
"Pak, Bu, CTG menunjukkan kalau denyut jantung bayi Ibu sangat lemah" kata dokter.
Rama, Nayra dan Bu Aini sangat syok mendengar ucapan dokter.
"Oleh sebab itu, bayi dalam kandungan Ibu harus dikeluarkan secepatnya melalui operasi caesar" lanjut dokter.
"Tolong lakukan apa saja untuk menyelamatkan bayi kami Dok!" sahut Rama.
"Baik Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau begitu saya permisi dulu"
"Terima kasih Dok"
"Mas, aku takut sekali" ucap Nayra sambil menitikkan air mata.
Rama menggenggam tangan Nayra untuk memberinya kekuatan.
"Kamu nggak usah takut sayang! Semuanya akan baik-baik saja. Bayi kita nggak akan kenapa-kenapa, okey?"
Nayra mengangguk.
Dalam hati Rama sebenarnya juga sangat takut. Dia takut kalau peristiwa yang menimpa Aisha dulu akan terulang kembali pada Nayra atau bayinya.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Semua peralatan untuk operasi sudah dipersiapkan. Nayra pun dipindahkan ke ruang operasi. Ada beberapa dokter dan suster yang akan menanganinya.
Rama dan Bu Aini diminta menunggu di luar. Dalam hati tidak henti-hentinya mereka memanjatkan doa demi keselamatan Nayra dan bayi dalam kandungannya.
'Ya Allah.. tolong selamatkanlah Nayra dan bayi kami! Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi pada mereka! Aku mohon! Aku nggak akan sanggup jika harus kehilangan mereka' doa Rama dalam hati.
Menit demi menit pun berlalu. Rama dan Bu Aini menunggu dengan sangat cemas di depan ruang operasi.
"Oh ya Nak Rama, apa kamu sudah mengabari orang tua kamu?" tanya Bu Aini.
"Sudah Bu. Insya Allah mereka besok pagi ke sini"
Bu Aini mengangguk.
*Di ruang operasi
Sebelum operasi dilakukan, Nayra diajak ngobrol sama dokter anestesi biar tidak tegang. Setelah itu, dokter anestesi pun menyuntikkan obat bius (anestesi spinal atau epidural) pada punggung bagian bawah Nayra. Nayra menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit.
Teknik pembiusan ini hanya menimbulkan mati rasa pada bagian bawah tubuhnya dan Nayra masih sadar selama operasi berlangsung.
Setelah itu, Nayra direbahkan pada meja operasi dengan posisi kepala sedikit dinaikkan. Lalu petugas memasang tirai di atas dada Nayra untuk memisahkan tangan dan pandangan Nayra dari area operasi yang steril.
Dag.. Dig.. Dug..
Jantung Nayra berdebar tidak karuan. Tapi dia berusaha tetap tenang. Dalam hati dia berdoa,
'Bismillah.. ya Allah aku pasrahkan semuanya kepada-Mu. Aku berharap bayiku akan lahir dengan sehat dan selamat. Aamiin'
Operasi pun dimulai. Dokter membuat sayatan demi sayatan sepanjang 10 sampai 20 centimeter pada perut dan rahim Nayra. Sayatan dibuat horizontal sedikit di bawah garis pinggang.
Bayi akan dikeluarkan melalui sayatan yang dibuat. Proses ini biasanya memakan waktu 5 hingga 10 menit. Pada proses ini, Nayra merasakan perutnya seperti ditarik-tarik.
Tak lama kemudian...
__ADS_1
"Ooeeekkk.. Ooeekkk..."
Bayi itu pun lahir ke dunia dengan selamat. Nayra begitu terharu mendengar suara tangisan bayinya yang begitu kencang.
"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Nayra dengan mata yang berkaca-kaca.
"Selamat ya Bu, bayi Anda laki-laki" kata suster sambil menunjukkan bayi itu kepada Nayra.
Tanpa terasa ada butiran kristal bening yang mengalir dari sudut mata Nayra waktu pertama kali dia melihat bayinya.
'Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengabulkan doaku. Engkau memberiku seorang bayi laki-laki yang sangat tampan' gumamnya dalam hati.
Suster pun membawa bayi itu ke ruang observasi.
Dokter kemudian mengeluarkan plasenta dari rahim Nayra, dan memberikan injeksi hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim sehingga perdarahan akan berkurang dan akhirnya berhenti sepenuhnya. Dokter pun menutup sayatan pada rahim dan perut Nayra dengan jahitan. Seluruh prosedur operasi caesar ini umumnya akan membutuhkan waktu 40 hingga 50 menit.
Suster keluar untuk memanggil Rama.
"Ayah bayi?" seru suster.
Rama pun segera berdiri menghampiri suster. Disusul oleh Bu Aini.
"Iya, saya Sus"
"Bayi Bapak sudah lahir. Selamat ya Pak, bayi Anda laki-laki"
"Alhamdulillah ya Allah.." Rama dan Bu Aini menengadahkan tangannya ke atas mengucap syukur.
"Lalu istri saya gimana Sus?"
"Alhamdulillah" ucap Rama dan Bu Aini lega.
Suster pun mengajak Rama masuk untuk melihat bayinya. Rama pun langsung menggendong dan mencium kedua pipi bayinya. Kemudian dia mengumandangkan adzan di telinga kanan bayinya.
"Ini papa sayang. Alhamdulillah kamu lahir dengan selamat" Rama mencium kening bayinya.
"Oya Suster, berapa berat badannya?"
"3,7 kilo gram Pak"
Setelah itu, suster membawa bayi itu kembali ke ruang operasi. Suster meletakkan bayi itu di atas dada Nayra untuk disusui. Nayra pun melakukan IMD pada bayinya. Bayi itu pun menyusu dengan kuat di payudara Nayra.
'Masya Allah.. rasanya sungguh luar biasa.. rasanya sungguh nggak bisa digantikan dengan apa pun' gumam Nayra sampai menitikkan air mata saking terharunya.
Beberapa menit kemudian, suster pun mengambil kembali bayi itu dan membawanya ke ruang observasi. Sementara Nayra dipindahkan ke ruang pemulihan.
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari ketika Nayra dipindahkan ke ruang rawatnya. Rama dan Bu Aini pun menemani Nayra.
"Sayang? Bagaimana keadaanmu?" tanya Rama seraya menggenggam tangan istrinya.
"Aku baik-baik saja Mas?"
"Apa nggak sakit?"
__ADS_1
"Sakit sih.. tapi rasa sakit itu sudah terbayar dengan kelahiran bayi kita. Aku sangat bahagia Mas"
"Aku juga sayang. Terima kasih ya.. Terima kasih kamu sudah melahirkan bayi laki-laki untuk ku"
"Sama-sama Mas"
Rama mengecup kening Nayra.
***
Keesokan harinya...
Pak Samsul dan Bu Maya tiba di rumah sakit. Mereka pun langsung menuju ke ruang rawat Nayra. Kebetulan bayi Nayra baru saja dimandikan dan diantar oleh suster ke ruang rawat Nayra.
Bu Maya pun langsung menggendong dan menciumi kedua pipi cucunya itu. Sementara Pak Samsul membelai lembut rambutnya yang hitam dan lebat.
"Gantengnya cucu Oma. Oh ya Rama, siapa namanya?" tanya Bu Maya.
"Namanya Daniel Ma. Daniel Putra Mahendra"
"Nama yang sangat bagus"
"Daniel dalam Islam artinya cerdas dan pintar. Semoga kelak dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar" Nayra menimpali.
"Aamiin" sahut semuanya.
"Nayra, terima kasih ya sayang? Kamu sudah memberikan Mama cucu laki-laki yang sangat tampan. Mama sangat bahagia"
"Iya Ma"
Bu Maya senang sekali mendapatkan cucu laki-laki yang dia idam-idamkan selama ini. Begitu juga dengan Pak Samsul dan Bu Aini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
Tolong dukung penulis dengan memberikan vote, like dan komentar juga ya! Makasii.. ๐
__ADS_1