Pengorbanan Nayra

Pengorbanan Nayra
Belajar Masak


__ADS_3

Keesokan paginya..


Alina membuka mata saat dia mendengar suara adzan Subuh. Dia pun memaksa tubuhnya untuk bangun dan beranjak dari tempat tidurnya. Setelah itu dia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat subuh.


Selesai sholat, Alina keluar kamar lalu menuju ke dapur. Dia berniat ingin membantu Bi Surti menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Bi Surti"


"Eh selamat pagi Non Alina, tumben Non Alina jam segini sudah bangun?"


"Aku sengaja bangun pagi karena mau bantuin Bi Surti masak"


"Hah?? Non Alina mau bantuin Bibi masak?" Bi Surti seolah tidak percaya kalau Alina mau membantunya memasak. Karena biasanya Alina tidak pernah sekalipun menyentuh dapur.


"Hari ini aku mau belajar masak Bi.. Tolong ajarin aku masak ya Bi! Aku mau bikin makanan yang spesial buat seseorang"


"Siap Non! Apa Non Alina mau masak buat pacar Non?" Bi Surti kepo.


"Bukan Bi. Aku kan nggak punya pacar. Aku mau masak buat temanku"


"Pasti temannya laki-laki?"


"Iya Bi. Bibi tau aja sih" Alina tertawa kecil.


Lalu mereka pun mulai memasak bersama. Bi Surti mengajari Alina menyiapkan bahan-bahan dan meracik bumbu. Alina memperhatikan setiap penjelasan Bi Surti dengan seksama. Alina kelihatan bersemangat sekali. Dia betul-betul ingin belajar memasak. Selama ini dia belum pernah sekalipun menyentuh dapur karena di rumahnya sudah ada dua orang pembantu yang menyiapkan semua kebutuhannya.


"Waahh.. ada angin apa ini? Tumben kamu masak Alina?" tanya Nayra yang tiba-tiba muncul.


"Eh Kakak ipar sudah bangun. Iya nih Kak, aku lagi pengen belajar masak.. hehe"


"Katanya Non Alina mau bikin masakan yang spesial buat temannya Bu" Bi Surti menimpali.


Nayra mengerutkan alisnya.


"Temannya? Siapa Alina?"

__ADS_1


"Ada deeehh.. Mau tau aja sih Kak"


"Jangan bilang kalau kamu mau masak buat Mas Adit!"


Alina terkejut.


"Memangnya kenapa Kak?"


"Oh my God! Jadi beneran buat Mas Adit? Apa kalian berdua sudah jadian?" tanya Nayra dengan penasaran.


"Jadian apaan sih Kak. Aku sama Mas Aditya cuma temenan kok"


"Trus kenapa kamu mau bikin masakan yang spesial buat dia?"


"Jadi gini Kak, kemarin waktu aku nonton film aku tuh sampai nangis, soalnya filmnya itu sediiihh banget. Trus aku dipinjemi sapu tangan sama Mas Aditya. Jadi nanti rencananya sebelum balik ke Bogor aku mau mampir sebentar ke kantornya buat balikin sapu tangan itu. Ya sekalian aja aku bawain dia makan siang"


"Oohh.. Ya udah kalau kamu yang masak, aku balik ke kamar ya! Aku mau urus Kyara"


"Iya Kak"


Setelah masakanannya matang, Alina pun memasukkannya ke dalam kotak makanan.


Alina pun menata semua makanan tersebut di atas meja makan. Sementara Bi Surti menyiapkan peralatan makan.


Tak lama kemudian Rama dan Nayra muncul bersama Kyara. Mereka pun menempati kursi masing-masing.


"Pagi Kak Rama" sapa Alina dengan senyuman manisnya.


"Pagi Alina. Kata Nayra hari ini kamu yang masak. Apa itu benar?" Rama seolah tak percaya kalau adiknya yang memasak.


"Iya Kak. Ini semua aku lho yang masak. Silahkan dinikmati!" Kemudian Alina pun duduk di kursinya.


"Apa kamu udah pengen nikah Alina? Tumben banget kamu belajar masak"


"Kak Rama ini.. suatu hari nanti kan aku juga bakalan nikah Kak. Jadi nggak ada salahnya dong kalau aku belajar masak mulai sekarang"

__ADS_1


"Nayra bilang kamu masak buat Aditya. Apa kamu benar-benar menyukai Aditya?"


Alina hanya tersenyum sambil menundukkan wajahnya. Dia malu mengakui perasaannya di hadapan kakaknya.


"Alina, kalau kamu benar-benar menyukai Aditya, kakak akan mendukung kamu"


Alina terkejut mendengar ucapan Rama. Dia pun sontak mengangkat wajahnya.


"Beneran Kak? Makasih ya Kak. Kak Rama memang Kakak terbaik di dunia" Alina pun berdiri lalu memeluk Rama dari belakang.


Nayra sejak tadi hanya makan sambil mendengarkan pembicaraan kakak beradik itu. Dia tidak mau ikut berkomentar. Sebenarnya Nayra merasa khawatir kalau nantinya Alina akan kecewa dan terluka. Nayra takut kalau sampai saat ini Aditya masih mencintai dirinya.


'Ya Allah semoga saja cinta Alina tidak bertepuk sebelah tangan. Semoga Mas Adit sudah melupakan aku dan bisa membuka hatinya untuk Alina.. Aamiin' doa Nayra dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG........................

__ADS_1


Mohon dukungan LIKE dan VOTE poin sebanyak-banyaknya yaa!!


Agar novel ini bisa masuk 10 besar atau setidaknya 20 besar.. terima kasih ๐Ÿ™


__ADS_2