Aditya muncul di layar televisi. Alina tersentak kaget. Begitu juga dengan Rama, Pak Samsul dan Bu Maya.
"Bukankah itu Aditya?" tanya Bu Maya.
"Iya Ma" sahut Nayra.
"Siapa itu Aditya?" tanya Ivan yang tidak tau apa-apa.
"Aditya adalah mantan tunangan Alina Mas" sahut Nayra.
"Apa? Jadi Alina sudah pernah bertunangan sebelumnya?" Ivan terkejut. Begitu juga dengan Bu Ayu.
"Iya Mas"
Mereka semua pun fokus memperhatikan layar televisi.
"...Mas Aditya, dengar-dengar Mas Aditya sudah berhasil membangun rumah impian Mas Aditya. Dan rumah itu pernah muncul di salah satu majalah arsitektur karena desainnya yang sangat unik dan menarik. Boleh ceritakan sedikit tentang rumah itu Mas?" tanya host tersebut.
"Rumah itu adalah rumah impian saya sejak dulu. Saya yang mendesain sendiri rumah itu. Dan saya membangunnya dengan hasil keringat saya sendiri.."
"Setelah menikah nanti, saya ingin menempati rumah itu bersama dengan istri dan anak-anak kami nantinya. Itulah impian terbesar saya selama ini"
"Wah beruntung sekali perempuan yang akan menjadi istri Mas Aditya. Boleh ceritakan sedikit tentang perempuan itu Mas?"
"Lalu kapan kalian berdua akan menikah?"
"Dulu kami sempat bertunangan. Tapi pertunangan itu putus karena kesalahan saya. Saya benar-benar sangat menyesal. Saya menyesal telah menyakiti hatinya. Saya baru sadar betapa saya mencintainya setelah dia pergi meninggalkan saya.."
"Memangnya dia pergi kemana Mas?"
"Dia pergi melanjutkan S2-nya di Amerika. Selama dua tahun ini, saya selalu setia menunggunya. Saya akan menunggunya sampai kapan pun itu"
"Wah.. so sweet banget Mas. Semoga kalian berdua bisa dipersatukan kembali dan segera menikah"
"Aamiin"
"Kalau boleh tau siapa nama perempuan itu Mas?"
"Namanya Alina. Alina Putri Mahendra"
Deg!
Jantung Alina serasa mau lepas. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
'Ternyata Mas Adit masih menungguku.. ternyata dia masih mencintaiku..' gumam Alina dalam hati.
Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang jatuh dari pelupuk mata Alina.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
Tiba-tiba saja Aditya sudah berdiri di ambang pintu. Semua mata tertuju ke arahnya.
"Wa'alaikumsalam" sahut semuanya dengan terkejut karena Aditya datang bersama crew TV.
"Mas Adit" seru Alina.
Aditya pun berjalan perlahan menghampiri Alina. Cameraman mengikutinya dari belakang.
"Alina, aku sangat mencintaimu. Aku mohon berilah aku kesempatan kedua! Aku berjanji aku akan menebus semua kesalahanku dan membuatmu bahagia"
Aditya pun mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya lalu bertekuk lutut di hadapan Alina. Aditya pun membuka kotak cincin itu.
"Alina, ijinkan aku melamarmu sekali lagi! Maukah kau menikah denganku? Maukah kau menemaniku di sisa umurku dan menjadi ibu dari anak-anakku?"
Alina tersentak kaget. Dia pun menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Air matanya kian deras mengalir membasahi kedua pipinya. Alina begitu terharu melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat itu.
"Alina, kalau kamu masih mencintai Aditya, aku rela kamu kembali padanya. Sepertinya Aditya sangat mencintaimu" seru Ivan.
"Mas Ivan, Alin minta maaf Mas"
"Nggak pa pa Alina. Aku juga tidak ingin menikahi perempuan yang mencintai laki-laki lain"
"Terima kasih Mas"
Alina pun menatap Pak Samsul dan Bu Maya seolah meminta restu dari mereka. Pak Samsul dan Bu Maya pun menganggukkan kepala. Kemudian Alina menatap Rama. Rama juga menganggukkan kepalanya. Alina tersenyum lega karena sudah mendapatkan restu dari keluarganya.
Alina pun berdiri lalu memberikan jawaban kepada Aditya.
"Aku mau menikah denganmu Mas. Aku mau menghabiskan sisa umurku bersamamu dan menjadi ibu dari anak-anakmu"
"Alhamdulillah ya Allah.." Aditya tersenyum senang. Dia pun berdiri lalu memakaikan cincin itu di jari manis Alina.
Plok.. Plok.. Plok...
Semua orang pun berdiri lalu memberikan tepuk tangan dengan meriah. Mereka begitu terharu sampai menitikkan air mata.
Akhirnya Aditya dan Alina telah resmi bertunangan lagi dengan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka berdua sangat bahagia. Akhirnya mereka dipersatukan kembali setelah melalui berbagai macam rintangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................
Jangan lupa LIKE, komentar dan VOTE yg banyak ya setelah membaca! Makasii.. ๐