
Aditya masih memegang kedua pundak Nayra dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam. Ada genangan kristal bening di pelupuk mata Aditya yang sebentar lagi akan jatuh. Sementara Nayra hanya menundukkan wajahnya. Dia sama sekali tidak berani membalas tatapan Aditya.
"Nayra, aku sangat mencintaimu Nay. Bahkan sampai detik ini. Nggak ada satu hari pun aku lalui tanpa memikirkanmu Nay.. tapi kenapa kau tega menghianatiku? Kenapa?"
Butiran kristal bening itu akhirnya jatuh membasahi kedua pipi Aditya.
"Maafin aku Mas.. aku sudah menghianatimu. Aku sudah nggak setia sama kamu. Tapi semua itu ada sebabnya Mas"
"Apa sebabnya Nay? Katakanlah!"
Nayra pun mengangkat wajahnya dan menatap dalam mata Aditya.
"Apa Mas Adit tau siapa laki-laki yang menikah denganku?"
"Siapa Nay?"
"Dia adalah Mas Rama, suami Mbak Aisha"
"Apa?? Bagaimana mungkin??"
"Mbak Aisha meninggal tidak lama setelah melahirkan Kyara Mas"
"Apa?? Innalillahi wa innailaihi roji'un"
"Dan sebelum meninggal Mbak Aisha berpesan sama aku untuk menjadi ibu sambung untuk Kyara. Mbak Aisha juga menyuruh Mas Rama untuk menikahiku Mas. Waktu itu kami berdua nggak punya pilihan lain selain menyetujuinya"
"Lalu kenapa kamu nggak ngasih tau aku sejak awal Nay? Kenapa kau meninggalkanku tanpa alasan?"
"Aku minta maaf Mas. Aku nggak berani jujur sama kamu. Aku nggak tega melukaimu Mas.."
"Aku lebih terluka karena baru tau sekarang Nay. Seandainya kamu jujur sama aku sejak awal, mungkin lukaku sekarang sudah sembuh Nay.."
"Selama dua tahun ini aku terus mencarimu seperti orang gila Nay. Aku ingin minta penjelasan darimu. Tapi aku selalu pulang dengan hampa karena aku nggak berhasil menemukanmu... kenapa kau tega membuatku menderita seperti ini Nay? Kenapa?"
"Selama ini aku juga menderita Mas. Aku menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai dan mencintaiku. Dua tahun aku menjadi istri Mas Rama, tapi selama ini Mas Rama masih belum bisa melupakan Mbak Aisha. Mas Rama sama sekali nggak pernah menganggapku sebagai istrinya Mas. Baginya aku hanyalah ibu sambungnya Kyara. Selama ini aku mencoba bersabar dan bertahan. Tapi sekarang aku sudah nggak kuat lagi Mas. Aku juga ingin mencintai dan dicintai. Lalu aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya..."
"Apa selama ini suamimu belum pernah menyentuhmu Nay?"
Nayra terkejut karena Aditya menanyakan hal itu.
"Jawab aku Nay! Apa dia belum pernah menyentuhmu?"
Nayra hanya menggelengkan kepalanya. Aditya lega. Dia pun menggenggam kedua tangan Nayra.
"Kalau begitu ceraikan saja dia Nay! Lalu kembalilah padaku! Aku akan menikahimu"
Nayra hanya membisu sambil menatap Aditya. Dia tidak tau harus menjawab apa. Dia bingung.
Kriiiiinggg... Kriiiiiinggg....
Tiba-tiba ponsel Nayra berbunyi. Dia pun mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Ternyata Bu Aini yang menelponnya.
"Maaf Mas, ibuku menelfon"
Nayra pun menjawabnya.
Nayra : "Iya Bu"
__ADS_1
Aini : "Kamu dimana Nay? Cepatlah pulang! Suamimu datang menjemputmu"
Nayra : "Apa?? Mas Rama datang menjemputku??"
Aini : "Iya Nay. Sama Kyara juga. Kyara sakit Nay. Cepatlah pulang!"
Nayra : "Kiya sakit?? Baiklah Bu, Nayra pulang sekarang"
Nayra pun menutup telponnya.
"Maaf Mas, aku harus pulang sekarang"
"Apa kamu akan kembali sama suamimu Nay?"
"Aku nggak tau Mas. Maaf aku harus pergi. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Nayra pun bergegas pulang ke rumah dan meninggalkan Aditya sendirian di sana. Aditya hanya bisa menatap kepergian Nayra.
'Aku akan berusaha untuk mendapatkanmu kembali Nay. Aku janji' gumam Aditya dalam hati.
***
Nayra seolah tidak percaya kalau Rama datang untuk menjemputnya. Nayra pun mempercepat langkahnya agar cepat sampai di rumah. Jantung Nayra berdebar-debar karena sebentar lagi dia akan bertemu lagi dengan Rama.
Nayra menghentikan langkahnya begitu sampai di depan pintu. Nayra melihat Rama, Kyara, Mbak Santi dan Mang Dudung sedang duduk di kursi tamu bersama ibunya. Mereka pun menoleh ke arah Nayra. Rama merasa lega setelah melihat Nayra.
'Akhirnya aku bisa melihatmu lagi Nay' batin Rama.
"Wa'alaikumsalam"
"Mamaaa...." teriak Kyara begitu melihat Nayra.
Kyara pun turun dari pangkuan Bu Aini dan berlari menghampiri Nayra. Nayra pun langsung menggendong Kyara dan menciumi kedua pipinya.
"Sayang.. Mama kangen sekali sama kamu. Kamu baik-baik saja kan? Kamu nggak sakit kan sayang?"
"Mungkin Kyara sudah sembuh setelah ketemu sama kamu Nay. Semalam badannya panas sekali. Dan aku langsung membawanya ke rumah sakit" Rama menimpali.
"Iya Bu Nayra. Kemarin Non Kyara terus saja nanyain Bu Nayra. Kami sampai bingung harus menjawab apa" imbuh Mbak Santi.
"Maafin Mama sayang..." Nayra mencium pipi Kyara lagi.
"Kalau begitu kalian sarapan dulu. Kalian pasti belum sarapan kan?" tanya Bu Aini.
"Kalian duluan saja Bu. Aku ingin bicara sebentar sama Nayra" sahut Rama.
"Baiklah. Kyara ikut Oma dulu ya! Kita makan dulu"
Nayra pun menyerahkan Kyara kepada Bu Aini. Kemudian Bu Aini membawa Kyara, Mbak Santi dan Mang Dudung ke restorannya untuk sarapan.
Sekarang hanya tinggal Rama dan Nayra di ruangan itu. Nayra pun duduk kemudian menundukkan wajahnya. Nayra tidak mau menatap Rama. Dia masih sakit hati mengingat kejadian malam itu. Mereka berdua sejenak terdiam. Seketika ruangan itu terasa sunyi. Kemudian Rama mulai membuka suaranya.
"Nayra.."
Nayra masih enggan mengangkat wajahnya.
__ADS_1
"Apa kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf Nay"
Nayra tidak menyahut.
"Beri aku satu kesempatan lagi Nay. Aku akan berusaha memperbaiki semua kesalahanku selama ini. Aku akan melupakan Aisha dan belajar mencintaimu.."
Deg!
Nayra terkejut mendengar ucapan Rama.
'Apa aku nggak salah dengar? Mas Rama akan melupakan Mbak Aisha dan belajar mencintaiku?'
Karena sejak tadi Nayra hanya diam saja, Rama pun menghampiri Nayra kemudian duduk di sampingnya. Rama meraih tangan Nayra kemudian menggenggamnya erat. Nayra terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Baru kali ini Rama menggenggam tangannya. Nayra pun mengangkat wajahnya kemudian menatap Rama. Seketika pandangan mereka saling bertautan.
"Aku mohon pulanglah bersamaku Nay! Beri aku satu kesempatan lagi! Aku dan Kyara sangat membutuhkanmu. Jangan pernah tinggalkan kami!"
Mata Nayra mulai berkaca-kaca.
"Mari kita mulai semuanya dari awal Nay! Kamu mau kan? Aku janji aku nggak akan membuatmu menangis lagi. Aku nggak akan menyakitimu lagi. Aku nggak akan membiarkanmu menungguku lagi. Jika aku terlambat pulang, aku akan menghubungimu"
"Kenapa baru sekarang kamu mengatakannya Mas? Sudah dua tahun aku menunggumu. Kenapa di saat aku mulai putus asa kamu baru mengatakan semua itu?"
"Aku benar-benar minta maaf Nay.. Aku memang laki-laki yang bodoh! Di saat kamu pergi, aku baru sadar kalau ternyata aku sangat membutuhkanmu. Aku nggak bisa kehilanganmu Nay. Aku mohon kembalilah padaku!"
Nayra tidak tau harus menjawab apa. Nayra benar-benar bingung. Selama dua tahun ini Nayra merasa kesepian. Tapi hari ini ada dua laki-laki yang datang dan menginginkannya untuk kembali bersamanya.
'Kenapa Tuhan sengaja mempermainkanku? Sekarang apa yang harus ku lakukan??' gumam Nayra dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....................
Menurut kalian siapa yang harus Nayra pilih gaesss...?? Silahkan tulis jawaban kalian di kolom komentar!!
Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yaw!!
Ranking saat ini #28 😥
Mohon dukungannya ya!!!
__ADS_1