
Cinta karena cinta..
Tak perlu kau tanyakan,
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta...
Cinta karena cinta..
Jangan tanyakan mengapa!
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara...
Ponsel Nayra berbunyi nyaring. Nayra memasang lagu "Cinta Karena Cinta" yang dibawakan oleh penyanyi favoritnya, Judika sebagai nada deringnya. Nayra pun bergegas meraih ponselnya yang ia letakkan di atas kabinet. Nayra tersenyum begitu melihat nama "Rama" tertulis di layar ponselnya. Nayra segera menjawab panggilan dari Rama.
Nayra : "Assalamu'alaikum Mas"
Rama : "Wa'alaikumsalam. Nay, hari ini aku akan pulang terlambat. Aku harus lembur karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan"
Nayra : "Lembur? Trus Mas Rama nanti pulang jam berapa?"
Rama : "Aku belum tau Nay. Mungkin malam ini aku nggak makan malam di rumah. Kamu tidur saja, jangan menungguku! Jangan tidur di meja makan lagi!"
Nayra : "Apa Mas Rama lembur sama sekretaris Mas itu?"
Rama : "Iya. Memangnya kenapa Nay?"
Nayra : "Emh.. nggak pa pa Mas. Ya udah aku nggak akan menunggumu"
Rama : "Ya udah Nay, kalau gitu aku tutup telponnya dulu. Assalamu'alaikum"
Nayra : "Wa'alaikumsalam"
'Jadi Mas Rama lembur sama si Sofia itu? Apa mereka juga makan malam bersama?' gumam Nayra dalam hati.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi Rama belum juga pulang. Nayra dari tadi mondar-mandir di teras rumah menunggu kepulangan Rama. Nayra gelisah. Dia membayangkan kalau Rama dan Sofia sedang asyik berduaan di kantor.
'Sebenarnya apa yang Mas Rama kerjakan di kantor? Kenapa sampai sekarang dia belum pulang juga?' gumam Nayra dalam hati.
Nayra mondar-mandir sambil memegang ponselnya. Tadinya Nayra berniat menghubungi Rama, tapi dia mengurungkan niatnya itu. Dia takut mengganggu Rama.
Tiba-tiba Mang Dudung datang dan menyapanya.
"Bu Nayra ngapain mondar-mandir di sini Bu? Apa Bu Nayra lagi nungguin Pak Rama?"
"Iya.. eh enggak Mang. Saya cuma.. saya lagi cari angin.. hehe"
"Emh.. Memangnya Mang Dudung habis dari mana?" Nayra mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Saya habis dari warung Bu. Beli minyak angin"
"Oohh.."
"Ya sudah Bu, kalau gitu saya permisi masuk dulu"
"Iya Mang"
Menit demi menit pun berlalu, Nayra mulai bosan menunggu. Akhirnya dia masuk ke dalam rumah. Nayra pun membaringkan tubuhnya di sofa sambil memainkan ponselnya.
'Sudah jam sepuluh. Kenapa Mas Rama belum pulang juga sih?'
Akhirnya Nayra memutuskan untuk menghubungi Rama.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area..." (suara operator)
'Kenapa HP Mas Rama nggak aktif?'
__ADS_1
Nayra semakin gelisah. Dia pun berdoa kepada Tuhan,
"Ya Allah.. lindungilah Mas Rama dimana pun dia berada. Jangan biarkan hal buruk terjadi padanya.. Aamiin"
Nayra pun berdiri lalu mondar-mandir lagi di ruang tamu. Kebetulan yang lain sudah pada tidur. Beberapa saat kemudian terdengar suara mesin mobil.
'Itu pasti Mas Rama' pikir Nayra.
Nayra pun bergegas membukakan pintu.
Ceklek!
Nayra terkejut saat melihat Rama yang baru keluar dari mobil dengan muka babak belur. Nayra pun bergegas menghampiri Rama.
"Mas Rama kenapa Mas? Kenapa muka Mas Rama babak belur begini?" tanya Nayra dengan cemas.
"Tadi ada segerombolan preman yang mencoba merampok ku Nay"
"Apa?? Preman??"
"Iya Nay"
Nayra pun memapah Rama masuk ke dalam rumah lalu mendudukkannya di sofa.
"Sebentar Mas, aku ambilkan kotak obat dulu"
Nayra bergegas mengambil kotak P3K dan segelas air putih. Setelah itu dia pun duduk di samping Rama.
"Minum dulu Mas"
Nayra menyerahkan segelas air itu kepada Rama. Rama pun langsung meminumnya. Setelah itu Nayra mengobati luka di wajah Rama.
"Ahh.. sakit Nay, pelan-pelan"
"Iya Mas"
"Emh.. Kenapa Mas Rama tadi bisa dirampok Mas? Gimana ceritanya?" Nayra mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tadi.. di tengah perjalanan mobilku bannya kempes Nay. Lalu aku mencoba mengganti bannya. Tiba-tiba saja ada segerombolan preman datang. Mereka berniat merampok mobilku. Lalu aku berusaha melawan mereka. Karena jumlah mereka terlalu banyak, aku pun kalah lalu mereka memukuliku habis-habisan. Untung saja waktu itu ada seorang pria yang datang menolongku. Dia menghajar preman-preman itu sampai semuanya tumbang. Sepertinya dia memang jago bela diri"
"Alhamdulillah.. berarti Allah masih melindungimu Mas"
"Aku nggak tau bagaimana nasibku kalau pria itu nggak datang menolongku tepat pada waktunya. Mungkin.. aku sudah mati"
"Stop Mas! Jangan bicara seperti itu!" Nayra meletakkan jari telunjuknya di bibir Rama.
Seketika mereka berdua saling bertatapan. Kemudian Rama menggenggam kedua tangan Nayra.
"Nay, apa kau sangat mengkhawatirkan ku?"
Jantung Nayra berdebar-debar. Nayra tidak tau harus menjawab apa. Dia malu mengakui perasaannya. Dia hanya diam saja sambil menundukkan wajahnya. Rama pun mengangkat dagu Nayra.
"Jawab aku Nay! Apa kau sangat mengkhawatirkanku?"
"Ehm.. udah malam Mas. Sebaiknya Mas Rama tidur. Aku juga udah ngantuk. Biar aku bantu Mas Rama ke kamar"
Nayra pun membantu Rama berdiri lalu memapahnya naik ke lantai atas menuju kamarnya.
'Kenapa kau selalu saja menghindari pertanyaanku Nay?' batin Rama.
Sampai di kamar, Nayra membantu Rama melepas jas, dasi dan sepatunya kemudian membantunya berbaring di tempat tidur. Kemudian Nayra menarik selimut hingga menutupi separuh badan Rama.
"Makasih Nay"
"Sama-sama Mas"
__ADS_1
"Emh.. Apa Mas Rama sudah makan?"
"Sudah"
"Sama siapa? Emh.. maksudku makan malam dimana?"
"Di restoran dekat kantor"
"Sama Sofia?"
"Iya"
'Sudah kuduga.. pasti Mas Rama makan malam romantis sama si Sofia itu' pikir Nayra.
"Apa kalian hanya berdua saja?"
"Enggak. Sama staff yang lainnya juga" Rama merasa aneh dengan pertanyaan Nayra.
"Kenapa kau tanyakan itu Nay? Apa kau pikir aku makan berdua saja dengan Sofia? Apa kau cemburu?"
"Hah? Cemburu? Yang benar saja Mas. Untuk apa aku cemburu?"
Nayra jadi salah tingkah. Rama tersenyum melihat reaksi Nayra.
"Kamu nggak usah ngelak lagi Nay. Kamu pasti cemburu kan sama Sofia?"
"Apaan sih Mas. Sudahlah, aku ke kamarku dulu. Mas Rama istirahatlah"
Nayra hendak melangkah pergi. Tapi Rama dengan sigap menarik lengan Nayra hingga Nayra jatuh terduduk di tepi tempat tidur. Nayra kaget.
"Ada apa Mas?"
"Nay, kamu nggak usah cemburu sama Sofia. Aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa selain hubungan kerja. Kamu tenang saja.."
"Aku kan sudah bilang kalau aku nggak cemburu Mas"
Rama tersenyum lagi.
"Sudahlah Mas. Aku ngantuk. Aku ke kamarku dulu"
Nayra pun berdiri lalu keluar dari kamar Rama.
'Aku senang kalau kamu cemburu Nay. Itu tandanya kamu benar-benar mencintaiku' Rama pun memejamkan matanya sambil tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.........................
__ADS_1
Minta dukungan LIKE dan VOTE nya yaa..!!! ππ
Ranking terkini #23